Kompas.com - 08/08/2021, 10:10 WIB
The medals and tray to be used for the medal ceremonies at the Tokyo 2020 Olympics Games are seen during an event to mark 50 days to the opening ceremony, at Ariake Arena in Tokyo on June 3, 2021. (Photo by ISSEI KATO / POOL / AFP) AFP/ISSEI KATOThe medals and tray to be used for the medal ceremonies at the Tokyo 2020 Olympics Games are seen during an event to mark 50 days to the opening ceremony, at Ariake Arena in Tokyo on June 3, 2021. (Photo by ISSEI KATO / POOL / AFP)

TOKYO, KOMPAS.com - Menjelang usainya Olimpiade Tokyo 2020, Minggu (8/8/2021), pemerintah Jepang membeberkan catatan mengenai penanganan Covid-19 yang dimiliki.

Selain melakukan tes Covid-19 harian, penyelenggara Olimpiade Tokyo 2020 melakukan kebijakan ketat jarak sosial.

Di samping itu, ketiadaan suporter baik lokal maupun internasional ikut membantu menekan lonjakan kasus Covid-19 di Olimpiade Tokyo 2020.

Baca juga: Olimpiade Tokyo 2020, Pengaruh Ketiadaan Suporter Tekan Lonjakan Kasus Covid-19

Awalnya, keamanan perhelatan Olimpiade Tokyo 2020 sempat menjadi perbincangan lantaran Jepang bakal kedatangan ribuan orang.

Para pemain Brasil merayakan gol Malcom pada babak perpanjangan waktu kontra Spanyol di final Olimpiade Tokyo 2020 di Yokohama International Stadium, Sabtu (7/8/2021).AFP/LOIC VENANCE Para pemain Brasil merayakan gol Malcom pada babak perpanjangan waktu kontra Spanyol di final Olimpiade Tokyo 2020 di Yokohama International Stadium, Sabtu (7/8/2021).

Ada dugaan, kedatangan atlet, ofisial, dan tim pendukung dari luar negeri bisa berpotensi menularkan virus Covid-19.

Tercatat, ada sekitar 50.000 orang yang tandang ke Jepang pada perhelatan pesta akbar olahraga multicabang itu mulai Jumat (23/7/2021).

Kendati demikian, sejumlah pakar menilai bahwa kasus infeksi Covid-19 masuk dalam kategori terkendali.

Para pemain timnas putri Kanada ketika merayakan kemenangan 3-2 (1-1) atas Swedia pada final Olimpiade Tokyo 2020 yang dihelat di Yokohama International Stadium pada, Jumat (6/8/2021) malam WIB.AFP/ JEFF PACHOUD Para pemain timnas putri Kanada ketika merayakan kemenangan 3-2 (1-1) atas Swedia pada final Olimpiade Tokyo 2020 yang dihelat di Yokohama International Stadium pada, Jumat (6/8/2021) malam WIB.

Peneliti asal Universitas Tokyo, Kei Sato mengatakan awalnya di berpikir orang yang tandang ke Jepang akan memunculkan virus varian baru.

"Nyatanya, tidak ada peluang virus untuk bermutasi," kata Kei Sato.

Catatan juga datang dari Tokyo 2020, penyelenggara.

Logo Olimpiade Tokyo 2020 terpampang di Stadion Olimpiade, Tokyo, Jepang, pada 20 Juli 2020.AFP PHOTO/BEHROUZ MEHRI Logo Olimpiade Tokyo 2020 terpampang di Stadion Olimpiade, Tokyo, Jepang, pada 20 Juli 2020.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Sumber Kyodonews
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.