Wajah Demokrasi Baru di Balik Petisi Dukungan Aktivis yang Ditangkap

Kompas.com - 27/09/2019, 16:56 WIB
Artis musik Rara Sekar membuat petisi di laman Change.org untuk menuntut pembebasan rekannya sesama musisi Ananda Badudu yang ditangkap polisi karena menggalang dana untuk aksi demo mahasiswa baru-baru ini. Change.orgArtis musik Rara Sekar membuat petisi di laman Change.org untuk menuntut pembebasan rekannya sesama musisi Ananda Badudu yang ditangkap polisi karena menggalang dana untuk aksi demo mahasiswa baru-baru ini.

KOMPAS.com - Setelah aktivis Dandhy Laksono ditangkap kepolisian karena cuitannya soal Papua, Jumat (27/9/2019), aktivis Ananda Badudu juga dicokok Polda Metro Jaya.

Melihat hal ini, rakyat Indonesia pun seolah tak tinggal diam. Mereka pun mewarnai media sosial, khususnya Twitter dengan tagar #BebaskanDandhyLaksono dan #BebaskanAnandaBadudu.

Tak cukup lewat tagar, petisi yang meminta pembebasan Dandhy Laksono dan Ananda Badudu pun mulai bermunculan.

Hingga Jumat (27/9/2019) pukul 11.00 WIB, petisi yang menuntut pembebasan Dandhy Laksono telah ditandatangi oleh 13.442 orang.

Sementara itu, petisi untuk menuntut pembebasan Ananda Badudu sudah ditandatangani sekitar 57.318 orang.

Melihat hal ini, pakar media sosial Ismail Fahmi menilai adanya tagar atau petisi tersebut sangat efektif untuk menyampaikan aspirasi.

"Ini sebenarnya efektif karena ini wujud demokrasi. Adanya petisi atau tagar-tagar tersebut merupakan wujud demokrasi baru," ucap Ismail saat dihubungi Kompas.com, Jumat (27/9/2019).

Menurutnya, munculnya petisi atau aspirasi lewat tagar tersebut adalah tanda masyarakat Indonesia telah memasuki demokrasi baru dan pengguna internet yang mengarah pada hal positif.

Baca juga: Ditangkap Polisi karena Galang Dana untuk Aksi Mahasiswa, Siapakah Ananda Badudu?

Demokrasi baru

Ia juga mengatakan, perkembangan internet telah membuat kondisi demokrasi semakin bagus dan transparan.

"Adanya internet membuat semuanya menjadi transparan dan demokrasi semakin bagus. Publik bisa dengan mudah dan cepat memberi repson serta kontrol pada pemerintah dan legistlatif," ucap dia.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bantuan Kuota Kemendikbud Sudah Cair, Ini Cara Mengeceknya untuk Pelanggan Telkomsel, Tri, XL, dan Axis

Bantuan Kuota Kemendikbud Sudah Cair, Ini Cara Mengeceknya untuk Pelanggan Telkomsel, Tri, XL, dan Axis

Tren
Meski Nikmat dan Sedap, Ini Aturan Konsumsi Mi Instan

Meski Nikmat dan Sedap, Ini Aturan Konsumsi Mi Instan

Tren
Siap-siap, Cinema XXI Akan Lakukan Uji Coba Pembukaan Bioskop di 10 Kota Ini

Siap-siap, Cinema XXI Akan Lakukan Uji Coba Pembukaan Bioskop di 10 Kota Ini

Tren
INFOGRAFIK: Cara Pencairan Dana Banpres Produktif atau BLT UMKM

INFOGRAFIK: Cara Pencairan Dana Banpres Produktif atau BLT UMKM

Tren
Gadis Berusia 14 Tahun Dapat Ratusan Juta Usai Temukan Terapi Penyembuhan Covid-19

Gadis Berusia 14 Tahun Dapat Ratusan Juta Usai Temukan Terapi Penyembuhan Covid-19

Tren
5 Pandangan Para Dokter Paru untuk Vaksinasi Covid-19 di Indonesia

5 Pandangan Para Dokter Paru untuk Vaksinasi Covid-19 di Indonesia

Tren
CDC Perbarui Definisi 'Kontak Dekat' Covid-19, Siapa Saja yang Dimaksud?

CDC Perbarui Definisi "Kontak Dekat" Covid-19, Siapa Saja yang Dimaksud?

Tren
Nikon Indonesia Tutup, Bagaimana Sejarah Nikon?

Nikon Indonesia Tutup, Bagaimana Sejarah Nikon?

Tren
Melihat Kecanggihan Pesawat Mata-mata AS P-8 Poseidon yang Ditolak Masuk Indonesia

Melihat Kecanggihan Pesawat Mata-mata AS P-8 Poseidon yang Ditolak Masuk Indonesia

Tren
Daftar BLT UMKM di Kota Yogyakarta Bisa Online, Ini Link-nya!

Daftar BLT UMKM di Kota Yogyakarta Bisa Online, Ini Link-nya!

Tren
[KLARIFIKASI] Video Polisi Disebut Menyamar Jadi Mahasiswa Ditangkap Polisi Lainnya

[KLARIFIKASI] Video Polisi Disebut Menyamar Jadi Mahasiswa Ditangkap Polisi Lainnya

Tren
Viral Unggahan Pendirian Warung Makan Gratis di Klaten yang Buka Setiap Hari, Bagaimana Awal Mulanya?

Viral Unggahan Pendirian Warung Makan Gratis di Klaten yang Buka Setiap Hari, Bagaimana Awal Mulanya?

Tren
Hari Santri 2020, Momen Berjuang di Tengah Pandemi Covid-19

Hari Santri 2020, Momen Berjuang di Tengah Pandemi Covid-19

Tren
Virus Corona dan Meninggalnya Relawan Uji Vaksin Covid-19 AstraZeneca...

Virus Corona dan Meninggalnya Relawan Uji Vaksin Covid-19 AstraZeneca...

Tren
[HOAKS] Penonton Cinema XXI Wajib Keluar Tiap 30 Menit Hirup Udara Segar

[HOAKS] Penonton Cinema XXI Wajib Keluar Tiap 30 Menit Hirup Udara Segar

Tren
komentar
Close Ads X