Bencana Alam: Jenis, Penyebab dan Penanggulangannya

Kompas.com - 07/02/2020, 16:00 WIB
Ilustrasi Gempa Bumi

KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOIlustrasi Gempa Bumi
Penulis Ari Welianto
|

KOMPAS.com - Tahukah kamu jika berbagai fenomena alam yang terjadi di permukaan bumi erat kaitannya dengan struktur lapisan-lapisan di bawah permukaan bumi.

Bencana adalah peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan yang disebabkan, baik oleh faktor alam, non alam maupun faktor manusia dan menimbulkan korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan psikologi.

Baca juga: Ahli Gizi Ungkap Kendala Pemenuhan Nutrisi Pengungsi Bencana Alam

Bencana alam

Ada beberapa fenomena alam atau bencana yang sering terjadi, yakni;

  1. Gunung meletus
  2. Gempa bumi
  3. Tsunami

Berikut penjelasannya tentang mekanisme terjadinya atau penyebab bencana alam:

Gunung meletus

Dilansir Encyclopaedia Britannica (2015), gunung meletus adalah gunung berapi yang di kerak bumi mengeluarkan letusan batuan cair, pecahan batu panas, dan gas panas.

Letusan gunung berapi merupakan tampilan luar biasa dari kekuatan bumi. Mesti letusan spektakuler bisa untuk diamati, letusan tersebut juga bisa menyebabkan kematian.

Sebelum letusan terjadi akan didahului dengan penumpukan magma di reservoir yang dekat dengan permukaan bumi. Selain itu dapat didahului dengan emisi uap dan gas dari ventilasi kecil di dalam tanah.

Bahkan akan terjadi beberapa gempa kecil yang disebabkan oleh meningkatnya magma padat dan kental yang berosilasi (variasi periodik waktu) terhadap selubung magma.

Baca juga: Periode 1-20 Januari 2020, 74 Orang Meninggal Akibat Bencana Alam

Gunung berapi menjadi tokoh utama banyak orang yang telah belajar hidup dengan letusan. Tapi sains terlambat mengakui peran penting vulkanisme dalam evolusi bumi.

Gunung berapi sangat erat kaitannya dengan aktivitas lempeng tektonik. Sebagian besar gunung berapi, seperti di Jepang dan Islandia terjadi di pinggiran lempeng berbatu yang sangat besar yang membentuk permukaan bumi.

Dikutip situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), gunung mempunyai dapur magma yang berada di bawah permukaan mengandung cairan yang sangat panas.

Dapur magma tersebut berbeda-beda antara satu gunung dengan gunung yang lain. Tiap gunung bisa saja mempunyai dapur magmanya masing-masing, namun bisa juga mempunyai dapur magma yang saling terhubung satu dengan yang lain.

Gunung berapi menyimpan energi yang suatu saat harus dilepaskan dalam bentuk letusan. Setelah letusan terjadi dan energi dari magma sudah dilepaskan, maka akan mengalami hibernasi atau masa tenang.

Indonesia merupakan negara yang dikelilingi hampir 150 gunung api aktif dan bisa kapan saja meletus. Gunung di Indonesia yang sudah meletus seperti gunung Krakatau, gunung Galunggung, Gunung Merapi, atau Gunung Sinabung.

Baca juga: Jenis-jenis Bencana Alam, Nonalam dan Sosial

Gunung berapi di Indonesia terbentuk akibat adanya tumbukan antara lempeng benua dengan lempeng samudera, yang mengakibatkan adanya bagian yang terangkat.

Interaksi lempeng tektonik sebagian besar memicu aktivitas seismik dan vulkanik. Selain itu juga gempa bumi dan gunung berapi. britannica.com Interaksi lempeng tektonik sebagian besar memicu aktivitas seismik dan vulkanik. Selain itu juga gempa bumi dan gunung berapi.
Gempa bumi

Gempa bumi disebabkan oleh berlalunya gelombang seismik melalui batuan bumi. Gelombang tersebut dihasilkan ketika beberapa bentuk energi yang tersimpan di kerak bumi dan tiba-tiba dilepaskan.

Biasanya ketika massa batuan yang saling berhadapan tiba-tiba patah dan tergelincir.

Gempa bumi terjadi pada saat batuan di kerak bumi mengalami tekanan yang sangat hebat oleh pergerakaan lempeng-lempeng yang menjadi landasan benua.

Sebagian besar terjadi ketika lempeng samudera dan lempeng benua di kerak bumi saling bergesekan. Kejadian itu akan menghasilkan gelombang kejut yang dirasakan manusia.

Dampaknya di sekitar area-area tersebut terjadi tekanan, tarikan, dan geseran. Saat batas elastisitas lempeng terlampaui, terjadilah patahan batuan yang diikuti oleh lepasnya energi secara tiba-tiba.

Proses tersebut mengakibatkan getaran partikel ke segala arah yang disebut sebagai gelombang gempa bumi. Dalam setahun gempa bumi dapat terjadi hingga ratusan kali.

Tapi tidak semua gempa bumi bisa dirasakan manusia. Hanya beberapa saja yang bisa dirasakan dan bisa merusak bangunan.

