Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2022, Ini Tema hingga Sejarahnya

Kompas.com - 05/06/2022, 17:05 WIB
Zintan Prihatini,
Bestari Kumala Dewi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Tepat hari ini, Minggu 5 Juni 2022 dieringati sebagai Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2022 atau World Environment Day.

Dilansir dari laman Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Rabu (1/6/2022) peringatan World Environment Day tahun ini merupakan perayaan ke-50 konferensi Stockholm.

Konferensi Stockholm tahun 1972 merupakan konferensi tingkat dunia pertama yang membahas isu lingkungan. Konferensi Stockholm telah meletakkan dasar untuk pengaturan global mengenai perlindungan lingkungan.

Baca juga: 4 Dampak Negatif Penggunaan Bahan Bakar Fosil terhadap Lingkungan

Adapun tema dari Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2022 kembali diperingati dengan tema yang sama seperti 50 tahun lalu, yakni “Only One Earth” (Sustainably in Harmony with Nature). KLHK sendiri menggunakan tema Indonesia yaitu “Satu Bumi untuk Masa Depan.

Majelis umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyampaikan, bahwa Bumi menghadapi tiga masalah utama, di antaranya:

  • Iklim yang meningkat dengan sangat cepat bagi manusia dan alam untuk beradaptasi
  • Hilangnya habitat dan faktor lain yang menyebabkan sekitar 1 juta spesies terancam punah
  • Polusi yang terus meracuni udara, tanah, dan air

"Jalan keluar dari hal ini adalah mengubah ekonomi dan masyarakat kita menjadi inklusif, adil, dan lebih terhubung dengan alam. Kita harus beralih dari merusak planet ini menjadi memperbaikinya," tulis PBB di laman resminya, Minggu (5/6/2022).

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini mengajak warga Bumi, untuk menyadari bahwa di antara jutaan galaksi yang ada di alam semesta, jutaan planet di galaksi, hanya ada satu Bumi yang menjadi tempat tinggal.

#OnlyOneEarth adalah kampanye untuk Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2022. Kampanye ini menyerukan tindakan kolektif dan transformatif dalam skala global untuk merayakan, melindungi, serta memulihkan planet kita.

Sejarah Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Hari Lingkungan Hidup Sedunia diperingati untuk membangkitkan kesadaran tentang pentingnya alam serta penghijauan di Bumi.

Seperti dilansir dari Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Jawa KLHK, Rabu (1/9/2021) Majelis Umum PBB, pada 1972 menyepakati tanggal 5 Juni sebagai Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

Pasalnya, permasalahan lingkungan menjadi perhatian dan kekhawatiran masyarakat internasional pada saat kalangan Dewan Ekonomi dan Sosial PBB mengadakan peninjauan, terhadap hasil gerakan Dasawarsa Pembangunan Dunia ke-1 (1960-1970), guna merumuskan strategi Dasawarsa Pembangunan Dunia ke-2 (1970-1980).

Baca juga: Hak dan Kewajiban terhadap Lingkungan Hidup

 

Dalam pengantar laporan yang disampaikan oleh U Thant, Mantan Sekretaris Jenderal PBB, untuk pertama kalinya dalam sejarah umat manusia telah terjadi krisis di seluruh penjuru dunia. Hal ini juga dialami negara maju maupun negara berkembang.

Tanda-tanda ancaman terhadap lingkungan ini, dapat dilihat sejak lama antara lain:

  • Ledakan jumlah penduduk
  • Integrasi yang tidak memadai antara teknologi yang amat kuat dengan keperluan lingkungan
  • Kerusakan lahan budidaya
  • Pembangunan tidak berencana dari kawasan perkotaan
  • Menghilangnya ruang terbuka
  • Bahaya kepunahan yang terus meningkat di antara hewan dan tumbuhan

Kondisi lingkungan pada 1960-an hingga 1970-an dinilai sangat memprihatinkan hingga menimbulkan kekhawatiran masyarakat dunia.

Salah satu masalah lingkungan yang merebak kala itu adalah wabah penyakit minamata yang menyerang Jepang. Minamata merupakan sindrom yang merusak fungsi saraf.

Baca juga: Mentan Klaim Food Estate Berhasil 100 Persen, Walhi: Stop Abaikan Petani dan Lingkungan Hidup

Selain itu, di wilayah Eropa terjadi kabut asap yang berdampak buruk terhadap kesehatan. Asap tersebut diduga merupakan dampak yang ditimbulkan pembakaran hutan di berbagai wilayah untuk pembangunan di tahun 1960.

Karena berbagai alasan itulah, negara-negara di dunia melalui PBB melaksanakan konferensi terkait lingkungan hidup.

Konferensi tersebut digelar di Stockholm, Swedia, pada tanggal 5 sampai 16 Juni 1972. Negara yang menjadi pengusul pertama diadakannya Hari Lingkungan Hidup Sedunia antara lain Jepang dan Senegal.

Setelah melakukan diskusi yang panjang, konferensi PBB tersebut menghasilkan beberapa kesepakatan terkait kondisi lingkungan.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia memiliki makna yang dalam mengenai kesadaran individu untuk mengambil tindakan demi kehidupan Bumi.

Hari itu dirayakan melalui banyak hal di negara-negara seperti Kenya, Selandia Baru, Polandia, Spanyol, India, Amerika Serikat, dan Indonesia.

Kegiatannya meliputi demonstrasi jalanan dan parade, konser, penanaman pohon, hingga kampanye pembersihan.

Di banyak negara, acara tahunan ini digunakan untuk meningkatkan perhatian dan tindakan politik terhadap perbaikan lingkungan.

Baca juga: Hari Bumi 2022, Sejarah Hari Bumi Berawal dari Gerakan Lingkungan di Amerika

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com