Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Teknik Pahat: Pengertian dan Bentuk Alatnya

Kompas.com - 16/06/2022, 20:00 WIB
Serafica Gischa

Penulis

KOMPAS.com - Patung diartikan sebagai karya seni rupa berbentuk tiga dimensi yang diciptakan dengan metode subtraktif (mengurangi volume) dan adiktif (menambahkan volume). 

Dilansir dari buku Pengetahuan Dasar Seni Rupa (2020) oleh Sofyan Salam, salah satu teknik pembuatan patung yaitu pahat. 

Teknik pahat adalah teknik yang membuat karya seni dengan membuang bahan-bahan yang tidak digunakan. Teknik pahat cocok diaplikasikan pada bahan keras, seperti kayu, batu, dan lain-lain. 

Penerapan teknik ini dilakukan dengan menggunakan bahan atau media yang akan dibentuk. Teknik pahat membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan teknik lainnya. 

Meski membutuhkan waktu yang lama, patung yang dihasilkan dengan teknik pahat menampilkan karakteristik yang mengagumkan dibandingkan teknik yang lain. Hal ini karena sifat ketelitian dan detail dari teknik pahat. 

Baca juga: Teknik Pembuatan Seni Patung

Dalam teknik ini, pematung bisa menemukan suatu bentuk yang tersembunyi dari sebuah batu atau kayu yang belum dipahat. Sehingga daya kreativitasnya sangat tinggi. 

Kelebihan dari teknik pahat ialah mampu menjelaskan ekspresi, pengalaman, atau gagasan dalam bentuk bisial. 

Bentuk alat pahat

Disadur dari jurnal Gedung Isola Sebagai Gagasan dalam Pembuatan Relief Ukiran Kayu (2016) oleh Saptuna, berikut macam-macam mata pahat ukir, yaitu: 

  • Pahat kuku (pahat penguku) 

Bentuk dan kegunaan dari pahat lengkung ini seperti kuku manusia yang berfungsi sebagai pengerjaan pada bagian yang melengkung, melingkar, membentuk cekungan, dan cembung. 

Ukuran terbesar dari pahat kuku yaitu 3 sentimeter dan yang terkecil 2 milimeter. Umumnya digunakan untuk membuat bentuk bunga, daun, dan lain-lain yang mempunyai bentuk lingkaran, cekung, atau cembung. 

Baca juga: Patung Deformatif: Pengertian dan Contohnya

  • Pahat lurus (pahat penyilat) 

Pahat lurus yang digunakan untuk mengerjakan bagian lurus atau rata. Biasanya digunakan ketika membuat dasaran dan membuat siku-siku tepi ukiran dengan dasaran. 

Pahat ini berbentuk lurus, sama seperti pahat pertukangan pembuat kusen. Memiliki ukuran sama seperti pahat kuku, yaitu terbesar di 3 sentimeter dan terkecil pada 2 milimeter. 

  • Pahat lengkung setengah bulatan (pahat kol)

Mata pahat kol berbentuk melengkung belahan setengah bulatan yang berfungsi untuk mengerjakan bagian-bagian cekung yang tidak dapat dikerjakan dengan pahat penguku. 

Ukuran mata pahat ini terbear 1,5 sentimeter dan yang terkecil 0,5 sentimeter. 

  • Pahat miring 

Mata pahat miring atau pengot berbentuk miring runcing dan tajam sebelah. Pahat ini berfungsi untuk membersihkan pada sudut sela-sela ukiran dan meraut bagian-bagian yang diperlukan. 

Ukuran terbesar adalah 0,7 sentimeter dan yang terkecil 0,2 sentimeter. 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com