Corona Membuat Indonesia Mundur 11 Tahun

Kompas.com - 08/06/2020, 11:17 WIB
Suasana pertokoan Pasar Perumnas yang tutup di Jakarta Timur, Kamis (4/6/2020). Penutupan Pasar Perumnas tersebut terkait adanya 20 pedagang yang positif COVID-19 dari penambahan kasus sebanyak 15 orang usai tes swab gelombang dua yang dilakukan Puskesmas Duren Sawit. ANTARA FOTO/FAKHRI HERMANSYAHSuasana pertokoan Pasar Perumnas yang tutup di Jakarta Timur, Kamis (4/6/2020). Penutupan Pasar Perumnas tersebut terkait adanya 20 pedagang yang positif COVID-19 dari penambahan kasus sebanyak 15 orang usai tes swab gelombang dua yang dilakukan Puskesmas Duren Sawit.


MUNDUR 11 tahun, benarkah?

Saya mencoba mencari tahu soal ini. Data ini memang tidak untuk semua sektor kehidupan penduduk. Ada dua parameter yang krusial: penduduk miskin dan pengangguran terbuka.

Pada 2019 sempat terjadi kehebohan soal pengumuman angka kemiskinan. Pertama, saat pencoblosan pada April 2019. Kedua, pada September 2019 saat angka kemiskinan tercatat terendah dalam sejarah Indonesia.

Boleh jadi, angka kemiskinan terendah sepanjang sejarah itu adalah benar. Sebab, sebelum reformasi 1998, tidak ada data pembanding dan tertutupnya ruang kritis atas setiap angka yang dikeluarkan pemerintah.

Berbeda halnya dengan 2019, setelah 21 tahun reformasi. Ada banyak suara-suara kritis menanggapi angka kemiskinan bersejarah itu. Ada yang berkomentar dengan menyampaikan data pembanding, ada juga yang asal bunyi tanpa data.

Begitulah demokrasi. Namun, setiap argumen selayaknya disampaikan berdasarkan data yang layak menjadi acuan.

Aiman kembali turun ke lapangan

Saya tidak sedang membahas soal perdebatan yang ramai tahun lalu. Saya ingin membahas apa yang akan terjadi ke depan.

Program AIMAN yang tayang Senin (8/6/2020), pukul 20.00, di Kompas TV merupakan program AIMAN pertama sejak wabah Covid-19 mendera.

Untuk pertama kalinya kami kembali turun ke lapangan untuk melihat kondisi masyarakat secara langsung, mengambil data, mengolah, menganalisis dan membandingkan, lalu menayangkannya kepada pemirsa dengan rasa tanggungjawab.

Saya mewawancarai sosok-sosok pilu di trotoar jalan hingga masuk ke rumah makan untuk melihat persiapan pembukaan.

Terakhir, bisa jadi yang terpenting, mewawancarai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.

Cerita dari Cikini

Sebelum mewawancarai Menteri Airlangga, saya berkeliling di trotoar jalan di daerah Cikini, Jakarta Pusat. Saya mencoba melihat situasi kehidupan di sana.

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X