Lindungi Keanekaragaman Hayati, Ilmuwan Berencana Bikin Daftar Spesies di Dunia

Kompas.com - 08/07/2020, 19:00 WIB
Ilustrasi spesies gajah Afrika ShutterstockIlustrasi spesies gajah Afrika


KOMPAS.com - Para ilmuwan mengajukan rencana untuk membuat daftar spesies yang diakui secara universal di Bumi untuk mengatasi hilangnya keanekaragaman hayati hingga kepunahan.

Melansir The Guardian, Rabu (8/7/2020), rencana ini dapat mendorong harapan untuk mengklasifikasikan spesies secara universal sebagai perpustakaan kehidupan dunia.

Rencananya, ada 10 poin yang akan diajukan dan mekanisme tata kelola yang bertanggungjawab.

Para peneliti berharap, dengan daftar ini dapat meningkatkan upaya global dalam mengatasi persoalan konservasi, perdagangan satwa liar dan melindungi keanekaragaman hayati.

Baca juga: Spesies Burung Bangkai ini Diambang Kepunahan, Apa Dampaknya?

Setidaknya dengan 26 konsep, ahli biologi belum pernah mencapai kesepakatan mengenai klasifikasi paling mendasar dari suatu organisme.

Akibatnya, organisasi konservasi, pemerintah nasional dan ilmuwan sering menggunakan daftar mamalia, jamur dan organisme lain yang berbeda dengan deskripsi taksonomi yang berbeda.

Misalnya, bukti ilmiah gajah Afrika yang menunjukkan ada dua spesies, yakni gajah hutan dan gajah sabana.

Ilustrasi Burung Julang Jambul Hitam. Salah satu spesies burung julang Indonesia yang masuk dalam daftar satwa terancam punah.SHUTTERSTOCK/Henner Damke Ilustrasi Burung Julang Jambul Hitam. Salah satu spesies burung julang Indonesia yang masuk dalam daftar satwa terancam punah.

Baca juga: Ikan Asing Sumber Kerusakan Keanekaragaman Hayati Indonesia, Mengapa?

Namun, organisasi konservasi besar seperti Convention on International Trade in Endangered Species (Cites) dan the International Union for Conservation of Nature (IUCN) hanya mengakui satu spesies saja.

"Masyarakat umum mengidentifikasinya sebagai spesies dan mereka pikir ini adalah unit biologis yang alami," kata penulis utama Stephen Garnett, seorang profesor konservasi dan berkelanjutan mata pencaharian di Charles Darwin University, Australia.

Definisi suatu spesies yang digunakan secara luas berpusat pada apakah sekelompok mahluk hidup dapat bertukar DNA dengan menciptakan keturunan yang layak.

Akan tetapi dalam beberapa kasus, menurut ilmuwan, garis antara spesies tampak kabur, yang menyebabkan ketidaksepakatan taksonomi.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X