Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Tanpa Organ Gerak Manusia dan Hewan Tidak Dapat Bergerak, Mengapa?

KOMPAS.com - Tanpa organ gerak manusia dan hewan tidak dapat bergerak, mengapa demikian? Berikut ini penjelasan pentingnya organ gerak pada manusia dan hewan:

Pentingnya organ gerak

Mengutip Kemdikbud RI, salah satu ciri makhluk hidup adalah bergerak. Gerakan atau gerak adalah perubahan posisi atau berpindah tempat sebagian atau seluruh bagian tubuh. Contoh manusia berjalan, burung terbang, dan lain-lain.

Makhluk hidup akan bergerak bila ada rangsangan yang mengenai sebagian atau seluruh bagian tubuhnya. Gerak pada manusia dan hewan menggunakan organ gerak yang tersusun dalam sistem gerak.

Organ gerak berguna untuk memegang, berjalan, berlari, melompat, meloncat, menggali, memanjat, berenang, dan lain-lain.

Organ gerak pada manusia dan hewan memiliki kesamaan. Alat-alat gerak pada manusia dan hewan ada dua macam, yaitu:

  1. Alat gerak pasif berupa tulang;
  2. Alat gerak aktif berupa otot.

Tulang dan otot bekerja sama dalam melakukan pergerakan. Selain tulang dan otot, gerak juga dipengaruhi sendi. Kerja sama antara tulang, otot, dan sendi membentuk sistem gerak.

Tulang

Alat gerak pasif manusia adalah tulang. Karena tulang tidak dapat bergerak sendiri. Tulang membutuhkan alat gerak aktif untuk dapat bergerak.

Tanpa alat gerak aktif yang memengaruhi tulang-tulang pada manusia dan hewan, maka manusia dan hewan akan diam dan tidak dapat membentuk alat pergerakan sesungguhnya.

Tulang mempunyai peranan yang besar dalam sistem gerak pada manusia dan hewan. Fungsi utama tulang adalah:

Otot

Alat gerak aktif manusia adalah otot. Karena otot memiliki suatu senyawa kimia yang membuatnya dapat bergerak. Saat otot yang menempel pada tulang bergerak, otot akan membuat tulang bergerak. Tanpa otot, makhluk hidup tidak memiliki kekuatan untuk bergerak.

Setiap ada gerakan pada tubuh, itu terjadi karena ada kerja otot. Otot adalah jaringan yang dapat berkontraksi menjadi lebih pendek. Saat kontraksi, otot memadat dan memendek. Saat relaksasi, otot memanjang. Proses kontraksi mengakibatkan bagian-bagian tubuh bergerak.

Otot ada yang bekerja di bawah kesadaran dan di luar kesadaran.

Otot yang bekerja di bawah kesadaran adalah otot yang kerjanya dapat dikendalikan. Prinsip kerja otot ini adalah dapat dikendalikan, artinya kamu dapat mengendalikan otot ini untuk bergerak atau tidak. Contoh, kerja otot saat makan, menulis, berlari, dan lainnya secara sadar.

Otot yang bekerja di luar kesadaran adalah otot yang tidak dapat dikendalikan secara sadar. Prinsip kerja otot ini adalah tidak dapat dikendalikan. Artinya kamu tidak dapat mengendalikan otot ini untuk bergerak atau tidak bergerak.

Otot-otot ini bekerja sepanjang hari selama hidup dan di luar kesadaran. Contoh, kerja jantung memompa darah ke seluruh tubuh, kerja otot lambung mencerna makanan.

Sendi

Sendi adalah tempat bertemunya dua tulang atau lebih. Dengan adanya sendi, hubungan antara tulang-tulang tubuh dapat digerakkan.

Sendi dikelompokkan berdasarkan banyak sedikitnya gerakan yang memungkinkan dilakukan, yaitu:

  1. Sendi sinartrosis: sendi yang tidak dapat digerakkan, contoh sendi pada tulang tengkorak.
  2. Sendi amfiartrosis: sendi yang dapat digerakkan tetapi terbatas, contoh sendi antarruas tulang belakang.
  3. Sendi diartrosis: sendi yang dapat digerakkan dengan bebas.

Sendi diartrosis dapat dikelompokkan menjadi sendi peluru, sendi engsel, sendi putar, sendi pelana, dan sendi geser.

https://www.kompas.com/skola/read/2020/07/17/190000269/tanpa-organ-gerak-manusia-dan-hewan-tidak-dapat-bergerak-mengapa

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke