Kompas.com - 21/02/2021, 15:19 WIB
Patung Atlas karya Artus Quellinus I yang berada di Royal Palace of Amsterdam Wikimedia Commons/Kim HansenPatung Atlas karya Artus Quellinus I yang berada di Royal Palace of Amsterdam

KOMPAS.com - Zaman dahulu, ada kepercayaan bahwa Bumi diangkut di atas pundak dewa. Dewa itu bernama Atlas. Siapakah Atlas dan mengapa ia harus menopang Bumi? 

Atlas adalah titan dalam mitologi Yunani yang merupakan anak dari titan generasi pertama yaitu Iapetus (titan penguasa dunia bawah sebelum Hades) dan Oceanis Clymene.

Atlas juga memiliki tiga saudara kandung yaitu Prometheus (pencipta umat manusia), Epimetheus, dan Menoitois.

Dilansir dari World History Edu, Atlas menikah dengan seorang peri bernama Pleione dan memiliki anak bernama Calypso, Hesperedes, tujuh Pleiades, dan Hyades.

Atlas dikutuk

Atlas dikenal sebagai titan yang sangat kuat, bahkan melebihi kekuatan ayahnya Iapetus. Sehingga saat terjadi titanomacy atau perang antara titan dengan dewa Olympus, Atlas ditunjuk sebagai pemimpin dalam medan perang.

Atlas berperang dengan saudara laki-lakinya Menoitus yang merupakan titan amukan dan kekerasan.

Baca juga: Mitologi dan Fakta soal Duyung: dari Siren, Columbus, hingga Manatee

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Titanomacy merupakan perang antara titan yang dipicu oleh Zeus yang memimpin pada dewa olimpian memberontak melawan ayahnya kronos (pemimpin para titan).

Kekuatan Atlas menempatkannya sebagai titan terkuat dan tangan kanan Cronus, pemimpin sekaligus titan generasi pertama yang termuda.

Titanomacy berjalan selama ribuan tahun. Namun para titan mulai mengalami kemunduran saat Prometheus membelot dan membela dewa Zeus.

Perang berakhir dengan dewa Olympus yang dipimpin Zeus mengalahkan para titan. Dilansir dari ThoughtCo., setelah menang, Zeus menghukum para titan dengan memasukkannya ke Tartarus termasuk Menoitos.

Sedangkan Atlas yang merupakan pemimpin pasukan Titan dikutuk untuk berdiri di tepi barat Bumi.

Atlas berdiri di sana dan menopang pilar yang memisahkan Bumi dan langit di pundaknya dengan tangan. Jadi yang ditopang Atlas bukanlah Bumi.

Atlas selamanya akan terus memikul langit atau beban Bumi, menjaganya untuk tidak saling bertabrakan. Menurut mitologi Yunani, Atlas diyakini masih menanggung beban Bumi hingga hari ini.


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pariwisata: Pengertian Para Ahli dan Indikator

Pariwisata: Pengertian Para Ahli dan Indikator

Skola
Cara Menyusun Neraca Pegawai

Cara Menyusun Neraca Pegawai

Skola
Ruang Lingkup Pemasaran

Ruang Lingkup Pemasaran

Skola
Apa itu Carding?

Apa itu Carding?

Skola
Arsip: Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Kegunaannya

Arsip: Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Kegunaannya

Skola
Ruang Lingkup Administrasi dan Unsur-unsurnya

Ruang Lingkup Administrasi dan Unsur-unsurnya

Skola
6 Unsur Manajemen

6 Unsur Manajemen

Skola
Video Online Advertising: Definisi, Jenis, dan Cara Membuatnya

Video Online Advertising: Definisi, Jenis, dan Cara Membuatnya

Skola
Peluang Usaha: Pengertian, Kriteria, Cara, dan Penyebabnya

Peluang Usaha: Pengertian, Kriteria, Cara, dan Penyebabnya

Skola
Elektroforesis: Teori dan Jenisnya

Elektroforesis: Teori dan Jenisnya

Skola
Mengenal Musik Stambul Asal Turki

Mengenal Musik Stambul Asal Turki

Skola
Logistik: Pengertian, Tujuan, Manfaat, Kegiatan dan Sistemnya

Logistik: Pengertian, Tujuan, Manfaat, Kegiatan dan Sistemnya

Skola
Bahan Lunak Buatan: Definisi, Jenis dan Contoh Kerajinan

Bahan Lunak Buatan: Definisi, Jenis dan Contoh Kerajinan

Skola
Saka: Pengertian dan Jenisnya dalam Pramuka

Saka: Pengertian dan Jenisnya dalam Pramuka

Skola
Tanda Kecakapan Umum: Pengertian, Tingkatan, dan Makna

Tanda Kecakapan Umum: Pengertian, Tingkatan, dan Makna

Skola
komentar
Close Ads X