Kasus Hakim PN Medan, Mengapa Seseorang Tega Membunuh Keluarga Terdekatnya?

Kompas.com - 10/01/2020, 13:49 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

Baik terencana ataupun tidak, pembunuhan yang dilakukan menggambarkan bahwa pelaku memiliki kemampuan regulasi emosi dan kontrol diri yang buruk, agresif dan impulsif, serta tidak berempati.

Terdapat pula faktor eksternal yang mungkin dapat menjadi trigger pembunuhan yang dilakukan, yaitu stimulus maupun situasi yang membuat pelaku merasa terancam, marah, panik, dan cemas.

Situasi tersebut dapat mendorong pelaku mengambil tindakan impulsif serta irasional akibat kuatnya dorongan emosi negatif yang tidak diimbangi dengan kemampuan regulasi yang baik.

Agar terhindar dari keinginan membunuh

Menurut Gracia, berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menghindarkan diri dari keinginan membunuh:

1. Belajar mengelola pikiran dan dorongan tersebut

Salah satunya yakni dengan melakukan kegiatan yang positif.

Hal itu sekaligus dapat membantu menyalurkan emosi negatif serta berpikir dengan jernih.

Ragam pilihan kegiatan yang dapat dilakukan adalah berolahraga, menulis, menggambar, ataupun kegiatan positif lainnya yang sesuai dengan minat.

Baca juga: Babak Akhir Kasus Jasmine Sefia Wainy...

2. Bercerita kepada orang terdekat

Daripada dipendam dan membuat stres, ceritakan terkait masalah dan situasi negatif yang sedang dialami.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X