Surat Terkontaminasi Covid-19 untuk Sang Dewi Atalanta

Kompas.com - 10/04/2020, 07:40 WIB
Bek Atalanta Robin Gosens merayakan gol dengan rekan setimnya dalam pertandingan Grup C Liga Champions antara Shakhtar Donetsk vs Atalanta di Stadion Metallist di Kharkiv pada 11 Desember 2019. AFP/SERGEI SUPINSKYBek Atalanta Robin Gosens merayakan gol dengan rekan setimnya dalam pertandingan Grup C Liga Champions antara Shakhtar Donetsk vs Atalanta di Stadion Metallist di Kharkiv pada 11 Desember 2019.

KOMPAS.com - Nama klub asal Italia, Atalanta, terinspirasi dari dari seorang dewi dalam mitologi Yunani.

Klub yang bermarkas di Kota Bergamo tersebut memulai sejarahnya dalam coretan dunia sepak bola pada tahun 1907 silam.

La Dea, julukan Atalanta, juga bermakna Sang Dewi. Bahkan, bukan hanya nama Atalanta saja yang dipakai, logo klub tersebut juga berupa seorang wanita dengan rambut panjangnya.

Awal perjalanan di Serie A, kasta tertinggi Liga Italia, nama Atalanta tidak begitu diperhatikan.

Sesuai dengan kisahnya Dewi Atalanta di dalam mitologi Yunani itu.

Baca juga: Muncul Petisi Agar Gelar Scudetto Serie A Diberikan kepada Atalanta

Dewi Atalanta memliki filosofi perjuangan seorang wanita yang dianggap lemah, mampu membuktikan diri di kaum maskulin.

Dalam kisah Calydonian Boar Hunt misalnya, Atalanta dipandang sebelah mata karena satu-satunya wanita yang ikut dalam perburuan babi hutan dan dianggap merepotkan.

Akan tetapi, dia mampu melukai babi meski akhirnya keberhasilannya tidak dihargai.

Sama halnya dengan klub sepak bola Atalanta. Tak ada satu pun yang memandangnya sebagai tim berbahaya.

Hingga musim 2016-2017, nama Atalanta menjadi salah satu peserta yang bermain di kasta teratas Liga Italia, Serie A.

Baca juga: Kegelapan Liga Champions, Liverpool hingga Atalanta Diduga Pembunuh

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X