Menteri Jokowi Terkena Kasus Korupsi, Bagaimana Pemberantasan Korupsi di Negara Lain?

Kompas.com - 20/09/2019, 05:45 WIB
Ilustrasi korupsi. ShutterstockIlustrasi korupsi.


KOMPAS.com - Upaya pemberantasan korupsi di Indonesia terus bergeliat di tangan lembaga yang berwenang yakni Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK).

Dalam perjalanannya sejak didirikan pada tahun 2002, KPK sudah berhasil menangkap banyak koruptor dari kalangan anggota DPR/DPRD, kepala daerah, hingga tingkatan Menteri.

Yang terbaru misalnya, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi dijadikan tersangka atas kasus dugaan suap dana hibah KONI.

Dalam upaya pemberantasan korupsi, KPK bertanggung jawab kepada publik dan menyampaikan laporannya secara terbuka dan berkala kepada Presiden, Dewan Perwakilan Rakyat, dan Badan Pemeriksa Keuangan.

Namun, tahukah Anda ada 2 negara yang memiliki lembaga anti korupsi yang menjadi role model atau percontohan di berbagai dunia.

Dilansir dari acch. kpk.go.id, kedua negara tersebut adalah Singapura dan Hongkong.

CPIB Singapura

Upaya pemberantasan korupsi di Singapura ternyata sudah dilakukan sejak zaman penjajahan Inggris.

Hingga tahun 1952, semua kasus korupsi ditangani oleh unit kecil di kesatuan polisi Singapura yang dikenal dengan "Unit Anti Korupsi".

Tetapi, unit tersebut dinilai terlalu kecil dan tidak maksimal dalam bekerja.

Akhirnya, CPIB (Corrupt Practice Investigation Bureau) dibentuk sebagai pengganti "Unit Anti Korupsi"

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X