Kabut Asap Kebakaran Hutan Kian Parah, BNPB Lakukan Water Bombing

Kompas.com - 13/09/2019, 19:03 WIB
Pengendara menembus kabut asap dampak dari kebakaran hutan dan lahan di Pekanbaru, Riau, Kamis (12/9/2019). Kota Pekanbaru menjadi salah satu wilayah di Provinsi Riau yang terpapar kabut asap karhutla di mana dalam tiga hari belakangan ini kabut asap semakin parah dirasakan masyarakat di kota itu. ANTARA FOTO/RONY MUHARRMANPengendara menembus kabut asap dampak dari kebakaran hutan dan lahan di Pekanbaru, Riau, Kamis (12/9/2019). Kota Pekanbaru menjadi salah satu wilayah di Provinsi Riau yang terpapar kabut asap karhutla di mana dalam tiga hari belakangan ini kabut asap semakin parah dirasakan masyarakat di kota itu.

JAKARTA, KOMPAS.com - Asap kebakaran hutan di Indonesia menjadi tajuk pemberitaan utama beberapa hari ini. Salah satu lokasi yang terkena dampak besar dari karhutla ini adalah wilayah Riau.

Meski begitu, hingga Jumat (13/9/2019), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat terdapat titik api (hotspot) di beberapa daerah.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat, Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data dan Informasi Masyarakat BNPB, Agus Wibowo menuturkan, berdasarkan pemantauan selama 24 jam terakhir dari satelit Aqua, Terra, SNNP pada catalog modis LAPAN hingga Jumat pukul 07.10 WIB, BNPB mencatat total 5.071 titik api.

Dari jumlah ini, BNPB mencatat jumlahhotspot yang terpantau dikelompokkan menjadi dua kategori, yakni kategori sedang (30-79 persen), serta sebanyak 2.938 dan kategori tinggi atau lebih dari 80 persen, dengan rincian sebagai berikut

Baca juga: Warga yang Terpapar Kabut Asap di Pekanbaru Mengungsi, Sebagian Dijemput ke Rumah:

Sebaran hotspot kategori Sedang:

  • Maluku Utara: 21 titik
  • Papua: 34 titik
  • Papua Barat: 2 titik
  • Maluku: 36 titik
  • Nusa Tenggara Timur : 50 titik
  • Kalimantan Utara: 17 titik
  • Kalimantan Timur: 142 titik
  • Kalimantan Barat : 376 titik
  • Kalimantan Tengah: 1.130 titik
  • Sulawesi Barat : 11 titik
  • Kalimantan Selatan: 253 titik
  • Jambi: 204 titik
  • Riau: 116 titik
  • Sumatera Selatan: 317 titik
  • Kep. Bangka Belitung: 19 titik
  • Lampung: 38 titik
  • Jawa Barat: 21 titik
  • Jawa Tengah: 18 titik
  • Jawa Timur: 23 titik
  • Nusa Tenggara Barat: 12 titik
  • Sulawesi Tenggara: 13 titik
  • Sulawesi Tengah: 36 titik
  • Kep. Riau: 4 titik
  • Sulawesi Selatan: 12 titik
  • Banten: 4 titik
  • Sulawesi Utara: 16 titik
  • Gorontalo: 2 titik
  • Bengkulu: 3 titik
  • Sumatera Barat: 5 titik
  • Sumatera Utara: 3 titik

Kategori Tinggi:

  • Maluku Utara: 13 titik
  • Papua : 4 titik
  • Maluku: 11 titik
  • Nusa Tenggara Timur: 18 titik
  • Kalimantan Utara: 3 titik
  • Kalimantan Timur: 70 titik
  • Kalimantan Barat: 153 titik
  • Kalimantan Tengah: 854 titik
  • Sulawesi Barat: 2 titik
  • Kalimantan Selatan: 156 titik
  • Jambi: 306 titik
  • Riau: 145 titik
  • Sumatera Selatan: 292 titik
  • Kep. Bangka Belitung: 7 titik
  • Lampung: 35 titik
  • Jawa Barat: 7 titik
  • Jawa Tengah: 10 titik
  • Jawa Timur: 7 titik
  • Nusa Tenggara Barat: 2 titik
  • Sulawesi Tenggara: 8 titik
  • Sulawesi Tengah: 9 titik
  • Kep. Riau: 2 titik
  • Sulawesi Selatan: 7 titik
  • Banten: 3 titik
  • Sulawesi Utara: 3 titik
  • Di Yogyakarta: 2 titik
  • Bengkulu: 2 titik
  • Sumatera Barat: 2 titik

Untuk melakukan pemadaman api, Agus menuturkan, pihaknya melakukan water bombing dengan menggunakan helikopter.

