Editor's Letter untuk 238 WNI dari Wuhan, Revitalisasi Monas, dan Kisah Pelari Cilik Poso

Kompas.com - 03/02/2020, 10:54 WIB
Foto yang diambil pada 29 Januari, 2020, menunjukkan turis mengenakan masker saat mengunjungi Red Square di Moskow, Rusia. Pada 31 Januari, Rusia mengatakan ada 2 warga China yang positif terkena novel coronavirus. AFP/DIMITAR DILKOFFFoto yang diambil pada 29 Januari, 2020, menunjukkan turis mengenakan masker saat mengunjungi Red Square di Moskow, Rusia. Pada 31 Januari, Rusia mengatakan ada 2 warga China yang positif terkena novel coronavirus.

KOMPAS.com - Februari sudah kita masuki dengan berkah hujan yang masih turun di beberapa tempat.

Meskipun hujan tidak merata, ada kabar baik dari Pertamina untuk semua di awal bulan kedua 2020 ini.

Per 1 Februari 2020, Pertamina menurunkan lagi harga sejumlah bahan bakar minyak (BBM). 

Di peralihan Januari ke Februari 2020 pekan lalu, kita dikejutkan dengan dua kabar duka.

Di awal pekan, Senin (27/1/2020), legenda basket NBA Kobe Bryant meninggal dunia dalam kecelakaan helikoper bersama puterinya.

Di akhir pekan, Minggu (2/2/2020), KH Salahuddin Wahid atau biasa dipanggil Gus Sholah yang merupakan adik kandung Presiden RI-4 KH Abdurrahman Wahid meninggal dunia.

Pengasuh Pesantren Tebuireng dan tokoh Nahdlatul Ulama ini meninggal di usai 77 tahun di Rumah Sakit Harapan Kita.

Mari menundukkan kepala untuk kedua tokoh ini. Bryant dan Gus Sholah telah memberi teladan dan banyak inspirasi dengan caranya masing-masing.

Apa yang perlu kita catat dan cermati sepekan terakhir? Membanjirnya informasi di tengah waktu kita yang terbatas membuat kita tidak bisa selalu update.

Berikut beberapa hal yang perlu kamu ketahui untuk memasuki Februari.

Pertama, 238 WNI dipulangkan dari Wuhan.

Sebanyak 250 WNI yang dievakuasi dari Kota Wuhan, China turun dari pesawat setibanya di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, Minggu (2/2/2020). WNI yang dievakuasi dari Wuhan tersebut kemudian diterbangkan kembali menuju Ranai, Natuna untuk menjalani observasi.AFP/RICKY PRAKOSO Sebanyak 250 WNI yang dievakuasi dari Kota Wuhan, China turun dari pesawat setibanya di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, Minggu (2/2/2020). WNI yang dievakuasi dari Wuhan tersebut kemudian diterbangkan kembali menuju Ranai, Natuna untuk menjalani observasi.
Kecemasan yang ditimbulkan karena virus corona masih berlanjut dan meluas. Pemerintah kita memulangkan 238 warga negara Indonesia yang dinyatakan sehat dari Wuhan, China.

Sejatinya, ada 245 warga Indonesia di Wuhan. Namun, 4 warga Indonesia menolak dipulangkan dan 3 warga Indonesia tidak lolos screening.

Penjelasan ini disampaikan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto yang dalam dua pekan  ini berkantor di Natuna.

Warga Indonesia dipulangkan menggunakan Batik Air, Minggu (2/2/2020) dan saat ini dikarantina selama 14 hari di Natuna, Kepulauan Riau untuk keperluan observasi.

Kenapa Batik Air? Batik Air dipilih pemerintah karena satu-satunya maskapai Indonesia yang punya penerbangan ke Wuhan dan memiliki pesawat yang disyaratkan.

Indonesia juga memutuskan menutup penerbangan dari dan ke daratan utama China. Keputusan ini berlaku mulai Rabu, 5 Februari 2020.

Sejumlah negara juga mengambil keputusan serupa. Ada sembilan negara lain mengambil keputusan seperti Indonesia.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X