Kompas.com - 20/03/2022, 13:00 WIB

KOMPAS.com - Perilaku kekerasan kerap terjadi di masyarakat. Beberapa contoh perilaku kekerasan yang sering ditemukan adalah siswa kepada teman sekelasnya, suami kepada istrinya, atau yang paling baru pengasuh kepada anak yang diasuhnya.

Perilaku kekerasan tidak akan muncul tanpa penyebab tertentu. Melalui artikel ini, kita akan mengupas penyebab perilaku kekerasan. Dengan menghindari penyebabnya, kita bisa mengurangi risiko terjadi kekerasan pada orang-orang di sekitar kita.

Penyebab perilaku kekerasan

Pelaku yang melakukan kekerasan bisa siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Pelaku ini biasanya memiliki empati yang rendah terhadap sesama, toleransi yang rendah terhadap rasa frustrasi, dan memiliki tendensi memiliki gangguan mental.

Perilaku kekerasan biasanya tidak muncul karena faktor tunggal. Perilaku ini dipicu beberapa faktor dan pengalaman di masa lampau. Berikut adalah penyebab perilaku kekerasan:

1. Kurang perhatian

Perilaku kekerasan yang muncul pada masa anak-anak biasanya merupakan akibat dari kekurangan perhatian yang ia butuhkan di rumah sewaktu kecil.

2. Merasa perlu mengontrol lingkungan

Ketika seseorang anak tertantang untuk menjadi populer di sekolah, biasanya ia akan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan perhatiannya. Jika salah arah, bisa jadi anak tersebut menggunakan cara-cara yang tidak baik untuk menjadi populer, salah satunya dengan melakukan perilaku kekerasan.

Baca juga: 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan, Plan Indonesia Desak Pengesahan RUU TPKS

3. Menjadi saksi perilaku kekerasan

Seorang anak yang pernah menyaksikan perilaku kekerasan, entah itu di sekolah atau di lingkungan tempat tinggalnya, berisiko meniru perilaku tersebut di masa mendatang.

4. Diperlakukan tidak baik oleh kakak atau adik

Anak yang mendapatkan perlakuan kekerasan dari kakak atau adiknya juga bisa memicu seseorang melakukannya kepada orang lain di luar rumah. Perilaku ini umumnya seperti balas dendam karena di rumah anak tersebut tidak berkutik.

5. Memiliki kemampuan emosional yang rendah

Seseorang yang mudah marah, memiliki gangguan kecemasan, dan depresi, lebih mudah menjadi pelaku kekerasan. Orang dengan kriteria tersebut biasanya memiliki masalah dengan interaksi sosial dalam kesehariannya.

Demikian penjelasan tentang penyebab seseorang menjadi pelaku kekerasan. Penting untuk menjaga orang-orang di sekitar kita dari perilaku tersebut.

Selain itu, pastikan anak kita mendapatkan perhatian yang mereka butuhkan dan ajarkan mereka mengenai keanekaragaman budaya dan latar belakang. Dengan demikian, anak akan tumbuh menjadi anak dengan toleransi yang tinggi dan bisa menghargai sesama.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.