Siaran Gosip dan Kontroversi Artis Bertebaran, Ini Tanggapan KPI

Kompas.com - 09/10/2019, 19:02 WIB
ilustrasi shutterstock.comilustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat ini, mudah menjumpai program siaran yang menawarkan acara gosip dan pemberitaan kehidupan seorang selebritas.

Namun terkadang, acara yang terlalu menampilkan kehidupan pribadi seseorang menimbuilkan kontroversi, baik di kalangan masyarakat maupun si selebritas sendiri.

Kontroversi tersebut akhirnya berbuah pemberian sanksi. Terakhir, Komisi Penyiaran Indonesia ( KPI) Pusat memberikan teguran hingga sanksi terhadap dua program siaran, yaitu Pagi Pagi Pasti Happy dan Hotman Paris Show.

Kedua tayangan tersebut dianggap melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS) dengan memuat konten perseteruan dan kehidupan pribadi pesohor Tanah Air.

Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Hardly Stefano menuturkan, untuk program yang mengumbar privasi orang lain, pihaknya telah melakukan pembahasan mengenai maksud dari privasi.

Baca juga: Jika Program Pagi Pagi Pasti Happy Terus Melanggar, KPI Bisa Beri Sanksi Lebih Berat

Hal ini dilakukan sebagai upaya pencegahan agar lembaga penyiaran tidak lagi memproduksi tayangan tersebut.

"Pada periode sekarang, sampai dengan saat ini kebijakan KPI adalah fokus pada penindakan atau sanksi," tutur Hardly kepada Kompas.com, Selasa (8/10/2019).

Untuk makna dari privasi sendiri, Hardly memberikan contoh, jika ada program siaran yang memberitakan seorang selebritas yang bercerai, maka hal tersebut belum bisa dikenakan pasal pelanggaran privasi. Ini karena, menurut Hardly, selebritas tersebut merupakan figur publik.

Kemudian jika tayangan televisi memberitakan konflik pasangan selebritas yang bercerai karena adanya orang ketiga dan berbuntut kontroversi panjang pada masing-masing individu, maka hal ini bisa dikatakan sebagai pelanggaran privasi.

"Karena mengungkap aib masing-masing pihak yang sedang berkonflik," ucap Hardly.

Dengan demikian, sebuah tayangan yang melanggar pedoman dapat dikenakan sanksi. Sanksi tersebut berupa teguran tertulis hingga maksimal dua kali, penghentian sementara, hingga pengurangan durasi.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X