Unik dan Aneh, Begini Cara Virus Corona Covid-19 Membajak Sel Manusia

Kompas.com - 02/06/2020, 17:00 WIB
Ilustrasi 3D virus corona yang menyebabkan Covid-19 SHUTTERSTOCK/CORONA BOREALIS STUDIOIlustrasi 3D virus corona yang menyebabkan Covid-19

KOMPAS.com - Tidak seperti virus pada umumnya, SARS-CoV-2, virus corona baru penyebab Covid-19 punya cara tersendiri dalam menginfeksi sel tubuh manusia. Ilmuwan menyebut apa yang dilakukan virus ini adalah sesuatu yang 'unik' dan menyimpang.

Dalam penelitian terbaru, menunjukkan virus corona 'membajak' sekelompok sel yang berfungsi memproduksi protein untuk melawan virus, tapi juga memungkinkan serangkaian sel lainnya memproduksi protein lain.

Pola yang dilkukan SARS-CoV-2 pada sel manusia ini tidak pernah terlihat pada virus lainnya.

"Ini adalah sesuatu yang belum pernah saya lihat dalam 20 tahun mempelajari virus," kata Benjamin TenOever, virolog dari Icahn School of Medicine at Mount Sinai, AS, seperti dilansir dari Stat News, Selasa (1/6/2020).

Benjamin mencontohkan perilaku virus influenza dan SARS yang mewabah di tahun 2003.

Pada virus influenza dan SARS, dikatakan TenOver, ketika virus masuk ke dalam tubuh maka kelompok sel yang terinfeksi segera menyadarinya dan menghasilkan inteferon.

Inteferon adalah protein yang berfungsi memberikan sinyal kepada sel-sel lainnya untuk meminta "bala bantuan" melawan virus.

Baca juga: Alasan Mendasar Kenapa Virus Corona Covid-19 Bukan Buatan Manusia

Sebut saja, ini kelompok sel A, di mana interferon membantu mengaktifkan sel-sel yang berfungsi memperlambat virus melakukan replikasi hingga berjumlah jutaan.

Proses pertahanan ini berlangsung tujuh hingga sepuluh hari, yang sekaligus mengulur waktu sehingga kelompok sel lain bisa bertindak.

Kini ada kelompok sel B yang menghasilkan kemokin, protein dengan fungsi memberi sinyal "datang ke sini!" pada sel lainnya, suatu proses yang dikenal sebagai kemotaksis.

Singkatnya, kemokin mengarahkan sel untuk pergi ke daerah yang terkena virus.

Sel yang dipanggil adalah Sel-T yang berfugsi untuk membunuh virus dan Sel-B yang berfungsi untuk membuat antibodi.

Saat menerima sinyal dari kelompok sel B, kedua jenis sel tersebut akan segera berpacu ke lokasi di mana terdapat sel-sel yang terinfeksi virus.

Jika itu semua berjalan baik, yakni kelompok sel A mampu menekan replikasi virus dengan waktu yang cukup lama, maka Sel-T yang merupakan pembunuh profesional bisa segera mematikan virus setibanya di lokasi. Jika tidak, tentu seseorang akan jatuh sakit.

Baca juga: Riset: Obat yang Dikonsumsi Trump Picu Risiko Kematian Pasien Covid-19

Namun berbeda dengan SARS-CoV-2, yang secara unik memblokir suatu pertahanan sel tetapi mengaktifkan sel lainnya.

Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Sumber statnews
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X