Kompas.com - 09/06/2022, 18:00 WIB

KOMPAS.com - Teropong atau teleskop merupakan alat untuk melihat benda-benda yang jauh sehingga tampak lebih jelas dan lebih dekat. 

Umumnya teropong terdiri dari dua buah lensa positif. Satu lensa mengarah ke obyek atau disebut lensa obyek dan lensa okuler yang mengarah ke mata. 

Dilihat dari fungsinya, salah satu jenis teropong adalah teropong bintang. Dilansir dari buku Fisika Kesehatan (2021) oleh Dr. Nana, teropong bintang adalah teropong yang fungsinya hanya digunakan untuk melihat benda-benda langit, seperti bintang, planet, dan satelit. 

Cara kerja teropong bintang 

Dilansir dari situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, cara kerja teropong bintang yaitu: 

  • Sebuah teropong bintang terdiri atas dua lensa cembung (bersifat positif). 
  • Bayangan dari lensa okuler pada teropong bintang bersifat maya, terbalik, dan diperbesar. 
  • Bayangan oleh lensa obyektif akan jatuh tepat di fokus lensa obyektifnya. 
  • Pengamatan dengan teropong bintang dilakukan dengan mata yang tidak berakomodasi maksimum. Karena obyek berada di jarak tak hingga. 
  • Jarak bayangan yang dihasilkan lensa obyektif ke lensa okuler akan sama dengan jarak fokus lensa okulernya. 

Baca juga: Perbedaan Planet, Bintang, dan Satelit

Jenis-jenis teropong bintang 

Nama lain dari teropong bintang yaitu teropong astronomi. Ditinjau dari jalan sinarnya, teropong bintang terbagi menjadi dua, yakni:

  • Teropong bias 

Teropong bias terdiri dari dua lensa cembung, yaitu lensa obyektif dan okuler. Sinar yang masuk ke dalam teropong dibiaskan oleh lensa. 

Benda yang diamati terletak di titik jauh tak hingga, sehingga bayangan yang dibentuk oleh lensa obyektif tepat berada pada titik fokusnya.

Bayangan yang dibentuk lensa obyektif merupakan benda bagi lensa okuler. Di mana lensa okuler berfungsi sebagai lup. 

  • Teropong pantul 

Teropong pantul merupakan teropong di mana sinar dalam teropong berjalan dengan cara memantulkan. Cahaya yang datang dikumpulkan oleh cermin melengkung yang besar. 

Cahaya tersebut kemudian dipantulkan ke mata pengamat oleh satu atau lebih cermin yang lebih kecil. 

Baca juga: Teori Bintang Kembar

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.