New Normal Bukan Berarti Menantang Virus, tetapi Patuh Protokol Kesehatan

Kompas.com - 19/05/2020, 09:23 WIB
Terlihat garis-garis pembatas yang ditempel di perumukaan trotoar untuk membatasi jarak antar pembeli yang sedang mengantre membeli makanan di Yaowarat, Bangkok, Thailand Asia City Media GroupTerlihat garis-garis pembatas yang ditempel di perumukaan trotoar untuk membatasi jarak antar pembeli yang sedang mengantre membeli makanan di Yaowarat, Bangkok, Thailand

KOMPAS.com - Istilah the new normal kini tengah menjadi perbincangan setelah pemerintah menyatakan akan ada kebiasaan-kebiasaan normal baru saat pandemi virus corona.

New normal harus disiapkan semua pihak untuk kembali mulai beraktivitas.

Namun, rencana pemberlakuan konsep baru ini disebut bukan berarti pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Masyarakat harus tetap harus mematuhi protokol kesehatan yang diatur dalam menjalani the new normal nantinya.

Banyak yang belum memahami tentang konsep new normal yang digaungkan oleh pemerintah.

Ada yang menyampaikan keresahannya terkait new normal di tengah masih terjadinya penyebaran virus corona.Tidak jarang pula yang menyampaikan keresahan terkait implementasi new normal.

"New normal? Herd immunity?" tanya akun @nipvam_7400

"Sebagian besar masyarakat bisa "tetap di rumah" smp Idul Fitri 2020, tp entah apa masih bisa membuat orang "tetap di rumah" stlh lebaran. Kita berharap protokol "new normal" yg diinisiasi pemerintah benar2 tersosialisasi & terbiasakan dgn baik sblm orang "keluar dari rumah"  tulis akun @aryanto_n. 

Baca juga: Hal-hal yang Harus Kita Pahami soal New Normal...

Akun-akun lain juga turut berkomentar soal ini.

New normal, patuhi protokol kesehatan

Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto dalam konferensi pers di Graha BNPB pada Kamis (9/4/2020).DOKUMENTASI BNPB Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto dalam konferensi pers di Graha BNPB pada Kamis (9/4/2020).
Merespons hal tersebut, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan, keresahan yang timbul karena masyarakat belum memahami dengan baik tentang apa yang dimaksud dengan new normal.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X