Kompas.com - 04/03/2021, 11:55 WIB
Ilustrasi toleransi dan keberagaman KOMPAS/DIDIE SWIlustrasi toleransi dan keberagaman

KOMPAS.com - Pernahkah kamu mendengar seseorang dihina maupun dikucilkan karena warna kulitnya yang berbeda, berat badannya yang berbeda, sukunya yang berbeda, ataupun agama yang berbeda?

Hal tersebut terjadi karena tidak adanya sikap toleransi maupun tenggang rasa terhadap sesama.

Dilansir dari Psychology Today, toleransi adalah sikap adil, objektif, dan menghargai orang lain yang berbeda pendapat, kebiasaan, sifat fisik, ras, budaya, dan agama. Sikap toleransi membuat kita dapat menghargai orang lain tanpa bersikap emosi dan memaksakan pendapat sendiri dengan semena-mena.

Indonesia merupakan negara dengan suku bangsa, budaya, bahasa, dan ciri fisik masyarakat yang sangat beragam. Sehingga sikap toleransi berarti penting dalam persatuan bangsa, kerukukunan masyarakat, memunculkan nasionalisme, dan juga memperkukuh kesatuan Indonesia.

  • Persatuan Bangsa

Indonesia adalah negara yang sangat kaya akan budaya juga suku bangsa. Dilansir dari Badan Pusat Statistik, Indonesia memiliki 1.340 suku bangsa yang berbeda. Sikap toleransilah yang mempersatukan semua suku bangsa di Indonesia sebagai sesame warga negara Indonesia.

Walaupun setiap suku memiliki ciri khas, kebiasaan, adat, budaya, dan bahasa yang berbeda, toleransi membuat kita semua saling menerima. Sikap toleransi membuat kita dapat menerima segala bentuk perbedaan dan membentuk persatuan Bangsa Indonesia.

Baca juga: Hari Toleransi Internasional 2020: Merayakan Keberagaman Hidup Berdampingan

  • Kerukunan Masyarakat

Sikap toleransi mengajarkan kita untuk selalu berperilaku baik dan menerima perbedaan yang terdapat pada orang lain. Toleransi membuat kita tidak mudah marah, memaksakan pendapat, atau menolak pendapat orang lain yang berbeda. Sebaliknya, kita akan menghargai dan memahami perbedaan tersebut dengan baik.

Toleransi mendorong pada perilaku baik. Saat kita memperlakukan orang lain dengan baik, maka orang lain juga akan memperlakukan kita dengan baik. Hal tersebut mendorong pada kerukunan dalam masyarakat.

Tidak akan terjadi perang maupun tindakan anarkis, karena toleransi membuat kita memecahkan masalah dengan bermusyawarah secara kekeluargaan. Masyarakat akan rukun, saling menghargai dan menerima satu sama lain dengan adanya toleransi.

  • Memunculkan Rasa Nasionalisme

Rasa setara, sederajat, dan kekeluargaan yang ditimbulkan sikap toleransi dapat memunculkan rasa nasionalisme yang tinggi. Walaupun berbeda-beda kebanggaan dan nasionalisme terhadap Indonesia adalah sama.

Semua ras, suku, dan agama saling mendukung dalam mewujudkan Indonesia yang lebih baik. Sama-sama mendukung perwakilan Indonesia dalan kancah Internasional dan juga mempertahankan bangsa Indonesia dari ancaman negara luar.

  • Memperkukuh Kesatuan

Toleransi menumbuhkan perasaan diterima, setara, persatuan, nasionalisme, kebanggaan terhadap negara memperkukuh kesatuan Republik Indonesia. Bahwa dari Sabang sampai Merauke, semua warganya adalah satu yaitu warga Indonesia.

Rasa toleransi memperkukuh kesatuan bangsa sehingga warga tidak mudah terpecah belah hanya karena perbedaan. Sebaliknya, warga akan saling mendukung dalam kesatuan negara.


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X