Atasi Titik Api dan Kabut Asap Riau, BNPB Tambahkan 100 Personel TNI

Kompas.com - 13/09/2019, 21:14 WIB
Pengendara menembus kabut asap dampak dari kebakaran hutan dan lahan di Pekanbaru, Riau, Kamis (12/9/2019). Kota Pekanbaru menjadi salah satu wilayah di Provinsi Riau yang terpapar kabut asap karhutla di mana dalam tiga hari belakangan ini kabut asap semakin parah dirasakan masyarakat di kota itu. ANTARA FOTO/RONY MUHARRMANPengendara menembus kabut asap dampak dari kebakaran hutan dan lahan di Pekanbaru, Riau, Kamis (12/9/2019). Kota Pekanbaru menjadi salah satu wilayah di Provinsi Riau yang terpapar kabut asap karhutla di mana dalam tiga hari belakangan ini kabut asap semakin parah dirasakan masyarakat di kota itu.

JAKARTA, KOMPAS.com - Titik api atau hotspot kebakaran hutan terlihat di beberapa titik di Indonesia. Munculnya banyak titik api ini menyebabkan sejumlah wilayah mengalami bencana kabut asap, termasuk area Pekanbaru, Riau.

Untuk menanggulangi hal ini, Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data dan Informasi Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Agus Wibowo menuturkan, pihaknya menerjunkan total 9.172 orang personel.

Agus menambahkan, dari jumlah total tersebut tersebar di beberapa provinsi.

"Masing-masing provinsi 1.512 personel terdiri dari 1.000 TNI, 200 POLRI, 312 BPBD+OPD dan masyarakat yang direkrut untuk membantu," ujar Agus dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (13/9/2019).

Namun khusus untuk Provinsi Riau, BNPB mengarahkan tambahan personel sejumlah 100 orang dari kesatuan TNI. Penambahan ini dilakukan guna melakukan pemadaman di area kilang minyak di Dumai.

Baca juga: Kabut Asap dan Karhutla Riau, Peristiwa Tahunan yang Selalu Berulang...

Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengurangi bencana kebakaran adalah dengan melakukan water bombing di beberapa daerah antara lain: Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Lebih lanjut, Agus menuturkan, area sebaran titik api terdapat di berbagai wilayah dengan kategori sedang dan tinggi dengan rincian sebagai berikut:

Titik api kategori sedang (30-79 persen)

  • Maluku Utara: 21 titik
  • Papua: 34 titik
  • Papua Barat: 2 titik
  • Maluku: 36 titik
  • Nusa Tenggara Timur : 50 titik
  • Kalimantan Utara: 17 titik
  • Kalimantan Timur: 142 titik
  • Kalimantan Barat : 376 titik
  • Kalimantan Tengah: 1.130 titik
  • Sulawesi Barat : 11 titik
  • Kalimantan Selatan: 253 titik
  • Jambi: 204 titik
  • Riau: 116 titik
  • Sumatera Selatan: 317 titik
  • Kep. Bangka Belitung: 19 titik
  • Lampung: 38 titik
  • Jawa Barat: 21 titik
  • Jawa Tengah: 18 titik
  • Jawa Timur: 23 titik
  • Nusa Tenggara Barat: 12 titik
  • Sulawesi Tenggara: 13 titik
  • Sulawesi Tengah: 36 titik
  • Kep. Riau: 4 titik
  • Sulawesi Selatan: 12 titik
  • Banten: 4 titik
  • Sulawesi Utara: 16 titik
  • Gorontalo: 2 titik
  • Bengkulu: 3 titik
  • Sumatera Barat: 5 titik
  • Sumatera Utara: 3 titik

Kategori Tinggi (lebih dari 80 persen):

  • Maluku Utara: 13 titik
  • Papua : 4 titik
  • Maluku: 11 titik
  • Nusa Tenggara Timur: 18 titik
  • Kalimantan Utara: 3 titik
  • Kalimantan Timur: 70 titik
  • Kalimantan Barat: 153 titik
  • Kalimantan Tengah: 854 titik
  • Sulawesi Barat: 2 titik
  • Kalimantan Selatan: 156 titik
  • Jambi: 306 titik Riau: 145 titik
  • Sumatera Selatan: 292 titik
  • Kep. Bangka Belitung: 7 titik
  • Lampung: 35 titik Jawa Barat: 7 titik
  • Jawa Tengah: 10 titik
  • Jawa Timur: 7 titik
  • Nusa Tenggara Barat: 2 titik
  • Sulawesi Tenggara: 8 titik
  • Sulawesi Tengah: 9 titik
  • Kep. Riau: 2 titik
  • Sulawesi Selatan: 7 titik
  • Banten: 3 titik
  • Sulawesi Utara: 3 titik
  • DI Yogyakarta: 2 titik
  • Bengkulu: 2 titik
  • Sumatera Barat: 2 titik

 Baca juga: Kabut Asap Kebakaran Hutan Kian Parah, BNPB Lakukan Water Bombing

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X