Kompas.com - 02/12/2021, 22:50 WIB
Anggota The Big Three, Novak Djokovic, Rafael Nadal, dan Roger Federer menghadiri Perayaan Warisan ATP di The Waldorf Astoria pada 23 Agustus 2013 di New York City. D DIPASUPILAnggota The Big Three, Novak Djokovic, Rafael Nadal, dan Roger Federer menghadiri Perayaan Warisan ATP di The Waldorf Astoria pada 23 Agustus 2013 di New York City.

NEW YORK, KOMPAS.com - Tiga petenis ini menjadi pendukung Asosiasi Tenis Wanita (WTA) menunda semua perhelatan tenis WTA di China.

Para petenis dunia yang ikut mendukung kebijakan WTA antara lain Billie Jean King, pendiri turnamen WTA.

Ada juga mantan petenis nomor satu tunggal putra Andy Roddick dan petenis nomor satu dunia Novak Djokovic.

Para legenda tenis masa lalu: Martina Navratilova, Billie Jean King, Steffi Graf dan Margaret Court Para legenda tenis masa lalu: Martina Navratilova, Billie Jean King, Steffi Graf dan Margaret Court

Baca juga: Li Na, Petenis Putri yang Dorong Minat Masyarakat China

Sejatinya, WTA berisiko kehilangan uang di China.

Uang itu berasal dari perhelatan-perhelatan turnamen tenis wanita di Negeri Tirai Bambu tersebut.

WTA menunda turnamen-turnamennya di China sebagai bentuk dukungan bagi perlindungan terhadap petenis China Peng Shuai.

Baca juga: WTA Berisiko Kehilangan Uang di China

Peng Shuai menjadi perhatian internasional lantaran hampir tiga pekan absen di depan umum.

File foto ini diambil pada 3 Oktober 2016 menunjukkan reaksi Peng Shuai dari China setelah mengalahkan Venus Williams dari AS dalam pertandingan babak pertama tunggal putri di turnamen tenis China Open di Beijing. AFP PHOTO/FRED DUFOUR File foto ini diambil pada 3 Oktober 2016 menunjukkan reaksi Peng Shuai dari China setelah mengalahkan Venus Williams dari AS dalam pertandingan babak pertama tunggal putri di turnamen tenis China Open di Beijing.

Peng Shuai pada awal November 2021 memosting pesan di media sosial yang menyebutkan mantan wakil perdana menteri China, Zhang Gaoli melakukan pelecehan seksual terhadapnya.

Kepala Eksekutif WTA Steve Simon mengatakan pihaknya tak bisa meminta atlet berlaga di China sementara Peng Shuai tak mendapatkan izin berkomunikasi secara bebas.

"Saya melihat, tampaknya Peng Shuai telah ditekan untuk membantah tuduhan pelecehan seksual itu," ujar Steve Simon.

China's Peng Shuai makes a forehand return to Japan's Nao Hibino during their first round singles match at the Australian Open tennis championship in Melbourne, Australia, Tuesday, Jan. 21, 2020. (AP Photo/Andy Brownbill)Andy Brownbill China's Peng Shuai makes a forehand return to Japan's Nao Hibino during their first round singles match at the Australian Open tennis championship in Melbourne, Australia, Tuesday, Jan. 21, 2020. (AP Photo/Andy Brownbill)

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.