BNN Minta Waspadai Narkoba Jenis Baru NPS, Apa Bahayanya?

Kompas.com - 14/10/2019, 15:51 WIB
ilustrasi narkoba shutterstockilustrasi narkoba

KOMPAS.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) meminta masyarakat mewaspadai New Psychoactive Substances (NPS), yaitu narkoba jenis baru hasil sintesis.

NPS juga sering disebut sebagai narkoba sintetis, legal highs, herbal highs, pil pesta, kokain sintetis, ganja sintetis, ekstasi herbal, N-methoxybenzyl, dan banyak nama lainnya.

Produk-produk NPS sering dilabeli "tidak untuk dikonsumsi manusia".

Kepala BNN Komjen Heru Winarko mengatakan, ancaman narkoba jenis NPS ini sangat berbahaya.

Berdasarkan data, terdapat 803 jenis narkoba jenis NPS.

Baca juga: BNN Minta Mahasiswa Waspada Peredaran NPS, Narkoba Jenis Baru

Sebanyak 74 di antaranya beredar di Indonesia. Beberapa jenis NPS juga telah masuk dalam Permenkes No. 20 Tahun 2018.

Apa sebenarnya NPS?

Melansir laman Alcohol and Drug Foundation, NPS adalah narkoba yang telah didesain untuk menyerupai narkoba yang telah ada seperti kanabis, kokain, ekstasi, dan Lysergic Acid Diethylamide (LSD).

NPS juga disebut sebagai jenis-jenis narkotika yang tidak tercantum dalam Single Convention on Narcotics Drugs tahun 1961 atau Single Convention on Psychotropics Substances tahun 1971 oleh United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC).

Para pembuat narkoba jenis ini mengembangkan zat-zat kimia baru untuk menggantikan bahan-bahan yang dilarang.

Upaya ini menunjukkan bahwa struktur kimiawi dari narkoba terus berubah untuk lepas dari ancaman hukum.

Melansir drugwise.org.uk, NPS mulai muncul di Inggris sekitar tahun 2008.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X