Kompas.com - 18/01/2022, 20:30 WIB

KOMPAS.comGempa vulkanik adalah gempa yang ditimbulkan akibat aktivitas gunung berapi. Aktivitas yang memicu getaran gempa antara lain gesekan magma dengan dinding batuan, baik sebelum, selama, dan sesudah erupsi.

Umumnya, gempa vulkanik tidak begitu besar dan hanya mempengaruhi daerah di sekitar gunung berapi saja. Dari semua gempa bumi yang pernah terjadi, hanya sekitar 7 persen yang merupakan gempa vulkanik. Tuliskan gempa vulkanik yang pernah terjadi di Indonesia!

Gunung Merapi

Erupsi Gunung Merapi pada tahun 2010 memicu munculnya banyak gempa vulkanik. Peningkatan aktivitas gunung ini mulai terlihat pada September 2010. Kala itu, Gunung Merapi telah naik statusnya menjadi ‘Waspada’ atau Level II. Gempa vulkanik terjadi hingga 11 kali per hari.

Aktivitasnya terus meningkat hingga statusnya dinaikkan menjadi ‘Siaga’ atau Level III pada 21 Oktober 2010. Pada fase ini, gempa vulkanik bisa terjadi hingga 17 kali per hari.

Pada 25 Oktober 2010, status Gunung Merapi menjadi ‘Awas’ atau Level IV dengan kejadian gempa vulkanik mencapai 80 kejadian per hari. Hingga akhirnya Gunung Merapi erupsi pertama pada 26 Oktober 2010.

Baca juga: PVMBG: Gempa Vulkanik di Gunung Awu Masih Terekam, Statusnya Level Waspada

Gunung Kelud

Gunung Kelud juga memiliki sejarah gempa vulkanik. Beberapa gempa yang tercatat oleh sejarah antara lain pada erupsi Gunung Kelud tahun 1951. Gunung Kelud tercatat mengalami gempa vulkanik sebanyak 2 kali sejak 3 minggu sebelum erupsi. Kemudian gempa lainnya terjadi ketika sedang erupsi.

Pada erupsi tahun 1966, Pos Margomulyo juga mencatat gempa vulkanik terjadi hanya 15 menit sebelum erupsi. Erupsi kali ini menelan lebih banyak korban dari erupsi sebelumnya dan menewaskan 210 orang.

Riwayat gempa vulkanik terbanyak terjadi saat erupsi Gunung Kelud pada 10 Februari 1990. Aktivitas vulkanis telah terlihat sejak 9 November 1989. Gempa vulkanik yang biasanya kurang dari 1 kejadian per hari, bertambah menjadi 9 kejadian per hari. Bahkan, pada 20 November 1989, tercatat terjadi 40 kali gempa vulkanik dalam sehari.

Setelahnya, gempa sempat terus menurun kejadiannya hingga akhirnya terjadi tremor pada bulan Januari 1990 dan gempa swarm vulkanik pada tanggal 9 Februari 1990. Gempa terus meningkat intensitasnya hingga akhirnya erupsi.

Gunung Anak Krakatau

Pada Desember 2019, Gunung Anak Krakatau sempat mengalami erupsi yang diawali dengan gempa vulkanik selama kurang lebih 3 bulan, yaitu dari Oktober sampai Desember. Gempa vulkanik terjadi dengan berbagai variasi, yaitu gempa vulkanik dangkal, vulkanik dalam, dan tremor. Angka kejadian per harinya pun fluktuatif.

Hal ini juga berpengaruh pada tipe erupsi Gunung Anak Krakatau. Pada 30 dan 31 Desember 2019, gunung ini hanya mengalami erupsi eksplosif lemah.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.