Fakta Baru “Predator Reynhard Sinaga”, Jaksa Ajukan Banding Penjara Seumur Hidup

Kompas.com - 03/02/2020, 08:34 WIB
Perkosaan berantai yang dilakukan Reynhard Sinaga terungkap pada Juni 2017 saat korban yang tengah diperkosa terjaga dan langsung memukulnya. Instagram via BBC IndonesiaPerkosaan berantai yang dilakukan Reynhard Sinaga terungkap pada Juni 2017 saat korban yang tengah diperkosa terjaga dan langsung memukulnya.


ADA fakta baru tentang Reynhard Sinaga, Sang Predator perkosaan terbesar sepanjang sejarah dunia. Ia dipastikan akan menjalani sidang banding di Pengadilan Manchester, Inggris.

Jaksa tak puas dengan putusan hakim yang memvonis Reynhard 30 tahun penjara.

Reynhard Sinaga, pria kelahiran Jambi 36 tahun silam, divonis bersalah atas kasus puluhan tindak perkosaan yang terbukti di pengadilan.

Ada 159 kasus perkosaan dan serangan seksual terhadap 48 korban pria selama rentang waktu dua setengah tahun dari 1 Januari 2015 hingga 2 Juni 2017.

Hakim dan setan predator seksual

Dari 159 kasus tersebut, 136 di antaranya adalah perkosaan berulang terhadap sejumlah korban.

Hakim Suzanne Goddard yang menyidangkan dan memutus kasus Reynhard Sinaga menyatakan dalam persidangan bahwa Reynhard adalah "setan predator seksual yang tak pernah aman untuk dibebaskan!"

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dari seluruh fakta ini, Tim Jaksa yang menyidangkan kasus Reynhard memutuskan untuk mengajukan banding.

Banding diperkirakan akan mulai disidangkan pekan pertama bulan Februari 2020 dan akan memakan waktu 3 hingga maksimal 10 bulan.

Apa yang diajukan dalam banding jaksa?

Reynhard diajukan untuk mendapatkan hukuman "whole-life sentence" alias hukuman seumur hidup hingga tutup usia di Penjara.

Laporan AIMAN dari Inggris

Saya dalam program AIMAN yang tayang Senin (3/2/2020) mendapat gambaran detail langsung dari lingkungan apartemen Reynhard dan juga penjara tempat Reynhard akan menghabiskan sisa hidupnya di sana.

Minister Counselor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di London, Inggris, Gulfan Afero, yang saya temui mengiyakan bahwa kasus Reynhard belum usai sepenuhnya. Proses banding tengah dilakukan Jaksa.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X