3 Asteroid Seluas Lapangan Sepak Bola Baru Saja Mendekati Bumi, Apa Dampaknya?

Kompas.com - 07/06/2020, 15:37 WIB
Ilustrasi asteroid Ilustrasi asteroid

KOMPAS.com - Tiga asteroid seluas lapangan sepak bola yakni Asteroid 2020 LA, 2020 KA7, dan 2020 KK3 baru saja melintas mendekati bumi, Minggu (7/6/2020).

Peneliti dari Pusat Sains Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Andi Pangerang, mengatakan,  Asteroid 2020 LA mendekati Bumi pada pukul 02.16 WIB pada jarak 1,4 juta kilo meter atau 3,7 kali jarak Bumi ke Bulan.

"Iya betul. Pada hari Minggu (7/6/2020) tiga asteroid itu mendekati bumi," kata Andi saat dihubungi Kompas.com, Minggu (7/6/2020). 

Sementara, Asteroid 2020 KA7 mendekati Bumi pada pukul 13.33 WIB pada jarak 3,9 juta kilo meter, dan Asteroid 2020 KK3 mendekati Bumi pada pukul 14.14 WIB pada jarak 7,9 juta kilo meter.

Berapa ukuran asteroid-asteroid itu?

Andi menjelaskan, ketiga asteroid tersebut memiliki ukuran hampir seluas lapangan sepak bola.

" Asteroid 2020 LA diperkirakan ukurannya 24-54 meter, 2020 KA7 itu antara 23-51 meter, 2020 KK3 berukuran 22-49 meter. Jadi ketiganya memang ukurannya sedikit mirip atau sebesar lapangan sepak bola," lanjut Andi.

Baca juga: Sebuah Asteroid Terpantau Mendekati Bumi Jelang Lebaran, Ini Penjelasan Lapan

Asteroid 2020 LA dan 2020 KK3, lanjut Andi, termasuk Asteroid Apollo karena orbitnya yang mirip dengan orbit Asteroid 1862 Apollo.

Sementara itu, Asteroid 2020 KA7 tergolong sebagai Asteroid Amor karena orbitnya mirip dengan orbit Asteroid 1821 Amor.

"Karena ukurannya yang kecil, maka asteroid ini tidak digolongkan sebagai asteroid yang berpotensi berbahaya. Saya ulangi sekali lagi, asteroid ini tidak termasuk sebagai asteroid yang berbahaya," kata dia.

Selain itu, karena jaraknya yang masih sangat jauh dari jarak Bumi ke Bulan, sehingga tidak akan membahayakan bagi Bumi.

Ia berpesan kepada masyarakat untuk tidak panik atau khawatir yang berlebihan.

Asteroid lain akan dekati Bumi

Selain tiga asteroid itu, ada dua asteroid lain yang juga akan mendekat ke Bumi pada Juni ini. 

"Pada tanggal 24 Juni nanti akan ada Asteroid 2010 NY65 itu ukurannya hingga 310 meter, dan yang terdekat nanti yakni pada 16 Juni nanti akan ada Asteroid 2016 JT38 itu ukurannya hingga 540 meter," jelas  kata Andi.

Andi menjelaskan, peristiwa asteroid yang mendekat ke Bumi merupakan suatu hal yang biasa karena sumber datangnya asteroid bisa dari beberapa tempat.

"Asteroid-asteroid yang mendekati Bumi ini ada yang sumbernya dari sabuk asteroid yang terletak di antara Mars dan Jupiter," kata dia.

"Juga ada asteroid lain yang berada di sabuk kuiper yang orbitnya di luar orbit Pluto," lanjut Andi.

Hampir setiap hari, kata Andi, asteroid-asteroid tersebut tidak hanya mendekati Bumi, tetapi juga mendekati planet-planet lain seperti Merkurius, Venus, Mars, Jupiter dan planet-planet besar lainnya.

Namun, asteroid-asteroid dapat dikatakan berbahaya jika memang ukurannya bisa lebih besar dari 100 meter atau magnitudonya sekitar 22.

