Kompas.com - Diperbarui 08/12/2021, 09:21 WIB
Konferensi Meja Bundar, 23 Agustus 1949, antara lain memutuskan, sebagai imbalan penyerahan kedaulatan kepada Indonesia, pihak Belanda mendapat bayaran sebesar 4,5 miliar gulden dari pihak Indonesia. Dok. KompasKonferensi Meja Bundar, 23 Agustus 1949, antara lain memutuskan, sebagai imbalan penyerahan kedaulatan kepada Indonesia, pihak Belanda mendapat bayaran sebesar 4,5 miliar gulden dari pihak Indonesia.

KOMPAS.com - Sejarah adalah pengalaman hidup manusia pada masa lalu dan akan berlangsung terus sepanjang usia manusia.

Mempelajari sejarah, antara lain bertujuan agar pengalaman manusia, baik manusia lain atau dirinya sendiri pada masa lampau, dapat dijadikan pelajaran, pengingat, inspirasi, sekaligus motivasi.

Dalam buku Historiografi Barat (2014) karya Wahyu Iryana, ilmu sejarah membagi sejarah dalam dua pengertian, yaitu sejarah sebagai peristiwa dan sejarah sebagai kisah.

Sejarah dalam pengertian kedia merupakan ilmu yang mempelajari peristiwa yang bersangkut paut dengan kehidupan manusia pada masa lampau secara selektif.

Sejarah dan ilmu sosial memiliki hubungan yang timbal balik. Sebab, pada dasarnya, sejarah adalah bagian dari ilmu sosial. Sejarah dan ilmu sosial memiliki ikatan yang tidak terpisahkan.

Baca juga: Konsep Berpikir Diakronis dan Contohnya

Apa itu konsep berpikir sinkronik?

Sinkronik bersangkutan dengan peristiwa yang terjadi dalam suatu masa yang terbatas. Sinkronik berasal dari bahasa Yunani, "Syn" artinya dengan dan "khronos" artinya waktu atau masa.

Berpikir sejarah secara sinkronik berarti berpikir meluas dalam ruang tetapi terbatas dalam waktu. Pendekatan sinkronik biasa digunakan dalam ilmu-ilmu sosial.

Sinkronik lebih menekankan pada struktur dan hanya menganalisis suatu kondisi tertentu.

Apa tujuan berpikir sinkronik?

Tujuan berpikir sinkronik dalam mempelajari sejarah adalah melihat perubahan segala sesuatu yang bersangkutan dengan peristiwa yang terjadi pada suatu masa.

Baca juga: Sumber Sejarah Primer dan Sekunder

Apa ciri-ciri konsep berpikir sinkronik?

Dalam konsep berpikir sinkronik terdapat beberapa ciri, di antaranya:

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sumber Hukum Pokok Ajaran Islam

Sumber Hukum Pokok Ajaran Islam

Skola
Siklus Batuan: Pengertian dan Tahapannya

Siklus Batuan: Pengertian dan Tahapannya

Skola
Manfaat Gaya Gesek dan Kerugiannya

Manfaat Gaya Gesek dan Kerugiannya

Skola
Nama-nama Buah dalam Bahasa Inggris

Nama-nama Buah dalam Bahasa Inggris

Skola
8 Arah Mata Angin

8 Arah Mata Angin

Skola
Larutan Penyangga: Pengertian dan Jenisnya

Larutan Penyangga: Pengertian dan Jenisnya

Skola
Berbagai Bentuk Ancaman terhadap Integrasi Nasional

Berbagai Bentuk Ancaman terhadap Integrasi Nasional

Skola
Pembagian Kekuasan di Indonesia

Pembagian Kekuasan di Indonesia

Skola
Limbah Organik, Limbah yang Berasal dari Makhluk Hidup

Limbah Organik, Limbah yang Berasal dari Makhluk Hidup

Skola
4 Teori Perubahan Sosial dan Contohnya

4 Teori Perubahan Sosial dan Contohnya

Skola
Aritmatika Sosial: Pengertian dan Jenis-jenisnya

Aritmatika Sosial: Pengertian dan Jenis-jenisnya

Skola
Teori Asal Usul Nenek Moyang Bangsa Indonesia

Teori Asal Usul Nenek Moyang Bangsa Indonesia

Skola
Apa Saja Ruang Lingkup Jurnalistik?

Apa Saja Ruang Lingkup Jurnalistik?

Skola
Daftar Lembaga Pemerintah Non-Kementerian

Daftar Lembaga Pemerintah Non-Kementerian

Skola
Persamaan Linear Satu Variabel

Persamaan Linear Satu Variabel

Skola
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.