Cegah Episenter Baru Corona, LIPI Minta Pemerintah Tegaskan Larangan Mudik

Kompas.com - 15/04/2020, 12:00 WIB
Antrean panjang penumpang KRL di stasiun Citayam pada Rabu (15/4/2020) pagi DOK.PRIBADI/TWITTER: Maretha ChelinaAntrean panjang penumpang KRL di stasiun Citayam pada Rabu (15/4/2020) pagi

KOMPAS.com - Ahli meminta pemerintah tegas dalam memberikan aturan terkait mudik selama pandemi Covid-19. Seperti kita tahu, penyebaran virus corona baru masih terjadi dan diprediksi masih akan berlangsung hingga hari raya Idul Fitri tahun 2020 ini.

Jika kebijakan tentang aturan mudik tidak dilakukan, maka potensi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi menjadi episenter Covid-19 yang lebih masif bisa saja terjadi. Bahkan, episenter baru di wilayah lain Indonesia juga sangat mungkin terjadi.

Hal ini disampaikan oleh Peneliti Pusat Penelitian Kependudukan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Rusli Cahyadi.

Kebijakan yang saat ini diambil oleh berbagai daerah dan pemerintah pusat, kata Rusli, itu seharusnya bukan hanya pembatasan atau menunda. Tapi ketegasan pemerintah untuk kebijakan yang lebih jelas.

Baca juga: Corona Masih Melanda, Survei Masyarakat Pilih Mudik atau Tidak?

"Jadi satu hal yang harus diperhatikan, dan tidak mudah dalam polemik ini adalah karena pelarangan mudik tidak tegas," kata Rusli dalam diskusi online bertajuk Pandemik Covid-19: Mudik atau Tidak?, Selasa (14/4/2020).

Dipaparkan lebih rinci oleh Rusli, bahwa saat ini hampir 50 persen masyarakat masih mempertimbangkan untuk melakukan mudik lebaran pada tahun ini, di mana penularan virus corona juga masih menggeliat.

Berdasarkan data yang diperoleh, ada banyak sekali pergerakan orang saat melakukan mudik.

Sementara, penularan atau transmisi Covid-19 ini juga sangat berpotensi tinggi terjadi saat masifnya pergerakan dilakukan oleh masyarakat.

Di sisi lain, kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan pemerintah sejauh ini tidak secara umum serentak dilakukan di seluruh wilayah Indonesia. Melainkan hanya beberapa wilayah yang termasuk zona merah saja.

Rusli melihat bahwa kebijakan mudik hanya sekadar imbauan, bukan pelarangan secara tegas.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X