"Dan juga jarak terdekat dengan Bumi kurang dari 3,2 jarak Bumi ke Bulan atau sekitar 1 juta kilometer," kata Andi.

Baca juga: Catat, Ini Daftar 10 Asteroid Besar yang Dekati Bumi Sepanjang 2020


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pilkada 2020, Menyoal Petugas KPPS yang Akan Datangi Pasien Covid-19 Saat Pencoblosan

Pilkada 2020, Menyoal Petugas KPPS yang Akan Datangi Pasien Covid-19 Saat Pencoblosan

Tren
[HOAKS] Vaksin Covid-19 Disimpan pada Suhu Dingin Bisa Sebabkan Manipulasi Genetik

[HOAKS] Vaksin Covid-19 Disimpan pada Suhu Dingin Bisa Sebabkan Manipulasi Genetik

Tren
INFOGRAFIK: Daftar 14 Provinsi yang Bebaskan Denda Pajak Kendaraan

INFOGRAFIK: Daftar 14 Provinsi yang Bebaskan Denda Pajak Kendaraan

Tren
Hindari Bencana Kekeringan dengan Teknik Meredupkan Matahari? Ini Tanggapan BMKG...

Hindari Bencana Kekeringan dengan Teknik Meredupkan Matahari? Ini Tanggapan BMKG...

Tren
Foto Viral Menu Indomie Goreng Topping Emas 24 Karat di Dubai, Ini Penjelasan Indofood

Foto Viral Menu Indomie Goreng Topping Emas 24 Karat di Dubai, Ini Penjelasan Indofood

Tren
BSU Belum Juga Cair? Ini Penjelasan Kemenaker...

BSU Belum Juga Cair? Ini Penjelasan Kemenaker...

Tren
Sejarah Hari Disabilitas Internasional dan Upaya Memenuhi Hak Penyandang Disabilitas...

Sejarah Hari Disabilitas Internasional dan Upaya Memenuhi Hak Penyandang Disabilitas...

Tren
[KLARIFIKASI] Informasi Penerimaan Pegawai di Biro Umum & PBJ Setjen Kemendikbud

[KLARIFIKASI] Informasi Penerimaan Pegawai di Biro Umum & PBJ Setjen Kemendikbud

Tren
Kemenag Salurkan BSU Rp 1,8 Juta untuk Guru Non-PNS, Ini Rinciannya...

Kemenag Salurkan BSU Rp 1,8 Juta untuk Guru Non-PNS, Ini Rinciannya...

Tren
Sejumlah Petugas Medis di AS Enggan Jadi Pihak Pertama yang Terima Vaksin Covid-19

Sejumlah Petugas Medis di AS Enggan Jadi Pihak Pertama yang Terima Vaksin Covid-19

Tren
Indofood Group Buka Lowongan Pekerjaan di Banyak Posisi, Ini Perincian dan Syaratnya...

Indofood Group Buka Lowongan Pekerjaan di Banyak Posisi, Ini Perincian dan Syaratnya...

Tren
Video Viral Sopir Bus Dihajar Warga karena Ngeblong di Lamongan

Video Viral Sopir Bus Dihajar Warga karena Ngeblong di Lamongan

Tren
Kirim Surat ke Kemenkumham, AIMI Minta Pemenuhan Hak Menyusui untuk Vanessa Angel

Kirim Surat ke Kemenkumham, AIMI Minta Pemenuhan Hak Menyusui untuk Vanessa Angel

Tren
Dewan Pengawas Facebook Tinjau 6 Kasus, 3 di Antaranya Ujaran Kebencian

Dewan Pengawas Facebook Tinjau 6 Kasus, 3 di Antaranya Ujaran Kebencian

Tren
Mulai 4 Desember, Taiwan Larang Masuk Pekerja Migran dari Indonesia

Mulai 4 Desember, Taiwan Larang Masuk Pekerja Migran dari Indonesia

Tren
komentar
Close Ads X