Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Penyebab Variasi Paruh Burung Finch

Kompas.com - 02/02/2024, 11:00 WIB
Vanya Karunia Mulia Putri

Penulis

KOMPAS.com - Paruh burung finch menjadi salah satu bukti terjadinya evolusi, yang diamati oleh Charles Darwin.

Uniknya, paruh burung finch berbeda tiap individunya. Tidak hanya bentuknya saja yang berbeda, ukurannya pun juga beragam.

Variasi paruh burung finch

Buku Kelangsungan Hidup Organisme (2021) Variasi paruh burung finch

Dikutip dari buku Kelangsungan Hidup Organisme (2020) oleh Keni Andewi, Darwin menemukan bahwa semua burung finch berasal dari satu keturunan yang sama.

Mereka itu diperkirakan berasal dari daratan Ekuador, Amerika Selatan. Entah apa alasannya, burung finch bermigrasi ke Kepulauan Galapgos.

Di situlah, mereka menemukan kehidupan dan lingkungan baru. Sayangnya, tidak semua burung finch dapat bertahan hidup.

Baca juga: Evolusi yang Terjadi pada Burung Finch Menurut Darwin

Apa penyebab terbentuknya variasi paruh burung finch tersebut jelaskan

Dilansir dari situs Harvard, penyebab variasi paruh burung finch adalah sumber dan jenis makanannya yang berbeda.

Contoh, paruh yang panjang dan runcing, cocok untuk menangkap serangga. Sedangkan paruh yang lebar dan tumpul cocok untuk memecahkan biji-bijian juga kacang-kacangan.

Di Kepulauan Galapagos, burung finch yang bermigrasi, mau tidak mau, harus mengonsumsi makanan yang tersedia.

Bagi mereka yang bisa memakannya, akan bertahan hidup. Sebaliknya, yang tidak mampu, akan sulit mempertahankan kehidupannya.

Baca juga: Macam-macam Bentuk Paruh Burung dan Fungsinya

Burung finch yang bisa bertahan hidup akan beranak-pinak dan menghasilkan spesies baru, yang juga harus beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya.

Berikut beberapa variasi paruh burung finch:

  • Burung finch dengan paruh tebal dan kuat, hidup sebagai pemakan biji-bijian
  • Burung finch dengan paruh lurus dan panjang, hidup sebagai pengisap madu bunga kaktus
  • Burung finch dengan paruh tebal, lurus, dan punya lidah pendek, bertahan hidup dengan mengeluarkan serangga dari lubang pohon
  • Burung finch dengan paruh runcing dan ramping, hidup sebagai pemakan serangga
  • Burung finch dengan paruh mirip pemakan serangga, bertahan hidup dengan memakan berbagai jenis serangga.

Kesimpulannya, penyebab variasi paruh burung finch adalah perbedaan lingkungan dan makanan yang memaksa mereka untuk beradaptasi.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Bedanya Akulturasi dan Asimilasi

Bedanya Akulturasi dan Asimilasi

Skola
13 Patrape Linggih

13 Patrape Linggih

Skola
5 Dampak atau Akibat Berita Bohong

5 Dampak atau Akibat Berita Bohong

Skola
8 Ciri-ciri Berita Bohong atau Hoaks yang Perlu Diketahui

8 Ciri-ciri Berita Bohong atau Hoaks yang Perlu Diketahui

Skola
7 Jenis Berita Bohong atau Hoaks yang Perlu Diketahui

7 Jenis Berita Bohong atau Hoaks yang Perlu Diketahui

Skola
Pengertian dan Cara Mengantisipasi Berita Hoaks

Pengertian dan Cara Mengantisipasi Berita Hoaks

Skola
Mengapa Meteor yang Jatuh ke Bumi Tampak Berpijar?

Mengapa Meteor yang Jatuh ke Bumi Tampak Berpijar?

Skola
Metode Komunikasi: Pengertian dan Contohnya

Metode Komunikasi: Pengertian dan Contohnya

Skola
Mengapa Pelaku Usaha Harus Tahu Pesaingnya?

Mengapa Pelaku Usaha Harus Tahu Pesaingnya?

Skola
Inflasi: Pengertian dan Contohnya

Inflasi: Pengertian dan Contohnya

Skola
4 Faktor Penyebab Permasalahan Gender

4 Faktor Penyebab Permasalahan Gender

Skola
Candrane Perangan Awak

Candrane Perangan Awak

Skola
Cacading Awak Bahasa Jawa

Cacading Awak Bahasa Jawa

Skola
Munggah Kabiasaane Awak Bahasa Jawa

Munggah Kabiasaane Awak Bahasa Jawa

Skola
Arane Pegawean Basa Jawa

Arane Pegawean Basa Jawa

Skola
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com