Kompas.com - 16/11/2021, 08:00 WIB
Ilustrasi memar shutterstockIlustrasi memar

KOMPAS.comMemar merupakan salah satu jenis luka yang kerap kali terjadi pada manusia. Memar seringkali dianggap sebagai luka ringan, namun sebenarnya memar juga dapat mengindikasikan penyakit berat.

Apakah ciri-ciri luka memar dan cara pengobatannya? Untuk mengetahui simaklah uraian di bawah ini!

Ciri-ciri luka memar

Menurut N. E. I. Langlois dalam jurnal The Science Behind the Quest to Determine the Age of Bruises – a Review of the English Language Literature (2007), memar adalah cedera kulit yang muncul dengan ekstravasasi darah di jaringan ikat kulit atau lebih dalam di bawahnya.

Memar merupakan cedera kulit yang mudah diamati. Berikut adalah ciri-ciri dari memar:

  • Perubahan warna kulit menjadi warna biru, hitam, merah, ungu, hijau, coklat, ataupun kekuningan.
  • Terasa sakit dan nyeri ketika disentuh atau digerakkan
  • Terjadinya pembengkakan pada bagian kulit yang berubah warna dan sekitarnya

Baca juga: Apakah Benar Air Liur Bisa Menyembuhkan Luka?

Ilustrais mengobati lukafreepik.com Ilustrais mengobati luka
Cara mengobati memar

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, ada banyak penyebab memar dari mulai cedera fisik (bisa diakibatkan olah raga, kecelakaan kendaraan, keseleo, pukulan, hingga ketegangan otot), dan juga berbagai penyakit (seperti hemophilia, Von Willebrand, dan defisiensi beberapa faktor).

Pengobatan memar bergantung pada tingkat keparahannya. Memar yang sedikit, tidak terlalu sakit, muncul dengan alasan jelas, dan tidak ada luka terbuka dapat ditangani sendiri.

Mengutip dari Heathline, cara mengobati memar ringan adalah mengompresnya dengan es selama 15 menit dan diulangi dalam beberapa jam.

Baca juga: Label Obat dalam Bahasa Inggris

Kemudian mengistirahatkan bagian yang memar dan mengangkatnya pada posisi lebih tinggi dari jantung (agar peredaran darah lancar), juga mengonsumsi obat seperti acetamin (Tylenol).

Disadur dari Verywell Health, penggunaan perban elastis juga dapat mengurangi pembengkakakn pada memar. Namun, harus ingat untuk tidak membungkus memar dengan terlalu kencang, karena justru akan menghambat peredaran darah.

Namun, jika memar yang didapat sering terjadi, disertai luka terbuka, terdapat pendarahan pada gusi, hidung, mulut, mata, tinja, ataupun urin, terjadi karena alasan yang tidak bisa dijelaskan, tidak kunjung sembuh, dan terjadi di area vital. Maka, memar harus diperiksakan ke dokter untuk mendapat pengobatan yang tepat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.