Kompas.com - 06/05/2021, 13:11 WIB
[Tangkapan Layar] alat musik Akordeon, daerah Sumatera Selatan Youtube/ Utak Atik Otak[Tangkapan Layar] alat musik Akordeon, daerah Sumatera Selatan

KOMPAS.comAkordeon merupakan salah satu alat musik daerah Sumatera Selatan. Alat musik ini mirip seperti piano, karena memiliki tuts berwarna hitam dan putih. Namun, sebenarnya piano dan akordeon memiliki cara yang berbeda dalam menggunakannya.

Piano dimainkan dengan menekan tuts berwarna hitam dan atau putih. Akordeon juga dimainkan dengan cara menekan tuts berwarna tersebut. Namun, pemain alat musik ini harus mengatur alunan suara dan nada secara bersamaan.

Dalam buku Seni Musik Tradisi Nusantara (2020) karya Ketut Wisnawa, disebutkan jika akordeon termasuk dalam jenis alat musik aerofon.

Cara memainkan alat musik ini cukup unik, yakni akordeon digendong dan dipegang dengan kedua tangan. Satu tangan difungsikan untuk mengatur alunan suara. Sedangkan tangan yang satunya digunakan untuk mengatur nada.

Mengutip dari jurnal Penelusuran Sejarah Instrumen Akordeon dalam Ansambel Musik Melayu di Kota Pontianak (2013) karya Peri Rahmadi dan kawan-kawan, secara lebih jelas akordeon dimainkan dengan tangan kanan menekan tuts berwarna hitam dan atau putih. Hal ini dilakukan bersamaan dengan menarik atau mendorong pompa udara dengan menggunakan tangan kiri.

Baca juga: Daftar Alat Musik Tradisional di Indonesia

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Akordeon memiliki beberapa jenis, seperti akordeon berwarna, akordeon concertinas, akordeon diantonis dan akordeon piano.

Namun, di antara beberapa jenis ini, akordeon diantonis paling terkenal karena memiliki rentang nada terluas. Sehingga sering digunakan dalam jenis musik kontemporer, jazz dan lainnya.

Walau akordeon menjadi salah satu alat musik daerah Sumatera Selatan. Sebenarnya alat musik ini menjadi hasil masuknya kebudayaan dari luar Indonesia.

Melansir dari situs Encyclopedia Jakarta, akordeon diciptakan pada 1822 oleh Christian Fried yang berasal dari Jerman. Alat musik ini dipatenkan pada 1829 oleh Cyrill Demian.

Secara perlahan, akordeon mulai mendunia, banyak negara yang mulai mengenal alat musik ini, termasuk Indonesia dan khususnya Sumatera Selatan.

Akordeon memiliki beberapa bagian penting, seperti bellow yang berfungsi untuk menciptakan tekanan udara pada alat musik ini sehingga bisa menghasilkan suara. Bagian penting lainnya bernama palet untuk mengatur keluar masuknya udara ke dalam akordeon.

 


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X