100 Juta Masker Challenge dan Pesan Selamatkan Stok Masker untuk Pekerja Medis...

Kompas.com - 30/03/2020, 08:05 WIB
ilustrasi masker shutterstockilustrasi masker

Ismail mengaku prihatin dengan kelangkaan masker medis di sejumlah daerah dan menyebabkan tenaga medis kekurangan masker untuk melindungi dirinya saat menangani pasien Covid-19

"Sempat nemu orang jual masker bedah, tapi mahalnya minta ampun. Jadi, saya beli itu untuk stok nakes di RS, itu boleh dibeli oleh umum. Tapi pihak rumah sakit dulu yang diprioritaskan untuk dapat masker tersebut," ujar Ismail.

Menurut dia, gerakan #100JutaMaskerChallenge ingin mengajak masyarakat untuk menggunakan masker buatan dengan dua lapis kain katun daripada membeli masker bedah atau masker N95.

Baca juga: Rusak Masker Bekas untuk Cegah Penularan Corona, Begini Caranya...

Ia menekankan, tenaga medis lebih membutuhkan masker N95 dan masker bedah yang kini juga banyak dipakai oleh masyarakat umum. 

"Dulu masyarakat belum ada solusinya (untuk mencegah virus corona). Ada yang menggunakan masker kain tapi saat itu belum ada dasar ilmiahnya, kan," ujar Ismail.

Ia mencari referensi dan akhirnya menemukan solusi agar masyarakat mau menggunakan masker kain katun yang di dalamnya dilapisi tisu berlapis.

"Jadi, saya temukan ada referensinya, mereka coba mulai dari yang masker bedah, masker yang ada vacoom cleaner-nya, ada yang dari katun, ada yang dari serbet, semua dicoba satu per-satu," ujar Ismail.

Ia mengungkapkan, tujuan dari percobaan tersebut yakni ingin mengetahui efektivitas masker tersebut.

Diketahui, virus corona memiliki ukuran 0,02 mikron sehingga peneliti harus paham bahan apa yang dapat digunakan sebagai masker dan dapat digunakan oleh masyarakat.

Baca juga: Prada, Gucci dan Merek Fashion yang Ikut Produksi Masker Kesehatan

Melalui tantangan ini, ia mengajak mereka yang bisa menciptakan dan memasarkan masker dari kain katun dua lapis akan dipromosikan melalui Twitter-nya.

Ia menyebutkan, jika hanya satu lapis kain katun, maka tingkat perlindungan hanya 50 persen. Dengan didesain dua lapis, menurut dia, akan memberikan perlindungan yang lebih kuat.

Selain itu, penggunaan masker kain katun ini dapat dicuci dan minimal diganti dua kali sehari.

Untuk pencuciannya dapat menggunakan air bersuhu normal dan menggunakan detergen, sedangkan tisu yang ada di dalam masker kain dibuang.

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Infografis: Perlukah Penggunaan Masker?

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X