Kompas.com - 20/01/2021, 19:12 WIB
Ilustrasi cara menjaga alam freepik.com/pch.vectorIlustrasi cara menjaga alam

KOMPAS.com - Kondisi Bumi semakin hari, semakin mengkhawatirkan. Mulai dari mencairnya es di Kutub, spesies terancam punah, hutan gundul, bencana alam, dan lainnya.

Sebagai manusia yang bertanggung jawab akan kelestarian alam, sudah sepatutnya menjaga alam lebih baik dari hari ke hari.

Menyadari bahwa peran manusia sangat penting untuk keberlangsungan alam sekitar. Berikut cara-cara menjaga alam:

Dilansir dari situs resmi World Wide Fund for Nature (WWF), produksi makanan adalah pendorong utama kepunahan satwa liar.

Apa yang kita konsumsi, menyumbang sekitar seperempat emisi gas rumah kaca dan bertanggung jawab atas hampir 60 persen hilangnya keanekaragaman hayati global.

Baca juga: Pentingnya Melestarikan Hewan dan Tumbuhan

Peternakan hewan untuk produksi daging dan susu membutuhkan ruang, serta air dan pakan dalam skala besar.

Salah satu penyebab hilangnya hutan adalah perluasan lahan pertanian untuk produksi pakan ternak.

Masyarakat dituntut untuk beralih dari pola makan yang didominasi daging, ke pola makan nabati yang tidak memberikan dampak besar pada alam.

Studi mengatakan bahwa mengonsumsi daging dan lebih banyak menghasilkan karbon dioksida, dibandingkan tanaman, seperti sayuran, biji-bijian, dankacang-kacangan.

  • Mengurangi sampah

Setiap produk yang dibeli selalu menggunakan kemasan yang akan berakhir di pembuangan sampak. Dampak pencemaran plastik di lautan, tentu memengaruhi kehidupan laut.

Baca juga: Usaha Masyarakat Untuk Menjaga dan Memelihara Sumber Daya Alam

Melakukan daur ulang untuk sampah-sampah daur ulang, agar jumlah sampah dapat berkurang. Mendaur ulang sampah menjadi produk yang kreatif tentu akan lebih berharga dan bermanfaat.

Misalnya, pot bunga, tempat lilin, media tanam, tas belanja, dan masih banyak lainnya.

  • Menanam pohon

Dengan banyaknya pohon yang ditanam, maka akan mencegah terjadinya abrasi yang menyebabkan longsor. Selain itu juga menghambat air yang meluap ke daratan. Dengan menanam pohon, maka bencana alam akan berkurang.

  • Menggunakan transportasi umum

Bepergian dengan tidak menggunakan kendaraan pribadi menjadi bentuk yang paling efisien untuk mengurangi dampak lingkungan akibat polusi.

Jika memang memungkinkan untuk ditempuh dengan berjalan kaki atau bersepeda itu akan lebih baik.

Transportasi menjadi salah satu sektor paling berpolusi di beberapa kota besar. Sehingga disarankan untuk tidak berlibur ke tempat jauh atau mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.

Baca juga: Bagaimana Masyarakat Memanfaatkan Sumber Daya Alam?

  • Beli produk ramah lingkungan

Semua orang bisa lebih sadar untuk selalu memperhatikan yang dibeli dan dari mana. Jika memang tidak diperlukan sebaiknya tidak membeli barang-barang tersebut.

Dengan mengontrol untuk tidak belanja, maka akan berkurang juga limbah produksinya.

Gunakan daya beli untuk mendukung produk ramah lingkungan yang tidak terlalu merusak lingkungan, karena produsen tersebut pasti memproduksi dengan cara yang berkelanjutan.

  • Cabut kabel elektronik dan matikan lampu yang tidak digunakan

Dilansir dari National Geographic, mencabut kabel elektronik yang selesai digunakan akan mengurangi energi yang terpakai sia-sia. Karena meski tak digunakan, kabel elektronik yang masih terpasang tetap menyedot energi.

Dengan mematikan lampu yang tidak dipakai, akan memberikan dampak hemat energi.

Baca juga: Interaksi yang Terjadi dalam Lingkungan Alam

  • Bergabung dengan komunitas

Untuk turut menjaga alam, kita bisa bergabung dengan komunitas peduli lingkungan dan berkolaborasi dengan banyak orang untu menjaga bumi.

Di dalam komunitas akan ada banyak gagasan-gagasan baru untuk menjaga keberlangsungan hidup Bumi dam makhluk di dalamnya.


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X