PR Dirut PLN Zulkifli Zaini, dari Tarif hingga Pemadaman Listrik

Kompas.com - 23/12/2019, 19:34 WIB
Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini (tengah) di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (23/12/2019). Kompas.com/AKHDI MARTIN PRATAMADirektur Utama PLN Zulkifli Zaini (tengah) di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (23/12/2019).

KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menunjuk Amien Sunaryadi sebagai Komisaris PLN dan Zulkifli Zaini sebagai Direktur Utama PLN.

Sepak terjang keduanya selama ini menjadi alasan Erick menunjuk mereka memimpin perusahaan listrik negara tersebut.

Meski demikian, menjadi pimpinan PLN akan memiliki tugas berat. 

Seperti merealisasikan rasio elektrifikasi 100 persen di Indonesia hingga menciptakan tarif listrik yang efisien baik untuk masyarakat dan industri.

Selain itu, para pimpinan PLN ini juga akan ditugaskan untuk meningkatkan penggunaan energi baru terbarukan sebagai sumber listrik.

Salah satunya yang harus dipenuhi PLN adalah pemenuhan listrik ramah lingkungan di Ibu Kota Baru.

"PLN juga akan membentuk ekosistem bisnis yang sehat dengan swasta, BUMD dan BUMDes dalam memproduksi listrik. PLN akan fokus pada distribusi," kata Erick.

Berikut sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh jajaran direksi maupun komisaris baru PLN:

Baca juga: Profil Zulkifli Zaini, Dirut PLN Pilihan Erick Thohir

1. Rasio elektrifikasi

Salah satu yang menjadi pekerjaan rumah PLN adalah melistriki seluruh Indonesia pada 2020.

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan rasio elektrifikasi bagi rumah tangga mencapai 100 persen pada 2020.

Sementara saat ini rasio elektrifikasi baru mencapai 98,9 persen per Agustus 2019.

Daerah yang masih memiliki rasio elektrifikasi rendah berada di wilayah Indonesia Timur seperti Nusa Tenggara Timur sebesar 73 persen.

Selain menerangi wilayah yang belum teraliri listrik, setiap tahun kebutuhan listrik baru juga bertambah.

Kementerian ESDM mencatat, setiap tahun ada tambahan sekitar 500 ribu rumah tangga baru yang membutuhkan aliran listrik.

"Jadi yang lama (belum teraliiri listrik) harus dikejar untuk diselesaikan, dan yang baru juga harus terpenuhi," kata Menteri ESDM Ignasius Jonan seperti dikutip dari Antara, 11 September 2019.

Baca juga: Rasio Elektrifikasi NTT Terendah se-Indonesia, Gubernur Viktor Laiskodat Ingin Beli Saham PLN

Halaman Selanjutnya
Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X