Tokoh-Tokoh Sejarah pada Masa Hindu, Buddha, dan Islam di Indonesia

Kompas.com - 23/09/2020, 16:00 WIB
Ilustrasi Hayam Wuruk, raja keempat Majapahit yang mencapai puncak kejayaan Ilustrasi Hayam Wuruk, raja keempat Majapahit yang mencapai puncak kejayaan

KOMPAS.com - Indonesia sudah terkenal sebagai daerah yang kaya rempah-rempah. Tak heran jika kawasan Nusantara ini menjadi jalur perdagangan sejak zaman dahulu.

Para pedagang dari luar negeri banyak berdatangan ke Nusantara. Selain berdagang, mereka juga menyiarkan agama yang mereka bawa, di antaranya Hindu, Buddha, dan Islam.

Berikut beberapa tokoh sejarah pada masa Hindu, Buddha, dan Islam, yaitu:

Tokoh-tokoh masa Hindu-Buddha

Dilansir dari buku Budaya Indonesia: Kajian Arkeologi, Seni, dan Sejarah (2006) karya Edi Sedyawati, pada masa Hindu-Buddha tentu meninggalkan beberapa bukti sejarah, salah satunya bangunan di tanah air.

Candi menjadi salah satu peninggalan sejarah dari jejak Hindu-Buddha di Indonesa. Pada zaman ini terdapat beberapa tokoh sejarahnya, di antaranya:

Baca juga: 5 Tokoh Penting Detik-Detik Proklamasi

  • Raja Mulawarman

Raja Mulawarman adalah anak Aswawarman dan cucu kudungga. Nama Mulawarman cukup kental dengan pengaruh bahasa Sansekerta. Raja Mulawarman merupakan raja dari kerajaan Hindu pertama di Indonesia, Kerajaan Kutai.

Selama masa pemerintahannya, rakyat Kerajaan Kutai hidup makmur dan sejahtera. Dirinya merupakan raja yang taat dengan agamanya, yaitu Hindu. Raja Mulawarman menyembah Dewa Siwa.

  • Raja Punawarman

Raja Punawarman merupakan salah satu raja yang terkenal dari Kerajaan Tarumanegara. Dirinya terkenal sebagai raja yang bijaksana. Disamping pemerintahan yang baik, Punawarman memeluk agama Hindu dan taat menyembah Dewa Wisnu.

  • Raja Hayam Wuruk

Raja Hayam Wuruk menjadi raka Makapahit yang paling terkenal dibanding raja-raja lainnya. Bergelar Rajasanegara dan didmapingi oleh Patih Gajah Mada.

Pada masa pemerintahannya Kerajaan Majapahit mencapai kejayaan yang tinggi dan mengusarai seluruh wilayah Nusantara, ditambah wilayah Tumasik yang sekarang Singapura dan Semenanjung Malaya.

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X