Sebelum Meninggal karena Corona, Dokter Ini Minta APD untuk Tenaga Medis Dilengkapi

Kompas.com - 10/04/2020, 14:17 WIB
Dokter Li Wenliang dari balik ranjang rumah sakit. Dia menjadi pembicaraan sekaligus dianggap pahlawan karena memperingatkan virus corona sebelum menjadi wabah. Namun, unggahannya dianggap meresahkan publik hingga dia ditangkap polisi. Weibo via BBCDokter Li Wenliang dari balik ranjang rumah sakit. Dia menjadi pembicaraan sekaligus dianggap pahlawan karena memperingatkan virus corona sebelum menjadi wabah. Namun, unggahannya dianggap meresahkan publik hingga dia ditangkap polisi.

"Dia memberi tahu saya dan teman-teman lain bahwa virus corona sangat berbahaya," kata Khan.

Dr Khan (45), yang telah mengenal Dr Chowdhury selama hampir 20 tahun, menggambarkan temannya sebagai "orang yang mencintai kehidupan".

"Dia memiliki rasa kepedulian yang tinggi, dia sangat sering mengundang kami ke rumahnya. Terakhir kali saya bertemu dengannya pada 1 Februari untuk merayakan ulang tahun kedelapan putra saya di rumah," kata Dr Khan.

Khan mengatakan tidak ada kerabat Dr Chowdhury yang mendampinginya ketika dia meninggal dunia sekitar pukul 22.35 malam di Rumah Sakit Queen di Romford, Essex, 15 hari setelah menjalani perawatan.

Dr Chowdury meninggalkan seorang istri dan dua anak berusia 18 dan 11 tahun.

Baca juga: Kasus Infeksi Melonjak, Jepang Umumkan Status Darurat Nasional Virus Corona

Asosiasi Dokter Muslim memberikan penghormatan dan belasungkawa kepada Dr Chowdhury, yang bekerja di NHS selama lebih dari 20 tahun setelah bermigrasi dari Bangladesh.

"Kami sangat sedih dengan kematian Dr Abdul Mabud Chowdhury, Konsultan Ahli Urologi di Rumah Sakit Homerton, setelah berjuang untuk hidupnya dari Covid-19. Dia meninggalkan istri dan kedua anaknya. Pikiran dan doa kita bersama mereka. Semoga dia beristirahat dalam damai," ujar pernyataan asosiasi. 

Adnan Pavel, teman Dr. Chowdhury, menggambarkan dia sebagai mentor yang "antusias" untuk pemuda Bangladesh di Inggris dan seorang dermawan tanpa pamrih untuk orang-orang tidak mampu di Bangladesh.

"Dia adalah pria yang baik. Dia sering membantu semua orang," kata Pavel.

Kasus serupa di China

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rekrutmen Calon Perwira Prajurit Sukarela Dinas Pendek (PSDP) Penerbang TNI 2020, Simak Info Lengkapnya

Rekrutmen Calon Perwira Prajurit Sukarela Dinas Pendek (PSDP) Penerbang TNI 2020, Simak Info Lengkapnya

Tren
Sore Ini Bumi Berada pada Titik Aphelion, Simak Fakta-faktanya...

Sore Ini Bumi Berada pada Titik Aphelion, Simak Fakta-faktanya...

Tren
Update Virus Corona di Dunia 4 Juli: 11,1 Juta Orang Terinfeksi, WHO Minta Negara-negara Serius

Update Virus Corona di Dunia 4 Juli: 11,1 Juta Orang Terinfeksi, WHO Minta Negara-negara Serius

Tren
5 Bandara yang Sediakan Layanan Rapid Test dan Rincian Harganya

5 Bandara yang Sediakan Layanan Rapid Test dan Rincian Harganya

Tren
Tagihan Listrik Naik padahal Pemakaian Menurun? Kemungkinan Ini Penyebabnya Menurut PLN

Tagihan Listrik Naik padahal Pemakaian Menurun? Kemungkinan Ini Penyebabnya Menurut PLN

Tren
Info Pengumuman SBMPN 2020, Daftar Ulang, dan Seleksi Mandiri

Info Pengumuman SBMPN 2020, Daftar Ulang, dan Seleksi Mandiri

Tren
Viral Video Siswa SMP Diduga 'Ngelem', BNN Ingatkan Bahayanya

Viral Video Siswa SMP Diduga "Ngelem", BNN Ingatkan Bahayanya

Tren
[POPULER TREN] Wacana Belajar Jarak Jauh Permanen | Pengumuman SBMPN 2020

[POPULER TREN] Wacana Belajar Jarak Jauh Permanen | Pengumuman SBMPN 2020

Tren
Ini Perkembangan Terbaru Inggris soal Karantina dan Pembatasan Perjalanan

Ini Perkembangan Terbaru Inggris soal Karantina dan Pembatasan Perjalanan

Tren
Update Corona di ASEAN: Filipina Catatkan Kasus Harian Tertinggi

Update Corona di ASEAN: Filipina Catatkan Kasus Harian Tertinggi

Tren
Cek Pengumuman SBMPN 2020, 4 Juli 2020 Pukul 00.01 WIB di sbmpn.politeknik.or.id

Cek Pengumuman SBMPN 2020, 4 Juli 2020 Pukul 00.01 WIB di sbmpn.politeknik.or.id

Tren
Lawan Corona, India Buka Salah Satu Rumah Sakit Terbesar di Dunia

Lawan Corona, India Buka Salah Satu Rumah Sakit Terbesar di Dunia

Tren
Alasan Pentingnya Menjaga Keamanan Data Pribadi di Media Sosial...

Alasan Pentingnya Menjaga Keamanan Data Pribadi di Media Sosial...

Tren
Bukan Ditenggelamkan, Menteri Edhy Sebut Kapal Asing Lebih Baik Dimanfaatkan

Bukan Ditenggelamkan, Menteri Edhy Sebut Kapal Asing Lebih Baik Dimanfaatkan

Tren
Kasus Pegawai Starbucks dan Pemahaman soal Pelecehan terhadap Perempuan...

Kasus Pegawai Starbucks dan Pemahaman soal Pelecehan terhadap Perempuan...

Tren
komentar
Close Ads X