Soal Peringkat Indonesia di Olimpiade Tokyo, Ini Kata Menpora dan KOI

Kompas.com - 09/08/2021, 17:17 WIB
Kontingan indonesia dalam parade pembukaan Olimpiade Tokyo 2020 di Olympic Stadium, Jepang, pada Jumat (23/7/2021) malam WIB. AFP/BEN STANSALLKontingan indonesia dalam parade pembukaan Olimpiade Tokyo 2020 di Olympic Stadium, Jepang, pada Jumat (23/7/2021) malam WIB.

KOMPAS.com - Menpora Zainudin Amali dan Ketum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari memberi tanggapan soal peringkat Indonesia pada Olimpiade Tokyo 2020.

Kontingen Indonesia telah menyelesaikan perjuangan di Olimpiade Tokyo 2020. Tim Merah Putih finis di peringkat ke-55 dengan perolehan lima medali.

Medali tim Merah Putih di Tokyo 2020 terdiri atas satu emas, satu perak, dan tiga perunggu.

Medali emas Indonesia diraih dari cabor bulu tangkis melalui pasangan ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu.

Sementara itu, medali perak dipersembahkan lifter Eko Yuli Irawan yang turun di kelas 61 kg putra cabor angkat besi.

Baca juga: Siapa Atlet Peraih Medali Emas Terbanyak di Olimpiade Tokyo 2020?

Adapun tiga perunggu masing-masing didapat oleh Windy Cantika Aisah (angkat besi), Rahmat Erwin Abdullah (angkat besi), dan Anthony Sinisuka Ginting (bulu tangkis).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Peringkat ke-55 membuat Indonesia tidak mencapai target pada Olimpiade Tokyo 2020. Adapun target yang ditetapkan Kemenpora adalah peringkat 40 besar.

Meski demikian, jumlah medali yang dimenangkan tim Merah Putih meningkat dari Olimpiade Rio 2016.

Saat itu, Indonesia meraih tiga medali, yakni satu emas dan dua perak sehingga bertengger di peringkat ke-46.

Baca juga: Klasemen Akhir Olimpiade Tokyo - AS Juara Umum Salip China, Indonesia Ke-55

Kendati belum memenuhi target, Menpora Zainudin Amali menilai Indonesia telah menuai pencapaian bagus di Olimpiade Tokyo 2020.

"Di Olimpiade Tokyo, ini banyak kejutan. Banyak negara yang sebelumnya tidak meraih medali, secara mengejutkan akhirnya bisa memperoleh medali," kata Zainudin Amali mengawali konferensi pers virtual yang juga dihadiri Kompas.com, Senin (9/8/2021) siang WIB.

"Apakah kita melorot di Olimpiade Tokyo? Saya kira tidak. Kalau kita menggunakan ukuran di Rio 2016, perolehan kita bertambah," ujarnya.

"Namun, perihal ranking, ini menjadi catatan bagi kami dan NOC untuk menghitung betul situasi di Tokyo 2020 demi Olimpiade ke depan," katanya.

"Akhirnya kami menyadari, desain besar olahraga Indonesia harus segera berjalan karena kita akan menatap segera Olimpiade Paris 2024," tuturnya.

Baca juga: Olimpiade Tokyo 2020, Penyelenggara Sudah Lakukan 600.000 Tes Covid-19

Lifter Indonesia Eko Yuli Irawan peraih medali perak kelas 61 kg angkat besi putra Olimpiade Tokyo 2020 merayakan keberhasilan bersama Ketua National Olympic Committee (NOC) Indonesia, Raja Sapta Oktohari.Dok: NOC Indonesia Lifter Indonesia Eko Yuli Irawan peraih medali perak kelas 61 kg angkat besi putra Olimpiade Tokyo 2020 merayakan keberhasilan bersama Ketua National Olympic Committee (NOC) Indonesia, Raja Sapta Oktohari.

Raja Sapta Oktohari kemudian menegaskan bahwa perolehan medali bukanlah target para atlet, melainkan secara peringkat.

Menurut dia, jika ditargetkan dengan medali, hal itu dapat membuat para atlet merasa lebih terbebani sehingga bisa memengaruhi penampilan mereka.

"Sejak awal, kami tidak pernah menargetkan perolehan medali. Bagi kami, semangat Olimpiade itu bukan menang ataupun kalah, tetapi seberapa besar tingkat partisipasi para atlet untuk bisa qualified di Olimpiade berikutnya," ujar Raja Sapta Oktohari.

