Virus Corona dan Ketidakpastian Hidup yang Niscaya

Kompas.com - 05/03/2020, 18:23 WIB
Tim Medis Rumah Sakit Pertamina Jaya memeriksa suhu tubuh seorang pegawai di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Rabu (4/3/2020). Pemeriksaan kondisi suhu tubuh bagi pegawai maupun tamu tersebut untuk mengantisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19. ANTARA FOTO/APRILLIO AKBARTim Medis Rumah Sakit Pertamina Jaya memeriksa suhu tubuh seorang pegawai di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Rabu (4/3/2020). Pemeriksaan kondisi suhu tubuh bagi pegawai maupun tamu tersebut untuk mengantisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19.


SENIN pada pekan perdana Maret 2020 itu, jelas tak terbayangkan oleh dua warga Indonesia yang kemudian positif mengidap Covid-19.

Setelah diduga bangsa yang sakti karena tak jua terpapar virus mematikan tersebut, akhirnya kita mulai berkenalan dengan pengalaman baru yang mendebarkan.

Praktis setelahnya, tak berlaku lagi guyonan Corona enggan masuk Indonesia lantaran sukar mengurus perizinan di sini.

Sudah cukup kita tertawa di atas penderitaan orang lain. Cukup sudah kita jemawa sebagai bangsa yang kebal penyakit.

Kemudian kita harus berpikir keras bagaimana cara menghadapi Corona.

Seorang profesor dari Universitas Airlangga (UNAIR) sudah lebih dulu melansir hasil risetnya untuk menangkal virus asal Wuhan itu, dengan banyak mengonsumsi empon-empon, sejenis minuman khas Nusantara yang dibuat dari saripati batang dan daun sambiloto.

Di dalamnya terkandung zat aktif bernama andrografolida. Jangan bersedih bila Anda kesulitan mengucapkannya.

Minuman yang lazim dijajakan mbak jamu gendong itu memang terbukti ampuh menambah daya kebal tubuh.

Tapi yang luput dari amatan banyak orang adalah empon-empon bukan vaksin. Ya, sampai tulisan ini kami susun, belum ada satu pun ahli medis yang bisa membuat vaksin untuk menumpas Corona.

Kenaifan

Ada yang menarik untuk dicermati. Persis ketika negeri kita disinggahi Covid-19, maka bermunculanlah beragam kenaifan dari masyarakat Indonesia. Pemandangan itu bisa kita lihat di pelbagai pusat keramaian.

Ada seorang perempuan yang entah dengan alasan apa memakai shower cap di kepalanya. Mungkin ia berpikir si virus bakal bergelantungan di rambut indahnya dan masuk melalui kulit kepala.

Ada pula seorang bujang yang asyik mojok di sebuah gerbong kereta listrik sembari memakai masker jenis bomber, lengkap dengan selang lucunya yang terjuntai ke bawah, langsung menyedot udara bebas dalam gerbong. Alamakjang...

Pemandangan lain berkisah tentang sepasang pasutri yang memakai masker sambil menggandeng gadis kecil mereka--yang malah tak bermasker.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Studi di AS: Jumlah Pasien Covid-19 Berusia Muda Semakin Meningkat

Studi di AS: Jumlah Pasien Covid-19 Berusia Muda Semakin Meningkat

Tren
3 Alasan Harga BBM di Indonesia Belum Turun Saat Harga Minyak Anjlok

3 Alasan Harga BBM di Indonesia Belum Turun Saat Harga Minyak Anjlok

Tren
Thailand Akan Produksi Vaksin Murah, Bisa Diakses Asia Tenggara

Thailand Akan Produksi Vaksin Murah, Bisa Diakses Asia Tenggara

Tren
INFOGRAFIK: Syarat dan Cara Mengurus Surat Izin Keluar Masuk DKI Jakarta

INFOGRAFIK: Syarat dan Cara Mengurus Surat Izin Keluar Masuk DKI Jakarta

Tren
[KLARIFIKASI] Penjelasan Dispar DIY soal Informasi Objek Wisata di Yogyakarta Dibuka pada Juni 2020

[KLARIFIKASI] Penjelasan Dispar DIY soal Informasi Objek Wisata di Yogyakarta Dibuka pada Juni 2020

Tren
WHO Peringatkan Gelombang Kedua di Negara yang Alami Penurunan Kasus Covid-19

WHO Peringatkan Gelombang Kedua di Negara yang Alami Penurunan Kasus Covid-19

Tren
Peziarah Ramai Kunjungi Makam, Ini Bahayanya Menurut Epidemiolog

Peziarah Ramai Kunjungi Makam, Ini Bahayanya Menurut Epidemiolog

Tren
Indonesia Terserah dan Gagapnya Panduan Komunikasi Berbangsa

Indonesia Terserah dan Gagapnya Panduan Komunikasi Berbangsa

Tren
Ini Manfaat Puasa di Bulan Syawal untuk Kesehatan

Ini Manfaat Puasa di Bulan Syawal untuk Kesehatan

Tren
Antisipasi Corona, Viral Unggahan Pocong dan Keranda Mayat Jadi Penjaga Portal Jalan Dusun di Kediri

Antisipasi Corona, Viral Unggahan Pocong dan Keranda Mayat Jadi Penjaga Portal Jalan Dusun di Kediri

Tren
Hari Ini dalam Sejarah: Boeing 767-300 Jatuh, 223 Orang Tewas

Hari Ini dalam Sejarah: Boeing 767-300 Jatuh, 223 Orang Tewas

Tren
Bersiap New Normal, Ini Panduan Pencegahan Virus Corona di Tempat Kerja

Bersiap New Normal, Ini Panduan Pencegahan Virus Corona di Tempat Kerja

Tren
Catat, Daftar 67 Mal yang Buka di Jakarta pada 5 Juni dan 8 Juni 2020

Catat, Daftar 67 Mal yang Buka di Jakarta pada 5 Juni dan 8 Juni 2020

Tren
Daftar Promo Kuota Internet Telkomsel, Indosat, XL dan Tri Selama Lebaran 2020

Daftar Promo Kuota Internet Telkomsel, Indosat, XL dan Tri Selama Lebaran 2020

Tren
Update Virus Corona di Dunia 26 Mei: 5,5 Juta Orang Terinfeksi | Pujian WHO kepada China

Update Virus Corona di Dunia 26 Mei: 5,5 Juta Orang Terinfeksi | Pujian WHO kepada China

Tren
komentar
Close Ads X