Kompas.com - 28/06/2020, 17:30 WIB
Unggahan yang membagikan video motor terbakar disebut karena hand sanitizer. Ketika dikonfirmasi, informasi ini tidak benar. Motor terbakar karena korsleting pada motor. TwitterUnggahan yang membagikan video motor terbakar disebut karena hand sanitizer. Ketika dikonfirmasi, informasi ini tidak benar. Motor terbakar karena korsleting pada motor.
Penulis Tim Cek Fakta
|
EditorTim Cek Fakta
klarifikasi

klarifikasi!

Berdasarkan verifikasi Kompas.com sejauh ini, ada yang perlu diluruskan terkait informasi ini.

JAKARTA, KOMPAS.com- Sebuah video yang menampilkan sepeda motor matik terbakar beredar di media sosial Twitter, pekan lalu.

Pada narasi yang mengikuti unggahan video itu disebutkan bahwa motor terbakar karena hand sanitizer.

Disebutkan pula bahwa peristiwa terjadi di Yogyakarta.

Saat dikonfirmasi, ada informasi yang tidak tepat pada unggahan itu. Peristiwa motor terbakar benar terjadi, tetapi bukan karena ada hand sanitizer, melainkan karena terjadi korsleting atau kerusakan mesin pada motor tersebut.

Narasi yang beredar

Video ini dibagikan oleh sejumlah akun di Twitter, di antaranya @lado49594279 dan @jayakabajay. Namun, akun @jayakabajay, saat dicek terakhir pada 20 Juni 2020, telah menghapus unggahannya.

Sementara, video yang dibagikan akun @lado49594279, masih ada hingga Sabtu (28/6/2020), dan telah ditonton lebih dari 12.000 kali.

Akun ini menuliskan, motor terbakar karena meletakkan hand sanitizer pada bagian jok belakang motor.

Pengunggah meminta agar berhati-hati meletakkan hand sanitizer karena mengandung kadar alkohol tinggi.

Benarkah motor ini terbakar karena hand sanitizer?

Konfirmasi Kompas.com

Saat dikonfirmasi, Kabid Humas Polda DIY Kombes (Pol) Yulianto membenarkan peristiwa tersebut.

HOAKS ATAU FAKTA?

Jika Anda mengetahui ada berita viral yang hoaks atau fakta, silakan klik tombol laporkan hoaks di bawah ini

closeLaporkan Hoaks checkCek Fakta Lain
Berkat konsistensinya, Kompas.com menjadi salah satu dari 49 Lembaga di seluruh dunia yang mendapatkan sertifikasi dari jaringan internasional penguji fakta (IFCN - International Fact-Checking Network). Jika pembaca menemukan Kompas.com melanggar Kode Prinsip IFCN, pembaca dapat menginformasikannya kepada IFCN melalui tombol di bawah ini.
Laporkan
Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.