Baca juga: Setelah di Samarinda, Kabut Asap Karhutla Tunda 5 Penerbangan di Palembang

Untuk ini, Agus menambahkan, pihaknya menerjunkan 9,172 personel dengan rincian 1.512 orang personel untuk masing-masing provinsi di Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Setiap personil per provinsi terdiri dari 1.000 orang anggota TNI, 200 orang anggota POLRI, 3122 orang anggota BPBD dan OPD serta masyarakat setempat yang direkrut untuk membantu memdamkan kebakaran hutan.

"Untuk Riau ada tambahan 100 TNI untuk membantu pemadam di area kilang minyak Dumai," ujar Agus.

Pantauan asap karhutla

Sementara menurut data yang dihimpun oleh Badan Meteorologi,Klimatologi, dan Geofisika, hingga Jumat pukul 14.00 WIB, terdeteksi asap di wilayah Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan.

Selain itu, asap juga terdeteksi di provinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Semenanjung Malaysia, dan wilayah Serawak Malaysia.

"Arah sebaran asap di Riau, Sumatera Utara, Jambi, Sumatera Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur menyebar ke arah timur laut. Sementara sebaran asap di wilayah Kalimantan Barat, Jambi, dan Kalimantan Tengah menyebar ke arah barat laut," tulis BMKG dalam laporannya.

Selain itu, BMKG juga mencatat adanya transboundary haze dari Sumatera ke Selat Melaka hingga Semenanjung Malaysia. Bahkan, asap lintas batas itu juga mencapai Kalimantan Barat dan wilayah Serawak di Malaysia.


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengumuman Penerima Kartu Prakerja Gelombang 9 Malam Ini Pukul 22.00 WIB

Pengumuman Penerima Kartu Prakerja Gelombang 9 Malam Ini Pukul 22.00 WIB

Tren
Temukan Kelemahan Virus Corona, Peneliti Inggris Optimistis Pengembangan Obat Covid-19 Berhasil

Temukan Kelemahan Virus Corona, Peneliti Inggris Optimistis Pengembangan Obat Covid-19 Berhasil

Tren
Pelanggaran Etik Firli Bahuri, Gaya Hidup Mewah, dan Sanksi yang Dinilai Terlalu Ringan...

Pelanggaran Etik Firli Bahuri, Gaya Hidup Mewah, dan Sanksi yang Dinilai Terlalu Ringan...

Tren
Hari Ini Rekor Kasus Harian Covid-19, Zona Merah Bertambah Jadi 58, Mana Saja?

Hari Ini Rekor Kasus Harian Covid-19, Zona Merah Bertambah Jadi 58, Mana Saja?

Tren
[HOAKS] Cara Mengetahui Penularan Virus Corona Tanpa Swab Test

[HOAKS] Cara Mengetahui Penularan Virus Corona Tanpa Swab Test

Tren
Migrant Care: Keberanian Parti Liyani Jadi Inspirasi untuk Melawan Impunitas

Migrant Care: Keberanian Parti Liyani Jadi Inspirasi untuk Melawan Impunitas

Tren
INFOGRAFIK: Sanksi bagi Pihak yang Gelar Konser Saat Pilkada 2020

INFOGRAFIK: Sanksi bagi Pihak yang Gelar Konser Saat Pilkada 2020

Tren
Pemprov DKI Jakarta Buka Pendaftaran untuk Nakes Penanggulangan Covid-19, Ini Rinciannya...

Pemprov DKI Jakarta Buka Pendaftaran untuk Nakes Penanggulangan Covid-19, Ini Rinciannya...

Tren
Dijatuhi Sanksi Ringan, Ini Perjalanan Kasus Pelanggaran Etik Firli Bahuri

Dijatuhi Sanksi Ringan, Ini Perjalanan Kasus Pelanggaran Etik Firli Bahuri

Tren
[HOAKS] Informasi Grup Whatsapp untuk Wilayah Covid-19 dan Pembagian Vaksin

[HOAKS] Informasi Grup Whatsapp untuk Wilayah Covid-19 dan Pembagian Vaksin

Tren
Viral, Video Balita di Papua Tak Ingin Berpisah dengan Prajurit TNI

Viral, Video Balita di Papua Tak Ingin Berpisah dengan Prajurit TNI

Tren
Masa Berlaku Paspor Akan Menjadi 10 Tahun, Kapan Mulai Diterapkan?

Masa Berlaku Paspor Akan Menjadi 10 Tahun, Kapan Mulai Diterapkan?

Tren
Lapan Analisis Banjir di Sukabumi melalui Satelit Penginderaan Jauh, Ini Hasilnya

Lapan Analisis Banjir di Sukabumi melalui Satelit Penginderaan Jauh, Ini Hasilnya

Tren
[HOAKS] Informasi Pilkada Serentak 2020 Ditunda Kecuali di Solo dan Medan

[HOAKS] Informasi Pilkada Serentak 2020 Ditunda Kecuali di Solo dan Medan

Tren
6 Orang Berpengaruh di Dunia dalam Penanganan Virus Corona Versi TIME

6 Orang Berpengaruh di Dunia dalam Penanganan Virus Corona Versi TIME

Tren
komentar
Close Ads X