Baca juga: Hari Terakhir Olimpiade Tokyo 2020, 430 Orang Terinfeksi Covid-19

"Saya ingat, menjelang final Greysia/Apriyani, saya berkomunikasi dengan Pak Menpora yang menyarankan kepada untuk tidak memberikan beban kepada para atlet terkait medali," ucapnya.

"Yang paling utama adalah mereka bisa berjuang maksimal. Masyarakat perlu bangga bahwa ada 28 atlet Indonesia yang bisa qualified dan bisa bertanding di Olimpiade Tokyo," ujarnya.

"Kami mengapresiasi langkah yang dibuat Pak Menpora dengan menjadikan peringkat sebagai parameter sukses dan itu meringankan beban para atlet," ucap Okto.

Lebih lanjut, Raja Sapta Oktohari mengatakan, parameter peringkat adalah metode yang bagus dan bisa lebih mendorong prestasi para atlet.

"Ini menjadi metode awal yang bagus dan jika diteruskan dapat memberikan peningkatan atlet yang lolos ke Olimpiade berikutnya dan peringkat yang lebih baik," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Messi “Tersiksa” Dingin dan Salju, Bagaimana Cuaca Saat Laga PSG Vs Club Brugge?

Messi “Tersiksa” Dingin dan Salju, Bagaimana Cuaca Saat Laga PSG Vs Club Brugge?

Liga Champions
Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2021, 10 Peraih Emas Olimpiade Tokyo 2020 Tak Berpartisipasi

Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2021, 10 Peraih Emas Olimpiade Tokyo 2020 Tak Berpartisipasi

Sports
Hasil Liga 1: Hujan 5 Gol, Bruno Silva Pastikan Kemenangan PSIS atas Persita

Hasil Liga 1: Hujan 5 Gol, Bruno Silva Pastikan Kemenangan PSIS atas Persita

Liga Indonesia
Persib Vs Persebaya: Wonderkid Bajul Ijo Mengaku Gugup, Puji Kualitas Maung Bandung

Persib Vs Persebaya: Wonderkid Bajul Ijo Mengaku Gugup, Puji Kualitas Maung Bandung

Liga Indonesia
Update Ranking BWF: Jojo Turun, Penakluk Marcus/Kevin 4 Besar, Ganda Campuran Thailand ke Puncak

Update Ranking BWF: Jojo Turun, Penakluk Marcus/Kevin 4 Besar, Ganda Campuran Thailand ke Puncak

Badminton
Persib Vs Persebaya - Alwi Slamat Absen, Bajul Ijo Tak Risau

Persib Vs Persebaya - Alwi Slamat Absen, Bajul Ijo Tak Risau

Liga Indonesia
Shenzen Open 2022 Resmi Batal

Shenzen Open 2022 Resmi Batal

Sports
Link Live Streaming Liga Champions, Duo Milan Beda Kepentingan Berlaga

Link Live Streaming Liga Champions, Duo Milan Beda Kepentingan Berlaga

Liga Champions
Link Live Streaming PSM Vs Persija, Kick-off Pukul 20.45 WIB

Link Live Streaming PSM Vs Persija, Kick-off Pukul 20.45 WIB

Liga Indonesia
3 Fakta Menarik Duel PSM Makassar Vs Persija Jakarta

3 Fakta Menarik Duel PSM Makassar Vs Persija Jakarta

Liga Indonesia
Piala AFF 2020 - Tekad Witan Sulaeman untuk Bawa Indonesia Juara

Piala AFF 2020 - Tekad Witan Sulaeman untuk Bawa Indonesia Juara

Liga Indonesia
3 Alasan Asia Tenggara Bisa Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2034

3 Alasan Asia Tenggara Bisa Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2034

Sports
Link Live Streaming PSG Vs Club Brugge, Messi dkk Main Pukul 00.45 WIB

Link Live Streaming PSG Vs Club Brugge, Messi dkk Main Pukul 00.45 WIB

Liga Champions
Real Madrid Vs Inter Milan, Si Putih Diminta Tak Ragu 'Jinakkan' Ular Raksasa

Real Madrid Vs Inter Milan, Si Putih Diminta Tak Ragu "Jinakkan" Ular Raksasa

Liga Champions
Jadwal Siaran Langsung Liga Champions, Malam Ini Milan Vs Liverpool

Jadwal Siaran Langsung Liga Champions, Malam Ini Milan Vs Liverpool

Liga Champions
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.