Waspada Cacar Air, Ini Gejala dan Cara Pengobatannya

Kompas.com - 26/10/2019, 14:17 WIB
Cacar air ShutterstockCacar air

KOMPAS.com - Cacar air adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus varicella-zoster (VZV).

Seseorang yang terinfeksi cacar air ditandai dengan lepuhan merah atau ruam yang terasa gatal di seluruh tubuh.

Biasanya, ruam pertama kali muncul pada bagian perut, punggung, dan wajah.

Cacar air dapat menyerang segala umur, dengan risiko lebih tinggi terhadap seseorang dengan kekebalan tubuh rendah.

Gejala cacar air

Dilansir dari Healthline, infeksi pada tubuh terjadi selama kurang lebih 7-21 hari sebelum ruam dan gejala lainnya timbul.

Penyakit cacar air menular kepada orang lain hingga 48 jam sebelum ruam kulit mulai terjadi.

Walau ruam gatal merupakan gejala paling umum dari cacar air, ternyata ada gejala non ruam yang dapat berlangsung beberapa hari.

Baca juga: Hati-hati, Jangan Beri Makanan Ini Saat Si Kecil Cacar Air

Gejala itu di antaranya demam, sakit kepala, dan menurun atau hilangnya selera makan.

Ruam melewati tiga fase sebelum seseorang pulih, yakni penderita mengalami benjolan merah atau merah muda di seluruh tubuh.

Kedua, benjolan menjadi lecet berisi cairan, serta benjolan menjadi berkerak, berkoreng, dan mulai sembuh.

Benjolan baru akan terus muncul sepanjang infeksi.

Ruam terasa sangat gatal sebelum berkeropeng dan penyakit cacar air masih menular sampai semua lecet di tubuh merobek.

Ruam akan berkerak-kerak dan jatuh secara sendirinya. Butuh waktu 7-14 hari untuk menghilang sepenuhnya.

Penularan cacar air

Sebagian besar kasus cacar air menular melalui kontak dengan orang yang terinfeksi. Virus akan menular selama satu atau dua hari sebelum lepuhan muncul.

Meski demikian, VZV tetap menular sampai seluruh lepuh berkerut.

Virus dapat menular lewat air liur, batuk, bersin, dan kontak dengan cairan dari lepuh.

Baca juga: Cacar Monyet dan Cacar Air Berbeda, Kenali Keduanya

Siapa yang berisiko terkena cacar air?

Vaksinasi bisa mengurangi risiko terpapar virus cacar air.

Kekebalan dari virus juga dapat diturunkan dari ibu ke bayinya, dan kekebalan berlangsung sekitar tiga bulan sejak lahir.

Risiko seseorang terkena cacar air meningkat jika berada dalam kondisi berikut:

  • Melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi
  • Berusia di bawah 12 tahun
  • Orang dewasa yang tinggal dengan anak-anak yang terinfeksi
  • Seseorang yang menghabiskan waktu di sekolah atau fasilitas penitipan anak
  • Sistem kekebalan tubuh terganggu baik karena penyakit atau obat-obatan

Hal yang harus diwaspadai adalah jika ruam menyebar ke mata, ruam sangat merah, lunak dan hangat, serta ruam dibarengi pusing atau sesak napas.

Jika mengalami kondisi seperti ini, segeralah berkonsultasi dengan dokter.

Paparan virus yang terjadi kepada wanita hamil dapat melahirkan anak-anak dengan cacat lahir, termasuk pertumbuhan yang buruk, ukuran kepala kecil, cacat intelektual, dan gangguan penglihatan.

Baca juga: Terkena Cacar Air Turunkan Risiko Kanker Otak

Pengobatan cacar air

Penderita cacar air biasanya kembali ke aktivitas normal dalam waktu satu hingga dua minggu setelah terdiagnosa.

Setelah sembuh, mayoritas orang menjadi kebal terhadap virus ini.

Mereka yang rentan mengalami dua kali cacar air jika menderita cacar air pertama saat berusia kurang dari enam bulan.

