Merkantilisme, Sistem Ekonomi Eropa Abad ke-16

Kompas.com - 27/07/2021, 16:00 WIB
Ilustrasi perdagangan di Venesia pada saat merkantilisme mencapai puncaknya.
Wikimedia CommonsIlustrasi perdagangan di Venesia pada saat merkantilisme mencapai puncaknya.

KOMPAS.com - Merkantilisme adalah suatu kebijakan politik ekonomi negara-negara imperialis dengan tujuan memupuk kekayaan berupa logam  mulia.

Alat utamanya adalah dengan perdagangan luar negeri, yaitu memaksimalkan ekspor dan meminimalkan impor.

Sistem ekonomi merkantilisme bertujuan untuk mengumpulkan cadangan emas, memperoleh neraca perdagangan yang baik, mengembangkan pertanian dan industri, serta memegang monopoli atas perdagangan luar negeri.

Sebab, para penganut sistem ini percaya bahwa kesejahteraan suatu negara ditentukan oleh banyaknya aset yang disimpan serta besarnya perdagangan yang dilakukan.

Sistem ini juga berupaya untuk meningkatkan kekuasaan negara dengan mengorbankan kekuatan negara lain atau saingannya.

Merkantilisme tumbuh dan berkembang pesat pada abad ke-16 hingga abad ke-18, khususnya di Eropa Barat (Spanyol, Inggris, Prancis, dan Belanda).

Dalam sejarahnya, merkantilisme sering kali menjadi salah satu faktor pendorong kolonialisme dan imperialisme oleh bangsa Barat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Faktor Penjelajahan Samudra Bangsa Eropa

Perkembangan merkantilisme

Merkantilisme menjadi aliran pemikiran ekonomi yang dominan di Eropa selama akhir renaisans dan periode modern awal.

Bentuk paling sederhana dari sistem ini adalah bullionisme, yang mendefinisikan kekayaan negara berdasarkan jumlah logam mulia yang dimiliki.

Bukti awal kemunculan sistem ini dapat dilihat dari adanya kontrol perdagangan emas batangan Mediterania di Venesia, Genoa, dan Pisa.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengaruh Renaissance bagi Indonesia

Pengaruh Renaissance bagi Indonesia

Stori
Ngaben: Asal-usul, Tujuan, Prosesi, dan Macamnya

Ngaben: Asal-usul, Tujuan, Prosesi, dan Macamnya

Stori
Sejarah Wayang Kulit

Sejarah Wayang Kulit

Stori
Tarian Suling Dewa, Tari Pemanggil Hujan asal Lombok

Tarian Suling Dewa, Tari Pemanggil Hujan asal Lombok

Stori
Kondisi Eropa Sebelum Renaissance

Kondisi Eropa Sebelum Renaissance

Stori
Ritual Ujungan, Tarian Pemanggil Hujan

Ritual Ujungan, Tarian Pemanggil Hujan

Stori
Mengapa Aceh Menyerang Portugis di Malaka?

Mengapa Aceh Menyerang Portugis di Malaka?

Stori
Perhiasan Manusia Purba

Perhiasan Manusia Purba

Stori
Mengapa Karya Sastra Kerajaan Kediri dan Majapahit Berkembang Pesat?

Mengapa Karya Sastra Kerajaan Kediri dan Majapahit Berkembang Pesat?

Stori
Paduka Bathara dalam Struktur Pemerintahan Majapahit

Paduka Bathara dalam Struktur Pemerintahan Majapahit

Stori
Sejarah Perayaan Thanksgiving

Sejarah Perayaan Thanksgiving

Stori
Common Sense, Pamflet Thomas Paine yang Dorong Kemerdekaan AS

Common Sense, Pamflet Thomas Paine yang Dorong Kemerdekaan AS

Stori
Isi Pidato 'I Have a Dream' Martin Luther King

Isi Pidato "I Have a Dream" Martin Luther King

Stori
Mengapa China Tidak Menyerang Taiwan?

Mengapa China Tidak Menyerang Taiwan?

Stori
Apa Bedanya China, Taiwan, Hong Kong, dan Macau?

Apa Bedanya China, Taiwan, Hong Kong, dan Macau?

Stori
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.