Waspadai Latte Factor, Pengeluaran Kecil yang Membuat Keuangan Tekor

Kompas.com - 06/01/2020, 06:15 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi

KOMPAS.com -  Pengeluaran rutin untuk hal-hal kecil yang tidak penting tanpa kita sadari justru menjadi penyebab tekornya kondisi keuangan. 

Konsep ini merupakan bagian dari The Latte Factor, yang dipopulerkan oleh David Bach.

Pada dasarnya, konsep yang diangkat oleh Bach dalam teorinya cukup sederhana. 

Ia menggunakan kata Latte yang diasosiasikan dengan kebiasaan orang-orang yang menghabiskan uang secara rutin untuk mengonsumsi kopi kekinian. 

Menurut Bach, ini menjadi sebuah contoh pengeluaran rutin yang jika diakumulasi akan membuat pengeluaran menjadi besar. 

Baca juga: Sambut 2020, Bagaimana Perencanaan Keuangan yang Baik?

Apa saja yang menjadi Latte Factor?

Melansir Business Insider, Latte Factor adalah tentang pengeluaran-pengeluaran kecil yang tidak terpikirkan setiap bulannya.

Orang-orang menghabiskan uang karena terbiasa, alasan kenyamanan, hingga alasan emosional.

Bach menyebut salah satu yang menjadi Latte Factor adalah kopi. 

Ilustrasinya, jika setiap hari seorang pekerja memiliki kebiasaan membeli kopi kekinian sekitar Rp 18.000 per cup, maka dalam 24 hari kerja dia menghabiskan Rp 432.000 ribu per bulan hanya untuk membeli kopi. 

Nah, inilah yang disebut Latte Factor

Meminimalkan Latte Factor bukan berarti melarang orang minum kopi. Tetapi, pecinta kopi bisa membeli kopi bubuk dan menyeduhnya sendiri agar lebih hemat. 

Dalam lamannya, Bach mengungkapkan bahwa Latte Factor bukan hanya kopi. 

Latte factor bisa macam-macam, mulai dari biaya membeli air mineral kemasan, belanja cemilan, hingga biaya transfer antar bank. Setiap orang memiliki Latte Factor-nya masing-masing.

Survei yang dilakukan Bank Permata pada tahun 2017 menunjukkan sejumlah pengeluaran yang sering dilakukan dan tergolong sebagai Latte Factor.

Pengeluaran-pengeluaran tersebut terdiri atas:

  • Biaya transfer antar ATM dan tarik tunai beda bank
  • Belanja di luar belanja bulanan (baju, sepatu, lipstik, dll)
  • Biaya administrasi bank
  • Makanan dan minuman ringan
  • Taksi atau transportasi online
  • Air mineral
  • Kopi 
  • Rokok

Pengeluaran secara rutin untuk hal-hal di atas jika diakumulasikan akan menjadi pengeluaran yang besar. 

Dana untuk pengeluaran tersebut pun bisa dialihkan untuk hal-hal lain yang lebih menguntungkan. Di antaranya berinvestasi guna mendapatkan return atau imbal hasil. 

Baca juga: Stres Kondisi Keuangan Tak Menentu? Ini Cara Mengatasinya

Kunci Latte Factor

Kunci utama dari dari Latte Factor adalah bahwa kebanyakan uang yang dihabiskan tersebut tidak benar-benar menambah kebahagiaan hidup.

Seringkali seseorang berpikir bahwa pengeluaran kecil tertentu dapat menambah kebahagiaan hidupnya. Akan tetapi, pada kenyataannya, efek dari pengeluaran tersebut terhadap kebahagiaan tidak begitu besar. 

Latte Factor bukanlah tentang mengorbankan kebahagiaan dari "Latte" atau pengeluaran lain sehari-hari. Akan tetapi, tentang memahami apa yang benar-benar memberi nilai. 

Mengutip Forbes, Bach mengatakan bahwa kesederhanaan adalah yang terpenting. 

"Biasanya, ini (kesederhanaan) merupakan ide paling sederhana yang mengubah hidup seseorang, bukan hal-hal rumit lain," kata Bach.

