Pesawat Hawk yang Jatuh di Pekanbaru

Kompas.com - 15/06/2020, 16:31 WIB
Bidik layar video amatir jatuhnya pesawat tempur TNI AU. Pesawat diketahui sebagai BAE Hawk 209 dengan nomor registrasi TT-0209. Tangkapan layar di KOMPAS TVBidik layar video amatir jatuhnya pesawat tempur TNI AU. Pesawat diketahui sebagai BAE Hawk 209 dengan nomor registrasi TT-0209.

Senin (15/6/2020) pagi tadi telah terjadi kecelakaan pesawat terbang milik Angkatan Udara jenis Hawk-200 buatan British Aerospace Inggris. Pesawat terbang yang dalam proses pembuatan, telah berhasil sukses terbang untuk pertamakalinya di tahun 1986.

Pesawat ini adalah dari jenis single engine light multirole fighter. Pesawat ini didisain untuk keperluan pertahanan udara dengan misi close air support dan air to ground attack.

Jenis pesawat ini digunakan oleh beberapa negara selain Inggris antara lain, Angkatan Udara Malaysia, Oman dan Indonesia.

Pesawat Hawk dari variant tertentu, telah digunakan pula oleh tim Aerobatik Royal Air Force, Angkatan Udara Inggris yang terkenal dengan nama The Red Arrow.

Angkatan Udara Indonesia baru menggunakannya pada 1990-an. Sejumlah pesawat Hawk ketika itu diterbangkan langsung dari Inggris ke Indonesia dengan ferry flight yang antara lain singgah di beberapa tempat antara lain Abu Dhabi dan Bangkok.

Pesawat Hawk-200 dengan nomor ekor TT-0209 yang mengalami kecelakaan Senin pagi tadi dikabarkan tengah melaksanakan latihan terbang rutin terjadwal dalam format serangan udara ke darat. Kecelakaan terjadi sesaat setelah usai pelaksanaan latihan tersebut dalam perjalanan kembali ke Pangkalan, Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru.

Pesawat ini sesuai kebutuhan dapat dilengkapi untuk operasi penerbangan dengan beberapa persenjataan, antara lain roket, air to air missile, bomb, dan anti-ship missiles sea eagle.

Setiap Angkatan Udara yang menggunakan jenis pesawat ini dapat memilih opsi persenjataannya sesuai kebutuhan saat proses pengadaan dengan pihak pabrik pesawat , dalam hal ini British Aerospace.

Bersukur, pilot dalam kecelakaan pagi hari tadi dapat berhasil menyelamatkan diri menggunakan kursi lontar atau ejection seat. Khusus pesawat-pesawat terbang tempur memang dilengkapi dengan ejection seat yang dapat digunakan oleh pilot apabila berhadapan dengan situasi emergency.

Ketika pesawat terbang mengalami gangguan yang sudah tidak dapat lagi dikendalikan oleh pilot, maka ejection seat dapat digunakan untuk menyelamatkan diri. Secara sederhana, kursi tempat duduk Pilot dilontarkan oleh sejenis roket yang akan melempar sang pilot dengan kursinya keluar pesawat.

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bagaimana Catatan Penanganan Virus Corona di Bawah Komite Covid-19?

Bagaimana Catatan Penanganan Virus Corona di Bawah Komite Covid-19?

Tren
[KLARIFIKASI] Penjelasan Lengkap BMKG soal Awan di Meulaboh yang Disebut seperti Tsunami

[KLARIFIKASI] Penjelasan Lengkap BMKG soal Awan di Meulaboh yang Disebut seperti Tsunami

Tren
Pandemi Covid-19, Apa Saja Dampak pada Sektor Ketenagakerjaan Indonesia?

Pandemi Covid-19, Apa Saja Dampak pada Sektor Ketenagakerjaan Indonesia?

Tren
Profil Hassan Diab, PM Lebanon yang Mengundurkan Diri Pasca-ledakan Beirut

Profil Hassan Diab, PM Lebanon yang Mengundurkan Diri Pasca-ledakan Beirut

Tren
Pesan untuk Para Pendaki: Pahami Kompetensi Ini Sebelum Naik Gunung

Pesan untuk Para Pendaki: Pahami Kompetensi Ini Sebelum Naik Gunung

Tren
Update Virus Corona Dunia 11 Agustus: 179.990 Kasus Baru Covid-19 pada Anak-anak di AS

Update Virus Corona Dunia 11 Agustus: 179.990 Kasus Baru Covid-19 pada Anak-anak di AS

Tren
Mengenal Bintang Mahaputera Nararya, Tanda Jasa yang Akan Diterima Fahri Hamzah dan Fadli Zon

Mengenal Bintang Mahaputera Nararya, Tanda Jasa yang Akan Diterima Fahri Hamzah dan Fadli Zon

Tren
Simak, Ini Panduan Persalinan untuk RS di Masa Pandemi Virus Corona

Simak, Ini Panduan Persalinan untuk RS di Masa Pandemi Virus Corona

Tren
WHO Usahakan agar Distribusi Vaksin Corona Merata, Bagaimana Caranya?

WHO Usahakan agar Distribusi Vaksin Corona Merata, Bagaimana Caranya?

Tren
338.000 Anak Terpapar Covid-19 di AS, Ini Temuan Baru soal Virus Corona pada Anak

338.000 Anak Terpapar Covid-19 di AS, Ini Temuan Baru soal Virus Corona pada Anak

Tren
[POPULER TREN] Beda PNS dan ASN | Penjelasan BMKG soal Video Viral Awan Tsunami

[POPULER TREN] Beda PNS dan ASN | Penjelasan BMKG soal Video Viral Awan Tsunami

Tren
Begini Media Asing Beritakan Erupsi Gunung Sinabung Hari Ini

Begini Media Asing Beritakan Erupsi Gunung Sinabung Hari Ini

Tren
Fadli Zon dan Fahri Hamzah Akan Mendapat Bintang Tanda Jasa, Apa Saja Kriterianya?

Fadli Zon dan Fahri Hamzah Akan Mendapat Bintang Tanda Jasa, Apa Saja Kriterianya?

Tren
Jangan Hanya Masyarakat, Pejabat Pemerintah Juga Harus Disiplin Protokol Kesehatan

Jangan Hanya Masyarakat, Pejabat Pemerintah Juga Harus Disiplin Protokol Kesehatan

Tren
Presiden Akan Beri Bintang Tanda Jasa untuk Fahri Hamzah dan Fadli Zon, Apa Maknanya?

Presiden Akan Beri Bintang Tanda Jasa untuk Fahri Hamzah dan Fadli Zon, Apa Maknanya?

Tren
komentar
Close Ads X