Biasanya, kasus cacar air pertama sangat ringan, dan mempunyai sistem kekebalan yang melemah.

Perawatan yang disarankan untuk mengobati penyakit ini antara lain memberi obat non-aspirin seperti asetaminofen (tylenol) yang dapat meredakan demam, lotion topikal penghilang rasa gatal, atau obat antivirus sesuai anjuran dokter.

Sementara itu, vaksin cacar air juga dapat mengurangi risiko seseorang mengalami penyakit ini, atau jika terkena biasanya mengalami versi yang jauh lebih ringan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Sumber Healthline
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Update Virus Corona Covid-19: 2.120 Kematian, 75.291 Terinfeksi, 14.452 Orang Sembuh

Update Virus Corona Covid-19: 2.120 Kematian, 75.291 Terinfeksi, 14.452 Orang Sembuh

Tren
Sensus Penduduk Online 2020, Ini Metode dan Daftar Pertanyaannya

Sensus Penduduk Online 2020, Ini Metode dan Daftar Pertanyaannya

Tren
Iran Umumkan 2 Kematian akibat Virus Corona Covid-19, Pertama di Timur Tengah

Iran Umumkan 2 Kematian akibat Virus Corona Covid-19, Pertama di Timur Tengah

Tren
PT KAI Buka Lowongan untuk Lulusan SMA, D3, dan S1, Ini Syaratnya...

PT KAI Buka Lowongan untuk Lulusan SMA, D3, dan S1, Ini Syaratnya...

Tren
Kolaborasi dengan Supreme, 3 Keping Biskuit Oreo Ditawar Rp 6,9 Juta

Kolaborasi dengan Supreme, 3 Keping Biskuit Oreo Ditawar Rp 6,9 Juta

Tren
[POPULER TREN] Baut di Sup Penumpang Pesawat | Kajian Terbaru Virus Corona

[POPULER TREN] Baut di Sup Penumpang Pesawat | Kajian Terbaru Virus Corona

Tren
Kajian Terbaru, Berikut Jenis Pasien Paling Rentan Terinfeksi Virus Corona

Kajian Terbaru, Berikut Jenis Pasien Paling Rentan Terinfeksi Virus Corona

Tren
Data Tidak Lengkap Saat Input Sensus Penduduk Online 2020, Berikut Cara Memperbaikinya

Data Tidak Lengkap Saat Input Sensus Penduduk Online 2020, Berikut Cara Memperbaikinya

Tren
Karantina Kapal Diamond Princess Usai, 542 Orang Termasuk 4 WNI Positif Virus Corona

Karantina Kapal Diamond Princess Usai, 542 Orang Termasuk 4 WNI Positif Virus Corona

Tren
Salah Input Data di Sensus Penduduk Online, Simak Caranya di Sini

Salah Input Data di Sensus Penduduk Online, Simak Caranya di Sini

Tren
KIP-K Dibuka Awal Maret, Finalisasi SNMPTN atau Mendaftar KIP Dulu?

KIP-K Dibuka Awal Maret, Finalisasi SNMPTN atau Mendaftar KIP Dulu?

Tren
WNA Bisa Ikut Sensus Penduduk Online 2020, Begini Caranya!

WNA Bisa Ikut Sensus Penduduk Online 2020, Begini Caranya!

Tren
Kisah Zhang Ru, Dokter di China yang Tertidur Bersandar Dinding akibat Kelelahan Tangani Virus Corona

Kisah Zhang Ru, Dokter di China yang Tertidur Bersandar Dinding akibat Kelelahan Tangani Virus Corona

Tren
Plasma Pasien Sembuh Jadi Terapi China Obati Virus Corona

Plasma Pasien Sembuh Jadi Terapi China Obati Virus Corona

Tren
Viral Video Dua Mobil Balapan di Underpass NYIA, Ini Kronologi dan Penjelasan Kementerian PUPR

Viral Video Dua Mobil Balapan di Underpass NYIA, Ini Kronologi dan Penjelasan Kementerian PUPR

Tren
komentar
Close Ads X