Nilai "Latte" mungkin dapat sangat berbeda antara satu orang dengan orang lainnya.

Jika orang-orang memikirkan dengan matang hingga pada pengeluaran terkecil dari uang yang dimiliki, tidak akan terjadi pengeluaran pada hal-hal yang tidak menambah nilai secara signifikan pada hidup.

Apabila diaplikasikan dengan benar, Latte Factor tersebut dapat memotong pengeluaran yang tidak begitu penting.

Dalam jangka panjang, upaya ini juga dapat memberikan dampak yang besar pada kondisi keuangan pribadi. 

Baca juga: Ini Pentingnya Bikin Perencanaan Keuangan Sejak Muda...

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gejala Apa yang Paling Sering Dirasakan Pasien Covid-19 di Indonesia?

Gejala Apa yang Paling Sering Dirasakan Pasien Covid-19 di Indonesia?

Tren
[POPULER TREN] Sensus Penduduk Online 2020 | 12 Negara Nol Kasus Virus Corona

[POPULER TREN] Sensus Penduduk Online 2020 | 12 Negara Nol Kasus Virus Corona

Tren
Viral, Video Petugas Tol Terbanggi Disebut Paksa Pengguna Bayar dengan Uang Cash, Apa Sebabnya?

Viral, Video Petugas Tol Terbanggi Disebut Paksa Pengguna Bayar dengan Uang Cash, Apa Sebabnya?

Tren
INFOGRAFIK: UTBK-SBMPTN 2020

INFOGRAFIK: UTBK-SBMPTN 2020

Tren
Denmark Klaim Tak Ada Peningkatan Kasus Covid-19 setelah 1,5 Bulan Sekolah Dibuka

Denmark Klaim Tak Ada Peningkatan Kasus Covid-19 setelah 1,5 Bulan Sekolah Dibuka

Tren
Heboh Twit Dirut TVRI Iman Brotoseno soal Film Porno, Ini Klarifikasinya...

Heboh Twit Dirut TVRI Iman Brotoseno soal Film Porno, Ini Klarifikasinya...

Tren
64 Orang WNI di Kuwait Terinfeksi Virus Corona, Sebagian Besar Berprofesi Perawat

64 Orang WNI di Kuwait Terinfeksi Virus Corona, Sebagian Besar Berprofesi Perawat

Tren
Rasio Kesembuhan Pasien Covid-19 di 10 Provinsi dengan Kasus Tertinggi

Rasio Kesembuhan Pasien Covid-19 di 10 Provinsi dengan Kasus Tertinggi

Tren
Sejumlah Negara Buka Perbatasan, Maskapai Internasional Siap Kembali Terbang

Sejumlah Negara Buka Perbatasan, Maskapai Internasional Siap Kembali Terbang

Tren
Kematian George Floyd dan Sejarah Panjang Rasialisme yang Tak Pernah Usai

Kematian George Floyd dan Sejarah Panjang Rasialisme yang Tak Pernah Usai

Tren
Ada 25.216 Kasus Positif Covid-19, Ini 8 Provinsi yang Catatkan Nol Kasus Baru

Ada 25.216 Kasus Positif Covid-19, Ini 8 Provinsi yang Catatkan Nol Kasus Baru

Tren
INFOGRAFIK: Daftar Daerah yang Bersiap Terapkan New Normal

INFOGRAFIK: Daftar Daerah yang Bersiap Terapkan New Normal

Tren
Saat Orang Sekitar Tidak Taat Protokol Kesehatan, Apa yang Harus Dilakukan?

Saat Orang Sekitar Tidak Taat Protokol Kesehatan, Apa yang Harus Dilakukan?

Tren
Mengenal FaceApp, Aplikasi Pengubah Wajah Instan yang Tengah Viral

Mengenal FaceApp, Aplikasi Pengubah Wajah Instan yang Tengah Viral

Tren
Bertambah Lebih dari 1.000 dalam Sepekan, Kematian akibat Covid-19 di India Tertinggi di Asia

Bertambah Lebih dari 1.000 dalam Sepekan, Kematian akibat Covid-19 di India Tertinggi di Asia

Tren
komentar
Close Ads X