Bolshevik, Cikal Bakal Partai Komunis Uni Soviet

Kompas.com - 09/07/2021, 12:00 WIB
Pertemuan Partai Bolshevik pada 1920. Wikimedia CommonsPertemuan Partai Bolshevik pada 1920.

KOMPAS.com - Bolshevik adalah fraksi mayoritas dalam Partai Pekerja Sosial-Demokrat Rusia (RSDRP) yang muncul menjelang Revolusi Rusia untuk menggulingkan pemerintahan Kekaisaran Rusia.

Dalam sebuah konferensi yang digelar pada 1903, RSDRP pecah menjadi dua, yaitu Bolshevik (Radikal Revolusioner) dan Mensyevik (Sosial-Demokrat), karena perbedaan ideologi.

Bolshevik adalah fraksi berhaluan radikal revolusioner atau komunis yang dipimpin oleh Vladimir Lenin.

Orang-orang Bolshevik adalah kelompok garis keras yang memandang perubahan harus dicapai dengan senjata (perang).

Melalui Revolusi Oktober 1917, Bolshevik berhasil mengambil alih pemerintahan Rusia dari Menshevik.

Dalam perkembangannya, Bolshevik terbukti menjadi cikal bakal Partai Komunis Uni Soviet.

Baca juga: Dampak Revolusi Perancis bagi Dunia

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sejarah berdirinya Bolshevik

Pada 1903, anggota Partai RSDRP mengadakan kongres untuk meratifikasi posisi mereka.

Kongres pertama pada Juli 1903 yang diadakan di Brussel sempat diganggu oleh kepolisian Belgia.

Oleh karena itu, mereka mengadakan pertemuan kembali di London untuk membahas hal yang sama.

Pada saat itu, perpecahan yang serius telah muncul di dalam partai karena perbedaan ideologi.

Partai RSDRP pun terbagi menjadi dua golongan yang masing-masing dipimpin oleh Vladimir Lenin dan Alexander Kerensky.

Ketika diadakan pemungutan suara internal, Lenin menang dan meminta lawannya untuk meninggalkan kongres.

Perpecahan pun tidak dapat dihindarkan, dan Lenin dengan penuh kemenangan menyebut kelompoknya sebagai Bolshevik (mayoritas), sementara lawannya Menshevik (minoritas).

Pada 1910, kedua fraksi ini sempat berencana untuk bersatu kembali saat kedudukannya mereka berhasil dilemahkan oleh kaisar.

Namun, upaya tersebut gagal setelah Bolshevik memutuskan untuk mengadakan pertemuan pada 1912 tanpa Menshevik.

Sejak saat itu, kedua fraksi ini menggunakan cara yang berbeda untuk menggulingkan kaisar dari takhtanya.

Baca juga: Perang Saudara Amerika: Penyebab, Jalannya Pertempuran, dan Dampak

Revolusi Bolshevik

Pada Februari 1917, golongan Menshevik berhasil meruntuhkan Kekaisaran Rusia setelah menggulingkan Nicholas II dari Dinasti Romanov.

Alexander Kerensky pun duduk di kursi pemerintahan dan mengumumkan berdirinya Republik Rusia kepada seluruh rakyat.

Akan tetapi, rakyat mulai kehilangan kepercayaan setelah Kerensky kalah dalam pertempuran melawan Jerman.

Situasi ini kemudian dimanfaatkan oleh golongan Bolshevik untuk menyebarkan propaganda kepada rakyat.

Bolshevik membentuk tentara sendiri yang disebut dengan Tentara Merah.

Propaganda mereka pun disambut baik oleh rakyat sehingga Bolshevik mampu melakukan revolusi besar-besaran.

Dalam sebuah peristiwa yang disebut sebagai Revolusi Bolshevik atau Revolusi Oktober, Lenin berhasil menggulingkan pemerintahan Menshevik.

Sejak saat itu, Bolshevik menjadi satu-satunya partai yang berkuasai di Republik Soviet Rusia.

Kemudian pada Kongres Partai ke-19 yang diadakan tahun 1952, partai ini berganti nama menjadi Partai Komunis Uni Soviet.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.