Perdagangan Anjing dan Kucing di Indonesia Disorot di Eropa

Kompas.com - 24/01/2020, 19:00 WIB
Anjing-anjing terdampak banjir yang melanda Jabodetabek ditampung di House of Blessing Parung, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (11/1/2020). Sebanyak 160 anjing yang berhasil dievakusi dari bencana banjir diberikan perawatan khusus oleh kelompok Animal Lover Bersatu. KOMPAS.com/M ZAENUDDINAnjing-anjing terdampak banjir yang melanda Jabodetabek ditampung di House of Blessing Parung, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (11/1/2020). Sebanyak 160 anjing yang berhasil dievakusi dari bencana banjir diberikan perawatan khusus oleh kelompok Animal Lover Bersatu.

KOMPAS.com - Isu terkait perdagangan daging anjing dan kucing di Indonesia mendapat sorotan.

Sorotan itu muncul dalam sebuah diskusi intergroup untuk kesejahteraan dan konservasi hewan di Perlemen Eropa yang digelar di Perancis, Kamis (16/01/2020).

Dalam diskusi tersebut, Pendiri dan Direktur Forderverein Animal Hope and Wellness e.V Germany, Sebastian Margenfeld, menyampaikan mengenai kesejahteraan hewan di Indonesia.

Ia menyoroti tentang aksi pencurian hewan peliharaan, hewan yang dikurung, hewan yang harus ikut dalam perjalanan panjang, dan proses pembantaian yang kejam yang membuat daging hewan menjadi tak higienis.

Sebastian menyampaikan besarnya risiko rabies yang muncul yang bisa menyebabkan kematian pada manusia terkait hal tersebut.

Ia juga menyampaikan soal pencurian hewan peliharaan serta transportasi ilegal antarprovinsi, kota dan pulau.

"Saya juga menunjukkan dokumentasi satu menit tentang apa yang sedang terjadi di Indonesia dan semua politisi sangat terkejut. Beberapa dari mereka meneteskan air mata," ujar Sebastian dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Rabu (23/01/2020).

Baca juga: Saran Komunitas Pecinta Hewan soal Penanganan Hewan Liar di DKI

Lihat langsung

Para politisi Intergroup mempertanyakan bagaimana bisa suatu negara dan pemerintah membiarkan perdagangan yang begitu berbahaya dan kejam.

"Saya mengatakan kepada mereka bahwa itulah yang perlu kita tanyakan kepada duta besar dan Presiden Indonesia," ujar Sebastian.

Dalam diskusi tersebut diikuti politisi yang memiliki peran dalam sektor seperti pariwisata, perdagangan dan keamanan pangan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X