Baca juga: Mengawali Tahun 2020, Bencana Alam di Jabar Renggut 7 Nyawa, 4 Hilang

Tsunami

Tsunami merupakan bencana alam yang disebabkan naiknya gelombang laut ke daratan dengan kecepatan tinggi. Itu terjadi adanya gempa yang terjadi dan berpusat di bawah lautan.

Biasanya tsunami terjadi apabila gempa melebihi 7 skala richter. Sebanyak 90 persen tsunami disebabkan oleh pergerakan lempeng yang terletak di bawah lautan.

Gempa yang terjadi di dasar laut akan berdampak munculnya tekanan ke arah vertikal. Kemudian dasar laut akan naik dan turun dalam rentang waktu yang singkat.

Air di pantai akan surut ke tengah sungai. Itu membuat keseimbangan air laut yang kemudian menjadi gelombang besar dan bergerak ke wilayah daratan.

Tsunami merambat dengan kecepatan mencapai 500 hingga 1.000 kilometer per jam. Saat mencapai pantai kecepatan berkurang menjadi 30 hingga 50 kilometer per jam.

Ilustrasi tsunami, peringatan dini tsunamiShutterstock Ilustrasi tsunami, peringatan dini tsunami
Penanggulangan bencana

Masyarakat harus siap siaga jika suatu bencana datang. Karena Indonesia merupakan negara yang berpotensi terjadinya bencana, seperti gunung meletus, gampa bumi, atau tsunami.

Secara geografis Indonesia merupakan negara kepulauan yang terletak pada pertemuan empat lempeng tektonik yaitu lempeng Benua Asia, Benua Australia, lempeng Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.

Baca juga: Banyak Bencana Alam Terjadi Tahun Ini, Berikut Penjelasan BMKG

Pada bagian Selatan dan Timur Indonesia terdapat sabuk vulkanik (volcanic arc) yang memanjang dari Pulau Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, dan Sulawesi.

Beberapa hal yang harus dilakukan untuk menghadapi bencana:

  • Memantau bagian rescue atau evakuasi saat tanda-tanda bencana itu muncul. Berita dari BMG setempat, atau pantauan banjir, pos gunung berapi wajib diketahui.
  • Tentukan tempat pengungsian jika bencana benar-benar terjadi. Sebaiknya jangan hanya ikuti arus pengungsi tanpa ada persiapan tempat yang tepat sebelumnya.
  • Siapkan kotak atau tas siaga dan simpan tas di tempat yang mudah terjangkau saat bencana benar-benar terjadi.
  • Jika sudah terjadi jangan panik dan berusaha tenang. Selamatkan diri dan keluarga, jangan ambil resiko membawa barang-barang tidak penting.

Jika terjadi gempa, jika di dalam rumah sebaiknya keluar rumah. Jika tidak mungkin keluar rumah sebisanya masuk ke kolong meja atau kolong tempat tidur untuk melindungi kejatuhan benda-benda.

Jika tidak ada meja, lindungi kepala dengan bantal, dan segera mencari bagian sudut tembok rumah lindungi kepala dengan cara duduk meringkuk, dan matikan kompor jika sedang memasak.

Saat terjadi tsunami, terlebih dahulu kenali tanda-tanda tsunami. Kemudian segera mencari tempat aman yang tinggi, seperti bukit karena untuk mengurangi banyak korban jiwa.

Saat gunung meletus, sebisa mungkin siaga setelah ada tanda-tanda gunung akan meletus. Rencanakan proses evakuasi paling baik dan bekerjasama dengan lingkungan.

Saat gunung meletus terjadi, pakailah masker, kacamata dan jaket, topi untuk lindungi diri dari abu vulkanik dan awan panas. Karena abu vulkanik sangat berbahaya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemanfaatan dan Pengelolaan DAS

Pemanfaatan dan Pengelolaan DAS

Skola
Pengertian Daerah Aliran Sungai (DAS) dan Bentuknya

Pengertian Daerah Aliran Sungai (DAS) dan Bentuknya

Skola
Dongeng: Pengertian dan Jenisnya

Dongeng: Pengertian dan Jenisnya

Skola
Arti Warna Urine

Arti Warna Urine

Skola
Ginjal dan Fungsinya dalam Sistem Ekskresi

Ginjal dan Fungsinya dalam Sistem Ekskresi

Skola
Hak dan Kewajiban Warga Negara Indonesia

Hak dan Kewajiban Warga Negara Indonesia

Skola
Faktor Integrasi Nusantara

Faktor Integrasi Nusantara

Skola
Bagian Sungai: Hulu, Tengah, dan Hilir

Bagian Sungai: Hulu, Tengah, dan Hilir

Skola
Efek Gangguan pada Pencernaan

Efek Gangguan pada Pencernaan

Skola
Demokrasi Pancasila: Pengertian dan Keunggulannya

Demokrasi Pancasila: Pengertian dan Keunggulannya

Skola
Pola Aliran Sungai

Pola Aliran Sungai

Skola
Siklus Air: Pendek, Sedang, dan Panjang

Siklus Air: Pendek, Sedang, dan Panjang

Skola
Cara Menulis Poster dan Slogan

Cara Menulis Poster dan Slogan

Skola
Jenis-jenis Gangguan Pencernaan

Jenis-jenis Gangguan Pencernaan

Skola
Peraturan Perundang-Undangan: Pengertian dan Fungsinya

Peraturan Perundang-Undangan: Pengertian dan Fungsinya

Skola
komentar
Close Ads X