Kompas.com - 20/02/2021, 17:45 WIB
Dua perempuan suku Mbojo diabadikan saat menghadiri acara pembuka Festival Pesona Tambora di Doro Ncanga, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, Jumat (15/4/2016). Perempuan suku Mbojo yang belum menikah mengenakan rimpu atau balutan kain tanpa memperlihatkan wajah mereka seutuhnya, sedangkan yang telah menikah, rimpu dipasang tidak menutup wajah. KOMPAS.com/ANDRI DONNAL PUTERADua perempuan suku Mbojo diabadikan saat menghadiri acara pembuka Festival Pesona Tambora di Doro Ncanga, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, Jumat (15/4/2016). Perempuan suku Mbojo yang belum menikah mengenakan rimpu atau balutan kain tanpa memperlihatkan wajah mereka seutuhnya, sedangkan yang telah menikah, rimpu dipasang tidak menutup wajah.
Penulis Ari Welianto
|

KOMPAS.com - Rimpu merupakan salah satu pakaian tradisional yang berasal dari Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pakaian Rimpu adalah pakaian adat khas dari Suku Bima yang mendiami wilayah NTB tepatnya di Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu.

Rimpu digambarkan dengan memakai sarung yang melingkar pada kepala dimana yang terlihat hanya wajah pemakainya.

Dikutip dari buku Ensiklopedi Suku Bangsa di Indonesia Jilid L-Z (1995) karya M. Junus Melalatoa, Rimpu adalah pakaian tradisional kaum wanita Mbojo NTB yang memperhatikan kuatnya pengaruh Islam.

Seorang gadis yang menggunakan dua lembar kain sarung untuk menutupi tubuhnya sesuai dengan kaidah menutup aurat menurut ajaran Islam.

Baca juga: Keunikan Pakaian Adat Suku Rote NTT

Di mana sarung yang satu dikenakan di bagian bawah dan sarung satunya lagi dililitkan sebagai penutup bagian atas sedemikian rupa, sehingga hanya mata yang terlihat.

Pakaian dengan cara pemakaian semacam itu disebut rimpu sampela. Namun, pada masa terakhir mereka sudah memperlihatkan seluruh wajahnya seperti wanita yang sudah menikah.

Kadang pada bagian bawahnya bukan lagi sarung melainkan rok biasa.

Sejarah Rimpu

Masuknya tradisi Rimpu ke Bima NTB bersamaan dengan masuknya Islam di wilayah tersebut.

Dikutip dari buku Uniquely Lombok-Sumbawa (2013) karya Gagas Ulung, pedagang Islam yang datang ke Bima terutama perempuan Arab menjadi inspirasi bagi perempuan Bima untuk mengidentikkan pakaian mereka dengan menggunakan Rimpu.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X