Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apa Alat Musik daerah Bangka Belitung?

Kompas.com - 07/05/2021, 13:36 WIB
Silmi Nurul Utami,
Serafica Gischa

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Bangka Belitung merupakan salah satu provinsi Indonesia yang terletak di sebalah timur pesisir Pulau Sumatera.

Bangka Belitung berada di jalur pelayaran penting berupa jalur datang dan perginya saudagar dari China juga Arab

Sehingga budaya Arab banyak memengaruhi kebudayaan Bangka Belitung. Bangka Belitung memiliki banyak alat musik tradisional seperti Dambus, Gendang Melayu, Caklemong, Rebana, Rebab, Gambanga, dan Suling. Berikut penjelasannya:

  • Dambus

Dambus merupakan alat musik petik khas Bangka Belitung yang lahir dari akulturasi budaya Melayu dan Islam dari saudagar Arab yang masuk melalui jalur perdagangan.

Dilansir dari Warisan Budaya Takbenda Indonesia, dambus terbuat dari kayu dan ujungnya diukir berbentuk kepala rusa atau kijang yang indah.

Baca juga: Alat Musik Daerah Jambi

Dambus dilengkapi oleh tiga buah senar ganda, namun dewasa ini dambus lebih bervariasi dengan jumlah senar yang berbeda-beda. Dambus dihiasi dengan ukiran dan juga kulit binatang pada badannya dan menghasilkan suara yang nyaring namun indah.

  • Gendang Melayu

Gendang melayu adalah alat musik tabuh yang biasanya digunakan sebagai instrument pelengkap dalam memainkan dambus. Keduanya dimainkan secara beriringan agar mendapatkan alunan musik yang indah dan teratur.

Gendang melayu terbuat dari kayu cekung yang ditutupi oleh kulit binatang, ketika ditabuh akan menghasilkan suara yang keras.

  • Caklemong

Caklemong adalah alat musik tradisional Bangka Belitung yang terdiri dari gong perunggu atau kuningan kecil. Gong-gong kecil tersebut kemudian disusun diatas kayu sehingga memiliki bentuk yang mirip dengan gamelan.

Caklemong juga bisanya dimainkan bersama dengan gambus dengan cara dipukul oleh kayu berbalut kain.

  • Rebana

Rebana adalah alat musik tabuh hasil akulturasi budaya Melayu dan Arab yang masuk ke Bangka Belitung. Rebana terbuat dari kayu bundar dan hanya sedikit cekung, kemudian ditutupi oleh kulit kambing, dan dibingkai oleh kayu.

Baca juga: 7 Alat Musik daerah Aceh

Dilansir dari Visit Bangka Belitung, rebana dimainkan pada acara festival seni daerah, qasidah pengajian-pengajian, penyambutan tamu istimewa, dan iring-iringan.

  • Rebab

Rebab adalah alat musik tradisional Bangka Belitung yang memiliki bentuk seperti biola. Rebab memiliki badan bulat yang terbuat dari kayu atau tempurung kelapa yang ditutupi oleh kulit hewan.

Senar rebab terbuat dari rambut buntut kuda maupun ijuk inai. Rebab dimainkan dengan cara digesek seperti halnya biola.

Fitri Anggela dalam jurnal Pengobatan Tradisionla Togak Belian pada Masyarakat Kenegerian Kotorajo Kecamatan Kuantan Hilir Seberang Kabupaten Kuantan Singingi (2020), menyebutkan bahwa bunyi rebab dianggap sebagai jalan berinteraksi dengan alam gaib untuk mendapatkan obat yang bisa menyembuhkan penyakit. 

 
  • [Tangkapan Layar] alat musik Gambangan Bangka BelitungYoutube/budi setiawan [Tangkapan Layar] alat musik Gambangan Bangka Belitung
    Gambangan

Gambangan merupakan alat musik tradisional Bangka Belitung yang terbuat dari 7 bilah kayu. Ketujuh bilah kayu tersebut memiliki panjang yang berbeda dan disusun dari yang terpanjang hingga yang terkecil.

Baca juga: Alat Musik Daerah Bengkulu

Gambangan kemudian dipukul menggunakan bilah kayu kecil untuk menghasilkan nada-nada yang berbeda. Gambangan dibuat dari kayu yang ringan seperti kayu sengkrubong dan kayu meranti.

  • Suling

Suling khas Bangka Belitung terbuat dari bambu kecil dan diukir dengan ukiran khas Bangka Belitung. Suling mengeluarkan suara melengking yang merdu dan berkesan sedih serta mendayu-dayu bagi yang mendengarnya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com