Kompas.com - 26/10/2021, 13:01 WIB
Ilustrasi gajah sabana Afrika. 
newscientistIlustrasi gajah sabana Afrika.

KOMPAS.com - Salah satu bagian tubuh gajah yang khas adalah gadingnya. Gading gajah biasa digunakan untuk melindungi diri dari predator maupun ancaman yang membahayakan.

Menurut penelitian terbaru, ternyata perburuan liar dapat menjadi penyebab gajah berevolusi secara cepat dan tumbuh tanpa gading.

Padahal, gading gajah sangat penting bagi kelangsungan hidup spesies ini. Nah, serba-serbi hewan kali ini akan membahas mengenai mengapa gajah memiliki gading. 

Sebenarnya apa itu gading gajah?

Baca juga: Perburuan Sebabkan Gajah Berevolusi Tanpa Punya Gading

Dilansir dari World Wildlife Fund (WWF) gading sebenarnya adalah gigi besar yang menonjol di luar mulut gajah. Sama seperti gigi mamalia lainnya, gading ini berakar dalam.

Sebagian besar gading terdiri dari dentin, jaringan tulang yang keras, dan padat.

Seluruh gading terbungkus dalam enamel, yakni jaringan hewan yang paling keras dan bagian dari gading yang paling sering digunakan dan robek.

Mengapa gajah memiliki gading?

Gading gajah berevolusi dari gigi dan memiliki banyak fungsi. Fungsi gading gajah di antaranya digunakan untuk menggali, mengangkat benda, mengumpulkan makanan, mengupas kulit kayu dari pohon untuk dimakan, dan sebagai pertahanan.

Gading juga melindungi belalai, yaitu bagian tubuh lain yang dipakai untuk minum, bernapas, maupun makan.

Sama seperti manusia yang memiliki tangan kiri atau tangan kanan, gajah juga memiliki gading kiri, dan gading kanan. Gading gajah yang dominan biasanya lebih aus karena paling sering digunakan.

Pada gajah Afrika, baik yang jantan maupun betina, sama-sama memiliki gading. Sedangkan hanya sedikit gajah jantan Asia atau hanya persentase tertentu saat ini, pejantan yang memiliki gading.

Sekitar 50 persen gajah betina Asia memiliki gading yang cukup pendek, namun gading ini bisa tumbuh seiring dengan pertumbuhan gajah.

Baca juga: Mengapa Gajah Tidak Bisa Melompat?

Di lapangan, perburuan ilegal gading gajah masih saja dilakukan oleh pemburu agar mendapatkan keuntungan.

Tahukah Anda, di balik setiap potongan gading entah itu gading utuh maupun gading yang telah dijadikan hiasan, ada seekor gajah yang mati.

Pemburu membunuh sekitar 20.000 gajah setiap tahun untuk diambil gadingnya, yang kemudian diperdagangkan secara ilegal di pasar internasional hingga akhirnya berakhir sebagai pernak-pernik gading.

Perdagangan ini sebagian besar didorong oleh permintaan gading di beberapa bagian wilayah di Asia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber WWF
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.