Ilmuwan: Suhu Sepanjang September 2020 Terhangat di Seluruh Dunia

Kompas.com - 09/10/2020, 08:02 WIB
Suhu panas akibat pemanasan global terasa seperti di Gurun Sahara. ShutterstockSuhu panas akibat pemanasan global terasa seperti di Gurun Sahara.


KOMPAS.com - Ilmuwan mengatakan bahwa sepanjang September 2020 tercatat menjadi periode suhu terhangat di seluruh dunia.

Catatan suhu tersebut dilaporkan layanan cuaca Copernicus yang menyebut temperatur udara pada bulan September mencapai 0,05 derajat celsius, lebih panas dari bulan yang sama pada tahun sebelumnya. Padahal, tahun lalu, tercatat suhu Bumi mencapai rekor suhu tertinggi.

Seperti dikutip BBC, Kamis (8/10/2020), para ilmuwan mengatakan, kenaikan suhu yang terjadi tersebut adalah indikasi yang didorong oleh emisi dari peradaban manusia.

Layanan cuaca Copernicus adalah program pemantauan Bumi yang dijalankan oleh Uni Eropa.

Baca juga: California Catat Suhu Terpanas di Bumi, Capai 54,4 Derajat Celsius

 

Para ilmuwan dalam program itu juga melaporkan bahwa suhu hangat di Arktik Siberia terus mencapai jauh di atas rata-rata.

Mereka juga mengonfirmasi bahwa luas es di laut Arktik juga berada pada tingkat kedua terendah sejak catatan satelit dimulai.

Diproyeksikan juga, suhu pada tahun ini sebagai yang terhangat di Eropa, kendati suhu di wilayah itu mulai mendingin sejak saat ini.

Akibat dari panas global yang semakin meningkat turut memberi kontribusi pada kebakaran hutan yang terjadi di California dan Australia.

Baca juga: Suhu Global Diprediksi Meningkat 5 Tahun ke Depan, Bagaimana dengan Indonesia?

 

Dampak perubahan iklim di Perancis dan Inggris

Fenomena pemanasan global yang terjadi tersebut telah menyebabkan hari terpanas dalam sejarah di Death Valley dengan suhu mencapai 54,4 derajat celsius.

Kondisi ini juga memberi pengaruh terhadap hujan deras yang membanjiri Perancis selatan, yang dalam sehari, curah hujan bisa mencapai lebih dari setengah meter.

Menurut kantor pemantau cuaca di Perancis, hujan lebat tersebut diprediksi terjadi sekali dalam 100 tahun, tetapi ini sudah terjadi dua kali dalam seminggu.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X