Kompas.com - 30/09/2020, 20:34 WIB
Ilustrasi koloni penguin di Antartika. SHUTTERSTOCK/sirtravelalotIlustrasi koloni penguin di Antartika.


KOMPAS.com- Pemanasan global membuat suhu semakin meningkat di wilayah terdingin di planet ini, yakni Antartika. Menyebabkan lapisan-lapisan es di benua ini terus meleleh.

Ketika lapisan es Antartika mencair, memunculkan penemuan tak terduga, yakni terungkapnya kuburan penguin berusia ribuan tahun di sebuah situs di benua ini.

Pada Januari 2016, Profesor Steven Emslie dari University of North Carolina Wilmington menemukan sisa-sisa penguin yang baru mati bersama sisa mumi penguin yang lebih tua saat menyingkap batuan di Pantai Scott.

Sebagian besar sisa tubuh itu diketahui adalah anak penguin Adelie. Angka kematian spesies ini sangat tinggi dibandingkan penguin lainnya.

Baca juga: Unik, Penguin Antartika Keluarkan Gas Tawa Peneliti Dibikin Mabuk

 

Namun, seperti dilansir dari The Independent, Rabu (30/9/2020), yang lebih membingungkan dari penemuan itu adalah noda kotoran segar di lapisan es, meskipun tidak ada catatan koloni penguin Adelie yang ada di kawasan tersebut.

Dalam ekspedisi pertama yang dipimpin Robert Falcon Scott yang datang ke Laut Ross antara tahun 1901 dan 1903 tidak mengungkapkan adanya koloni penguin tersebut.

Ekspedisi lain yang dilakukan Ernest Shackleton pada tahun 1907-1909 juga tidak menyebut koloni penguin Adelie di daerah tersebut.

Akan tetapi, penemuan sejumlah besar tulang dan bulu bersamaan bangkai burung yang masih segar oleh Prof Emslie, membuat peneliti mencoba melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Baca juga: Studi Ungkap Semua Penguin Berasal dari Benua ke-8 yang Telah Hilang

 

"Kami menggali tiga dari gundukan ini, menggunakan metode yang mirip dengan arkeolog, untuk memulihkan jaringan tulang, bulu dan kulit telur penguin yang terawetkan," ungkap Prof Emslie.

Prof Emslie mengatakan tanah di mana bangkai penguin itu ditemukan, sangat kering dan berdebu. Secara keseluruhan, dalam pengambilan sampel ditemukan campuran sisa-sisa penguin tua.

Tampaknya, kata Prof Emslie, penemuan itu menyiratkan beberapa periode pendudukan yang pernah ditinggali koloni penguin selama ribuan tahun.

"Selama bertahun-tahun saya melakukan penelitian di Antartika, saya belum pernah melihat situs seperti ini," kata dia.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BMKG: Peringatan Dini Gelombang Sangat Tinggi Bisa Capai 6 Meter

BMKG: Peringatan Dini Gelombang Sangat Tinggi Bisa Capai 6 Meter

Fenomena
Kabar Baik, Studi CDC Ungkap Vaksin Covid-19 Ampuh Cegah Rawat Inap akibat Omicron

Kabar Baik, Studi CDC Ungkap Vaksin Covid-19 Ampuh Cegah Rawat Inap akibat Omicron

Oh Begitu
Misteri Temuan Mumi Hamil, Bagaimana Janinnya Bisa Ikut Terawetkan?

Misteri Temuan Mumi Hamil, Bagaimana Janinnya Bisa Ikut Terawetkan?

Oh Begitu
Ilmuwan Berencana Hidupkan Mammoth Enam Tahun Lagi, Mungkinkah Terjadi?

Ilmuwan Berencana Hidupkan Mammoth Enam Tahun Lagi, Mungkinkah Terjadi?

Oh Begitu
Teleskop Luar Angkasa James Webb Berhasil Mengorbit Dekat Matahari

Teleskop Luar Angkasa James Webb Berhasil Mengorbit Dekat Matahari

Fenomena
Dahsyatnya Letusan Gunung Bawah Laut Tonga Sebabkan Atmosfer Bumi Bergetar

Dahsyatnya Letusan Gunung Bawah Laut Tonga Sebabkan Atmosfer Bumi Bergetar

Fenomena
Cegah Kebakaran Hutan, Peneliti UGM Bikin Pesawat Tanpa Awak untuk Deteksi Dini Api

Cegah Kebakaran Hutan, Peneliti UGM Bikin Pesawat Tanpa Awak untuk Deteksi Dini Api

Fenomena
Getaran Gempa Banten di Jakarta Terdeteksi sampai Gedung Lantai 12, Ini Analisis BMKG

Getaran Gempa Banten di Jakarta Terdeteksi sampai Gedung Lantai 12, Ini Analisis BMKG

Oh Begitu
Studi CDC Ungkap Vaksin Booster Dibutuhkan untuk Melawan Omicron

Studi CDC Ungkap Vaksin Booster Dibutuhkan untuk Melawan Omicron

Oh Begitu
Pfizer-BioNTech Luncurkan Uji Coba Vaksin Khusus Omicron

Pfizer-BioNTech Luncurkan Uji Coba Vaksin Khusus Omicron

Oh Begitu
Inggris Disebut Berhasil Keluar dari Pandemi Covid-19 Pertengahan Januari, Ini Kata Ahli

Inggris Disebut Berhasil Keluar dari Pandemi Covid-19 Pertengahan Januari, Ini Kata Ahli

Oh Begitu
Kapan Pasien Positif Omicron Harus ke Rumah Sakit?

Kapan Pasien Positif Omicron Harus ke Rumah Sakit?

Kita
[POPULER SAINS]: Putri Nurul Arifin Meninggal karena Henti Jantung | Kakek Tewas Dikeroyok | Batuan Warna Ungu di Mars

[POPULER SAINS]: Putri Nurul Arifin Meninggal karena Henti Jantung | Kakek Tewas Dikeroyok | Batuan Warna Ungu di Mars

Oh Begitu
Mengenal Lokasi, Karakteristik, dan Jenis Sesar Semangko

Mengenal Lokasi, Karakteristik, dan Jenis Sesar Semangko

Fenomena
Tidak Semua Kasus Dites Whole Genome Sequencing, Seberapa Efektif PCR-SGTF Deteksi Omicron?

Tidak Semua Kasus Dites Whole Genome Sequencing, Seberapa Efektif PCR-SGTF Deteksi Omicron?

Oh Begitu
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.